25.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

5 Kunci Pola Makan Pasien Diabetes Agar Gula Darah Tetap Stabil

Individu yang hidup dengan diabetes atau memiliki risiko tinggi disarankan untuk
mengubah gaya hidup, termasuk makan makanan yang seimbang dan berolahraga
secara teratur. Dan diet atau pola makan memainkan peran penting dalam
perawatan dan manajemen diabetes.

Membuat
pilihan makanan yang lebih sehat dibarengi aktivitas fisik dapat membantu Anda
menghindari penambahan berat badan serta mengontrol kadar gula darah dengan
lebih baik. Gaya hidup sehat tidak hanya membantu dalam mengurangi kadar A1C,
tetapi juga meningkatkan profil lipid, menurunkan tekanan darah, mengurangi
kebutuhan obat-obatan, dan menurunkan risiko onset dan perkembangan penyakit
penyerta terkait diabetes.

“Diabetes
mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan
konsentrasi glukosa darah tinggi yang persisten akibat gangguan sekresi hormon
insulin, resistensi terhadap tindakan insulin, atau keduanya. Dengan perubahan
gaya hidup dan peningkatan obesitas, prevalensi diabetes telah meningkat di
seluruh dunia yang membuktikannya sebagai beban kesehatan masyarakat global,”
kata Ahli Diet Senior, Rumah Sakit Fortis, Bangalore, Dhivya, dilansir dari
Times Now News, Rabu (11/11).

Berikut
adalah 5 kunci pola makan terbaik untuk pasien diabetes agar gula darahnya
selalu stabil :

Baca Juga :  Rawat Kebersihan Area Intim dengan Tisu Basah, Perhatikan 3 Hal Ini

1.
Pilihan Karbohidrat

Memantau
asupan karbohidrat sangat penting dalam mengelola gula darah. Saat memilih
makanan berkarbohidrat, pilihlah makanan padat nutrisi dan berserat tinggi
seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan susu rendah
lemak daripada makanan olahan dengan tambahan lemak, gula, dan natrium.

Selain
memberi energi, karbohidrat juga memberi rasa kenyang selama 3-4 jam setelah
makan. Ini membantu mencegah mengunyah camilan yang tidak sehat. Mengkonsumsi
karbohidrat sederhana berupa gula, manisan, manisan, dan minuman berpemanis
seperti soft drink, konsentrat jus buah, sirup jagung fruktosa tinggi
berbahaya.

2.
Makan Protein

Memasukkan
makanan tinggi protein dalam makanan membantu memuaskan rasa lapar tanpa banyak
berpengaruh pada kadar glukosa darah. Diet tinggi protein juga dapat membantu
membangun otot tanpa lemak dan menurunkan berat badan dengan membuat tubuh
merasa lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan.

3.
Pilih Lemak Baik

Jenis
lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada lemak total karena diabetes memicu
penyakit jantung koroner. Asam lemak tak jenuh seperti asam lemak tak jenuh
tunggal dan tak jenuh ganda harus diganti dengan makanan tinggi lemak jenuh dan
lemak trans untuk mencegah penyakit jantung. Misalnya gunakan minyak nabati
sebagai pengganti mentega, krim, margarin. Lalu mengkonsumsi makanan kaya asam
lemak Omega-3 seperti biji rami, biji chia dan ikan seperti salmon, tuna,
sarden, dan mackerel.

Baca Juga :  Kebiasaan yang Bisa Mencegah Kanker Paru

4.
Jangan Lewatkan Jam Makan

Melewatkan
jam makan pada penderita diabetes tidak dianjurkan karena dapat menurunkan
kadar gula darah. Setelah minum obat atau insulin, melewatkan makan atau
menunda makan dapat menyebabkan hipoglikemia. Oleh karena itu, menjaga disiplin
dalam pengaturan waktu makan sangatlah penting.

5.
Batasi Porsi

Kontrol
porsi ditekankan dalam mengelola berat badan serta gula darah dengan lebih
baik. Dianjurkan untuk mengonsumsi tiga makanan utama berukuran kecil hingga
sedang dengan dua camilan sehat di antaranya. Camilan sehat bisa berupa
buah-buahan, salad sayuran dengan kecambah atau kacang-kacangan, kecambah,
kacang-kacangan yang direbus dan dilunakkan, putih telur rebus atau rebus, sup.
Lalu batasi jumlahnya sesuai arahan dokter atau ahli gizi.

Individu yang hidup dengan diabetes atau memiliki risiko tinggi disarankan untuk
mengubah gaya hidup, termasuk makan makanan yang seimbang dan berolahraga
secara teratur. Dan diet atau pola makan memainkan peran penting dalam
perawatan dan manajemen diabetes.

Membuat
pilihan makanan yang lebih sehat dibarengi aktivitas fisik dapat membantu Anda
menghindari penambahan berat badan serta mengontrol kadar gula darah dengan
lebih baik. Gaya hidup sehat tidak hanya membantu dalam mengurangi kadar A1C,
tetapi juga meningkatkan profil lipid, menurunkan tekanan darah, mengurangi
kebutuhan obat-obatan, dan menurunkan risiko onset dan perkembangan penyakit
penyerta terkait diabetes.

“Diabetes
mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan
konsentrasi glukosa darah tinggi yang persisten akibat gangguan sekresi hormon
insulin, resistensi terhadap tindakan insulin, atau keduanya. Dengan perubahan
gaya hidup dan peningkatan obesitas, prevalensi diabetes telah meningkat di
seluruh dunia yang membuktikannya sebagai beban kesehatan masyarakat global,”
kata Ahli Diet Senior, Rumah Sakit Fortis, Bangalore, Dhivya, dilansir dari
Times Now News, Rabu (11/11).

Berikut
adalah 5 kunci pola makan terbaik untuk pasien diabetes agar gula darahnya
selalu stabil :

Baca Juga :  Rawat Kebersihan Area Intim dengan Tisu Basah, Perhatikan 3 Hal Ini

1.
Pilihan Karbohidrat

Memantau
asupan karbohidrat sangat penting dalam mengelola gula darah. Saat memilih
makanan berkarbohidrat, pilihlah makanan padat nutrisi dan berserat tinggi
seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan susu rendah
lemak daripada makanan olahan dengan tambahan lemak, gula, dan natrium.

Selain
memberi energi, karbohidrat juga memberi rasa kenyang selama 3-4 jam setelah
makan. Ini membantu mencegah mengunyah camilan yang tidak sehat. Mengkonsumsi
karbohidrat sederhana berupa gula, manisan, manisan, dan minuman berpemanis
seperti soft drink, konsentrat jus buah, sirup jagung fruktosa tinggi
berbahaya.

2.
Makan Protein

Memasukkan
makanan tinggi protein dalam makanan membantu memuaskan rasa lapar tanpa banyak
berpengaruh pada kadar glukosa darah. Diet tinggi protein juga dapat membantu
membangun otot tanpa lemak dan menurunkan berat badan dengan membuat tubuh
merasa lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan.

3.
Pilih Lemak Baik

Jenis
lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada lemak total karena diabetes memicu
penyakit jantung koroner. Asam lemak tak jenuh seperti asam lemak tak jenuh
tunggal dan tak jenuh ganda harus diganti dengan makanan tinggi lemak jenuh dan
lemak trans untuk mencegah penyakit jantung. Misalnya gunakan minyak nabati
sebagai pengganti mentega, krim, margarin. Lalu mengkonsumsi makanan kaya asam
lemak Omega-3 seperti biji rami, biji chia dan ikan seperti salmon, tuna,
sarden, dan mackerel.

Baca Juga :  Kebiasaan yang Bisa Mencegah Kanker Paru

4.
Jangan Lewatkan Jam Makan

Melewatkan
jam makan pada penderita diabetes tidak dianjurkan karena dapat menurunkan
kadar gula darah. Setelah minum obat atau insulin, melewatkan makan atau
menunda makan dapat menyebabkan hipoglikemia. Oleh karena itu, menjaga disiplin
dalam pengaturan waktu makan sangatlah penting.

5.
Batasi Porsi

Kontrol
porsi ditekankan dalam mengelola berat badan serta gula darah dengan lebih
baik. Dianjurkan untuk mengonsumsi tiga makanan utama berukuran kecil hingga
sedang dengan dua camilan sehat di antaranya. Camilan sehat bisa berupa
buah-buahan, salad sayuran dengan kecambah atau kacang-kacangan, kecambah,
kacang-kacangan yang direbus dan dilunakkan, putih telur rebus atau rebus, sup.
Lalu batasi jumlahnya sesuai arahan dokter atau ahli gizi.

Terpopuler

Artikel Terbaru