24.2 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Dokter Ingatkan Hindari Kumpul-Kumpul Usai Bersepeda saat Pandemi

Berolahraga
dianjurkan untuk membangun imunitas tubuh selama pandemi Covid-19. Salah satu
olahraga yang menjadi tren selama pandemi adalah bersepeda.

Dalam
diskusi webinar bertajuk Refleksi Infodemi di Masa Pandemi, Klinik
Misinformasi, Rabu (26/8), Dokter Spesialis Paru dr. Jaka Pradipta Sp.P
mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin berolahraga selama pandemi.
Olahraga salah satunya bersepeda, harus dilakukan dengan tetap melakukan
protokol kesehatan.

“Olahraga
penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Saya sih menghargai sekali ya,
orang berolahraga. Berlari dan bersepeda. Tapi di lapangan justru membuat
kondisi sebetulnya lebih tidak aman dari Covid-19,” katanya.

Mengapa?
Sebab bersepeda yang dilakukan dengan konvoi masih kurang disiplin mematuhi
protokol kesehatan. “Bersepeda 1 jam tapi setelah main sepeda, kumpul-kumpul 15
orang lepas masker, ngopi-ngopi santai,” tuturnya.

Baca Juga :  Bahaya Nikotin dan Tar Dalam Rokok

Berdasar
itu, dr. Jaka menyarankan agar olagraga jangan dilakukan di tempat ramai.
Lakukanlah olahraga dengan intensitas ringan dan sedang. Sehingga tak membuat
seseorang melepas masker di tengah kerumunan.

“Buka
masker di tengah kerumunan berisiko. Makanya atlet sepak bola banyak yang kena
Covid-19. Karena mereka olahraga intensitas berat dan lelah,” ungkapnya.

Dia
mengingatkan bahwa pandemi belum selesai. Masyarakat diminta mendukung
perjuangan tenaga medis dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Penyakit
ini belum selesai, tes lebih giat tapi angka juga bertambah. Tuh buktinya yang
meninggal masih ada. Yang kritis juga banyak,” jelasnya.

“Jujur
saja, saya dan tenaga medis mulai kelelahan ya. Apalagi di Jakarta ya. Jakarta
luar biasa banyaknya kasus. Yuk tingkatkan protokol kesehatan. Tingkatkan
literasi, tingkatkan membaca dan menyaring informasi yang benar atau salah,”
pungkasnya.

Baca Juga :  Buktikan 5 Manfaat Makan Tauge Setiap Sarapan Untuk Kesehatan

Berolahraga
dianjurkan untuk membangun imunitas tubuh selama pandemi Covid-19. Salah satu
olahraga yang menjadi tren selama pandemi adalah bersepeda.

Dalam
diskusi webinar bertajuk Refleksi Infodemi di Masa Pandemi, Klinik
Misinformasi, Rabu (26/8), Dokter Spesialis Paru dr. Jaka Pradipta Sp.P
mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin berolahraga selama pandemi.
Olahraga salah satunya bersepeda, harus dilakukan dengan tetap melakukan
protokol kesehatan.

“Olahraga
penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Saya sih menghargai sekali ya,
orang berolahraga. Berlari dan bersepeda. Tapi di lapangan justru membuat
kondisi sebetulnya lebih tidak aman dari Covid-19,” katanya.

Mengapa?
Sebab bersepeda yang dilakukan dengan konvoi masih kurang disiplin mematuhi
protokol kesehatan. “Bersepeda 1 jam tapi setelah main sepeda, kumpul-kumpul 15
orang lepas masker, ngopi-ngopi santai,” tuturnya.

Baca Juga :  Bahaya Nikotin dan Tar Dalam Rokok

Berdasar
itu, dr. Jaka menyarankan agar olagraga jangan dilakukan di tempat ramai.
Lakukanlah olahraga dengan intensitas ringan dan sedang. Sehingga tak membuat
seseorang melepas masker di tengah kerumunan.

“Buka
masker di tengah kerumunan berisiko. Makanya atlet sepak bola banyak yang kena
Covid-19. Karena mereka olahraga intensitas berat dan lelah,” ungkapnya.

Dia
mengingatkan bahwa pandemi belum selesai. Masyarakat diminta mendukung
perjuangan tenaga medis dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Penyakit
ini belum selesai, tes lebih giat tapi angka juga bertambah. Tuh buktinya yang
meninggal masih ada. Yang kritis juga banyak,” jelasnya.

“Jujur
saja, saya dan tenaga medis mulai kelelahan ya. Apalagi di Jakarta ya. Jakarta
luar biasa banyaknya kasus. Yuk tingkatkan protokol kesehatan. Tingkatkan
literasi, tingkatkan membaca dan menyaring informasi yang benar atau salah,”
pungkasnya.

Baca Juga :  Buktikan 5 Manfaat Makan Tauge Setiap Sarapan Untuk Kesehatan

Terpopuler

Artikel Terbaru