30.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

4 Gejala Baru Covid-19 yang Belum Diketahui, Salah Satunya Sakit Perut

Selain
batuk, sesak napas, dan demam, peneliti menemukan gejala Covid-19 yang lain dan
bermacam-macam. Bisa dibilang terus berkembang. Tak hanya pernapasan, tetapi
virus ini juga bisa menyerang pencernaan. Sejumlah pasien berdasar penelitian
terus melaporkan gejala-gejala baru dari virus Korona.

Sedikitnya
ada empat tanda virus Korona yang menjadi indikasi pertama ketika seseorang
terpapar. Seperti dilansir dari Science Times, Jumat (20/11), gejala itu
mungkin menjadi indikator bahwa seseorang terinfeksi virus Korona.

1.
Kabut Otak

Selama
berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah sembuh dari infeksi, kabut
kognitif atau kabut otak telah didokumentasikan oleh para penderita Covid-19.
Gejalanya membuat pasien kurang kemampuan untuk mengingat atau diajak diskusi
tentang informasi sehari-hari. Mereka menemukan bahwa trauma pada otak terjadi
pada tahap yang berbeda berdasarkan seberapa serius kondisinya.

“Covid-19
mungkin memiliki efek neurologis kronis yang sebenarnya,” kata sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London seperti dilansir Daily
Mail.

Baca Juga :  Virus Mirip SARS dari Tiongkok Jangkiti 5 Negara

2.
Kelelahan

Penelitian
oleh Trinity College di Dublin telah menunjukkan bahwa lebih dari setengah
pasien virus Korona mengalami kelelahan kronis. Dalam sampel tersebut, 52
persen dari 128 orang mencatat kelelahan yang berkelanjutan, juga 10 minggu
setelah pemulihan. Para peneliti menemukan beban substansial kelelahan
pascavirus pada individu dengan infeksi Sars-CoV-2 sebelumnya selama periode
akut penyakit Covid-19.

 

Gejala
yang paling sering adalah rasa kelelahan stagnan. Pusat Kesehatan Inggris (NHS)
menyarankan agar seseorang menjalani tes untuk memastikan apakah mengidap virus
Korona atau tidak jika demam tinggi, batuk terus-menerus, lalu kehilangan rasa
dan penciuman.

3.
Infeksi Kulit

Konjungtivitis
terjadi pada dua hingga tiga persen pasien dengan Covid-19 menurut American
Academy of Ophthalmology. Berdasar Healthline, para ahli kesehatan setuju bahwa
antara 1 hingga 3 persen pasien Covid-19 mengalami mata merah atau
konjungtivitis yang menular. Virus dapat menyebar melalui kontak cairan dari
mata orang yang terinfeksi atau pembawa droplet.

Baca Juga :  Waspada, Serangan Heat Stroke Saat Cuaca Panas

4.
Sakit Perut

Analisis
terhadap 36 uji coba Covid-19 yang dilaporkan mempengaruhi ribuan pasien,
ditemukan satu dari lima orang yang terkena Covid-19 mengalami keluhan
gastrointestinal atau gangguan pencernaan selama perang melawan virus.
Tanda-tanda tersebut antara lain kurang nafsu makan, kelelahan, diare, muntah, dan
rasa tidak nyaman di perut.

Kepada
Express.co.uk, Jumat (20/11), seorang ahli radiologi dan dosen klinis di
fakultas kedokteran dan kedokteran gigi Universitas Alberta dr. Mitch Wilson,
menjelaskan bahwa di daerah Covid-19 tersebar luas, sakit perut adalah sesuatu
yang mungkin menimbulkan risiko dan diare bisa menjadi gejala awal.

Selain
batuk, sesak napas, dan demam, peneliti menemukan gejala Covid-19 yang lain dan
bermacam-macam. Bisa dibilang terus berkembang. Tak hanya pernapasan, tetapi
virus ini juga bisa menyerang pencernaan. Sejumlah pasien berdasar penelitian
terus melaporkan gejala-gejala baru dari virus Korona.

Sedikitnya
ada empat tanda virus Korona yang menjadi indikasi pertama ketika seseorang
terpapar. Seperti dilansir dari Science Times, Jumat (20/11), gejala itu
mungkin menjadi indikator bahwa seseorang terinfeksi virus Korona.

1.
Kabut Otak

Selama
berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah sembuh dari infeksi, kabut
kognitif atau kabut otak telah didokumentasikan oleh para penderita Covid-19.
Gejalanya membuat pasien kurang kemampuan untuk mengingat atau diajak diskusi
tentang informasi sehari-hari. Mereka menemukan bahwa trauma pada otak terjadi
pada tahap yang berbeda berdasarkan seberapa serius kondisinya.

“Covid-19
mungkin memiliki efek neurologis kronis yang sebenarnya,” kata sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London seperti dilansir Daily
Mail.

Baca Juga :  Virus Mirip SARS dari Tiongkok Jangkiti 5 Negara

2.
Kelelahan

Penelitian
oleh Trinity College di Dublin telah menunjukkan bahwa lebih dari setengah
pasien virus Korona mengalami kelelahan kronis. Dalam sampel tersebut, 52
persen dari 128 orang mencatat kelelahan yang berkelanjutan, juga 10 minggu
setelah pemulihan. Para peneliti menemukan beban substansial kelelahan
pascavirus pada individu dengan infeksi Sars-CoV-2 sebelumnya selama periode
akut penyakit Covid-19.

 

Gejala
yang paling sering adalah rasa kelelahan stagnan. Pusat Kesehatan Inggris (NHS)
menyarankan agar seseorang menjalani tes untuk memastikan apakah mengidap virus
Korona atau tidak jika demam tinggi, batuk terus-menerus, lalu kehilangan rasa
dan penciuman.

3.
Infeksi Kulit

Konjungtivitis
terjadi pada dua hingga tiga persen pasien dengan Covid-19 menurut American
Academy of Ophthalmology. Berdasar Healthline, para ahli kesehatan setuju bahwa
antara 1 hingga 3 persen pasien Covid-19 mengalami mata merah atau
konjungtivitis yang menular. Virus dapat menyebar melalui kontak cairan dari
mata orang yang terinfeksi atau pembawa droplet.

Baca Juga :  Waspada, Serangan Heat Stroke Saat Cuaca Panas

4.
Sakit Perut

Analisis
terhadap 36 uji coba Covid-19 yang dilaporkan mempengaruhi ribuan pasien,
ditemukan satu dari lima orang yang terkena Covid-19 mengalami keluhan
gastrointestinal atau gangguan pencernaan selama perang melawan virus.
Tanda-tanda tersebut antara lain kurang nafsu makan, kelelahan, diare, muntah, dan
rasa tidak nyaman di perut.

Kepada
Express.co.uk, Jumat (20/11), seorang ahli radiologi dan dosen klinis di
fakultas kedokteran dan kedokteran gigi Universitas Alberta dr. Mitch Wilson,
menjelaskan bahwa di daerah Covid-19 tersebar luas, sakit perut adalah sesuatu
yang mungkin menimbulkan risiko dan diare bisa menjadi gejala awal.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru