28.4 C
Jakarta
Sunday, April 13, 2025

Waspada, Serangan Heat Stroke Saat Cuaca Panas

Suhu panas yang melanda beberapa daerah Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Jika sudah begini, Anda mesti waspada. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah serangan heat stroke akibat cuaca panas yang bisa terjadi kapan saja.

Cuaca panas di beberapa daerah Indonesia terjadi karena matahari sedang tepat berada di garis khatulistiwa. Cuaca panas yang terjadi memang beragam. Mulai dari 35 derajat Celsius, hingga tertinggi sampai 38 derajat Celsius, seperti yang tercatat oleh Stasiun Meteorologi Hasanuddin di Makassar. 

Hati-hati serangan heat stroke

Kalau sudah begini, Anda perlu mewaspadai heat stroke atau serangan panas. Heat strokeadalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan suhu badan mencapai 40 derajat Celsius.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, dari KlikDokter, secara umum, heat stroke disebut sebagai efek cuaca lingkungan yang amat panas. 

“Paparan terhadap cuaca panas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh manusia. Hal ini buruk bagi kesehatan, bahkan dapat mengancam nyawa. Untuk itu, sangat penting untuk memperhatikan gejala-gejala heat stroke ketika berada di lingkungan sangat panas, terutama bagi kelompok yang rentan,” ujar dr. Nitish.

Baca Juga :  Protokol 3M Merupakan Tameng Utama Lindungi Tubuh dari Covid-19

Heat stroke memiliki gejala atau tanda khusus yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahuinya, Anda dapat menyelamatkan orang yang terkena heat stroke, atau menyelamatkan diri sendiri jika Anda yang terkena.

Berikut adalah beberapa gejalanya:

Sakit kepala berdenyut

Pusing

Tidak berkeringat meski panas

Kulit merah, panas, dan kering

Kelemahan otot atau kram

Mual dan muntah

Detak jantung yang cepat

Pernapasan yang cepat dan pendek

Perubahan perilaku seperti kebingungan atau disorientasi

Hilang kesadaran

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena heat stroke adalah mereka yang tidak cukup minum air, memiliki penyakit kronis, dan gemar mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih. Rumah atau bangunan dengan aliran udara yang kurang baik juga bisa menyebabkan heat stroke.

Kiat mencegah heat stroke

Kunci utama pencegahan heat stroke adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dalam kondisi cuaca panas seperti ini, Anda perlu membawa bekal minuman atau rajin minum. Hal ini terutama bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Jangan Ngopi Berlebihan, Ini Bahaya Kafein bagi Kesehatan

Masih ada lagi tips lain yang bisa Anda lakukan, yakni:

Gunakan payung atau pelindung lain seperti tutup kepala untuk mengurangi panasnya sengatan sinar matahari.

Gunakan pakaian yang longgar dan ringan. Langkah ini penting untuk memudahkan tubuh mengeluarkan panas.

Hindari aktivitas luar ruangan saat cuaca panas dan terik. Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga pada waktu yang memiliki suhu lebih sejuk, seperti pada pagi atau sore hari.

Sebelum beraktivitas di tengah cuaca panas dan terik, pastikan bahwa Anda mengetahui kondisi tubuh, apakah memiliki riwayat penyakit atau konsumsi obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko mengalami heat stroke.

Jadi, jangan sepelekan cuaca panas seperti sekarang ini. Anda harus sangat berhati-hati dengan ancaman heat stroke yang memang bukan main-main. Selalu penuhi kebutuhan cairan, dan bagi Anda yang berkegiatan di luar ruangan, pastikan diri Anda dalam kondisi sehat.(MS/RN/klikdokter)

Suhu panas yang melanda beberapa daerah Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Jika sudah begini, Anda mesti waspada. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah serangan heat stroke akibat cuaca panas yang bisa terjadi kapan saja.

Cuaca panas di beberapa daerah Indonesia terjadi karena matahari sedang tepat berada di garis khatulistiwa. Cuaca panas yang terjadi memang beragam. Mulai dari 35 derajat Celsius, hingga tertinggi sampai 38 derajat Celsius, seperti yang tercatat oleh Stasiun Meteorologi Hasanuddin di Makassar. 

Hati-hati serangan heat stroke

Kalau sudah begini, Anda perlu mewaspadai heat stroke atau serangan panas. Heat strokeadalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan suhu badan mencapai 40 derajat Celsius.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, dari KlikDokter, secara umum, heat stroke disebut sebagai efek cuaca lingkungan yang amat panas. 

“Paparan terhadap cuaca panas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh manusia. Hal ini buruk bagi kesehatan, bahkan dapat mengancam nyawa. Untuk itu, sangat penting untuk memperhatikan gejala-gejala heat stroke ketika berada di lingkungan sangat panas, terutama bagi kelompok yang rentan,” ujar dr. Nitish.

Baca Juga :  Protokol 3M Merupakan Tameng Utama Lindungi Tubuh dari Covid-19

Heat stroke memiliki gejala atau tanda khusus yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahuinya, Anda dapat menyelamatkan orang yang terkena heat stroke, atau menyelamatkan diri sendiri jika Anda yang terkena.

Berikut adalah beberapa gejalanya:

Sakit kepala berdenyut

Pusing

Tidak berkeringat meski panas

Kulit merah, panas, dan kering

Kelemahan otot atau kram

Mual dan muntah

Detak jantung yang cepat

Pernapasan yang cepat dan pendek

Perubahan perilaku seperti kebingungan atau disorientasi

Hilang kesadaran

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena heat stroke adalah mereka yang tidak cukup minum air, memiliki penyakit kronis, dan gemar mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih. Rumah atau bangunan dengan aliran udara yang kurang baik juga bisa menyebabkan heat stroke.

Kiat mencegah heat stroke

Kunci utama pencegahan heat stroke adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dalam kondisi cuaca panas seperti ini, Anda perlu membawa bekal minuman atau rajin minum. Hal ini terutama bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Jangan Ngopi Berlebihan, Ini Bahaya Kafein bagi Kesehatan

Masih ada lagi tips lain yang bisa Anda lakukan, yakni:

Gunakan payung atau pelindung lain seperti tutup kepala untuk mengurangi panasnya sengatan sinar matahari.

Gunakan pakaian yang longgar dan ringan. Langkah ini penting untuk memudahkan tubuh mengeluarkan panas.

Hindari aktivitas luar ruangan saat cuaca panas dan terik. Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga pada waktu yang memiliki suhu lebih sejuk, seperti pada pagi atau sore hari.

Sebelum beraktivitas di tengah cuaca panas dan terik, pastikan bahwa Anda mengetahui kondisi tubuh, apakah memiliki riwayat penyakit atau konsumsi obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko mengalami heat stroke.

Jadi, jangan sepelekan cuaca panas seperti sekarang ini. Anda harus sangat berhati-hati dengan ancaman heat stroke yang memang bukan main-main. Selalu penuhi kebutuhan cairan, dan bagi Anda yang berkegiatan di luar ruangan, pastikan diri Anda dalam kondisi sehat.(MS/RN/klikdokter)

Terpopuler

Artikel Terbaru