alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

Lakukan Deteksi Dini, Simak 6 Pendekatan Hadapi Masalah Gangguan Jiwa

Gangguan
jiwa bisa menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang dan status
ekonomi serta pendidikannya. Gangguan jiwa terjadi melalui suatu proses yang
terjadi beberapa waktu sebelumnya, bisa cepat, bisa juga lebih lambat.

Menurut
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi
Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor, gangguan jiwa
membuat seseorang menjadi terganggu fungsi dan produktivitasnya dan ini bisa
mengganggu juga keluarga dan masyarakat. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
tidak bisa sekolah, kuliah dan bekerja dengan baik.

Fungsi
sosial juga menjadi terganggu, ODGJ tidak mampu berinteraksi dengan sekitarnya
dengan baik. Kemampuan fokus, konsentrasi, atensi, memori, memutuskan untuk
bertindak, kemampuan berkomunikasi, fungsi gerakan juga terganggu sehingga
fungsi dan produktivitas menjadi terganggu.

Sehingga,
dr. Lahargo menegaskan dengan melakukan deteksi dini dan penanganan yang baik
maka gangguan jiwa dapat cepat dipulihkan dan tidak menjadi makin berat.
Deteksi dini gangguan jiwa dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit,
psikiater, psikolog, perawat jiwa dan di rumah sakit jiwa.

“Apabila
dideteksi dengan lebih cepat maka gangguan jiwa akan lebih mudah diterapi,
diobati sehingga yang bersangkutan dapat pulih dan produktif kembali,” kata
Psikiater dr. Lahargo Kembaren.

Pemeriksaan
yang dilakukan adalah wawancara, pemeriksaan lab dan radiologi (bila
diperlukan), tes kesehatan mental dan tes psikologis lainnya. Setelah diagnosis
ditegakkan maka terapi akan segera dimulai dan kesembuhan akan cepat diraih.
Pengobatan untuk gangguan jiwa berlangsung lama dan dibutuhkan konsultasi yang
rutin.

Baca Juga :  Bukan Soal Mitos, Tanda Lahir Ada Kaitannya dengan Kesehatan

“Dengan
melakukan deteksi dini dan pemeriksaan maka gangguan jiwa yang berat dapat
dihindari sehingga bahaya juga bisa dicegah,” paparnya.

Dalam
laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan beberapa metode
prinsip perawatan ODGJ. Perawatan berbasis komunitas ternyata solusi yang
terbaik. Layanan semacam ini menyebar di beberapa negara Eropa, di beberapa
negara bagian Amerika Serikat, di Australia, Kanada, dan Tiongkok. Beberapa
negara di Amerika Latin, Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik
Barat.

1.
Diagnosa

Diagnosis
objektif yang benar sangat penting untuk perencanaan perawatan individu, dan
untuk pilihan perawatan yang tepat. Karena perawatan yang berbeda diindikasikan
untuk penyakit yang berbeda, diagnosis merupakan titik awal yang penting dari
setiap intervensi.

Intervensi
dini sangat penting dalam mencegah parahnya suatu penyakit, dalam mengendalikan
gejala dan meningkatkan hasil. Semakin awal dilakukan pengobatan yang tepat,
semakin baik prognosisnya.

2.
Perawatan Kontinyu

Beberapa
gangguan mental dan perilaku mengikuti perjalanan kronis, meskipun dengan
periode remisi dan kekambuhan yang mungkin menyerupai gangguan akut. Namun
demikian, sejauh menyangkut penatalaksanaannya, penyakit ini mirip dengan
penyakit fisik kronis. Oleh karena itu, paradigma perawatan kronis lebih cocok
untuk mereka. Maka kesinambungan perawatan itu penting.

Misalnya
ada klinik khusus untuk kelompok pasien dengan diagnosis atau masalah yang
sama; memberikan keterampilan merawat kepada pengasuh; tim pengobatan yang sama
memberikan perawatan kepada pasien dan keluarganya; pendidikan kelompok pasien
dan keluarganya; desentralisasi layanan; integrasi perawatan ke dalam perawatan
kesehatan primer.

Baca Juga :  Guru Besar Unair: Riset Eucalyptus Harus Dilanjutkan

3.
Rehabilitasi

Berbagai
macam layanan diperlukan untuk memberikan perawatan komprehensif bagi beberapa
orang dengan penyakit mental. Diperlukan rehabilitasi pada pasien. Layanan ini
dapat memberikan pengobatan atau menyediakan program rehabilitasi khusus,
bantuan hukum atau bentuk lain dari dukungan sosial ekonomi. Personel khusus,
seperti perawat, psikolog klinis, pekerja sosial, terapis okupasi dan
sukarelawan, juga dibutuhkan

4.
Pendekatan Keluarga

Penting
untuk mengedukasi perawatan berbasis keluarga. Bagaimana para penderita
gangguan jiwa dan keluarganya bisa mendukung pengobatan dan perawatan.

5.
Melibatkan Komunitas Lokal

Keyakinan,
sikap, dan tanggapan masyarakat menentukan banyak aspek perawatan kesehatan
mental. Orang dengan penyakit mental sangat dipengaruhi dukungan masyarakat.
Jika lingkungan sosial mendukung, itu berkontribusi pada pemulihan lebih cepat.

6.
Perawatan Kesehatan Dasar

Prinsip
penting lainnya yang memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan mental
adalah integrasi ke dalam perawatan kesehatan primer. Sebab gangguan mental
bisa terlihat dari deteksi pasien di perawatan primer.

Kualitas
dan kuantitas layanan kesehatan jiwa spesialis yang dibutuhkan bergantung pada
layanan yang diberikan di tingkat perawatan kesehatan primer. Dengan kata lain,
pemberian pelayanan perlu diimbangi antara community care dan hospital care.

Gangguan
jiwa bisa menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang dan status
ekonomi serta pendidikannya. Gangguan jiwa terjadi melalui suatu proses yang
terjadi beberapa waktu sebelumnya, bisa cepat, bisa juga lebih lambat.

Menurut
Psikiater dr. Lahargo Kembaren, SpKJ yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi
Psikososial RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor, gangguan jiwa
membuat seseorang menjadi terganggu fungsi dan produktivitasnya dan ini bisa
mengganggu juga keluarga dan masyarakat. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
tidak bisa sekolah, kuliah dan bekerja dengan baik.

Fungsi
sosial juga menjadi terganggu, ODGJ tidak mampu berinteraksi dengan sekitarnya
dengan baik. Kemampuan fokus, konsentrasi, atensi, memori, memutuskan untuk
bertindak, kemampuan berkomunikasi, fungsi gerakan juga terganggu sehingga
fungsi dan produktivitas menjadi terganggu.

Sehingga,
dr. Lahargo menegaskan dengan melakukan deteksi dini dan penanganan yang baik
maka gangguan jiwa dapat cepat dipulihkan dan tidak menjadi makin berat.
Deteksi dini gangguan jiwa dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit,
psikiater, psikolog, perawat jiwa dan di rumah sakit jiwa.

“Apabila
dideteksi dengan lebih cepat maka gangguan jiwa akan lebih mudah diterapi,
diobati sehingga yang bersangkutan dapat pulih dan produktif kembali,” kata
Psikiater dr. Lahargo Kembaren.

Pemeriksaan
yang dilakukan adalah wawancara, pemeriksaan lab dan radiologi (bila
diperlukan), tes kesehatan mental dan tes psikologis lainnya. Setelah diagnosis
ditegakkan maka terapi akan segera dimulai dan kesembuhan akan cepat diraih.
Pengobatan untuk gangguan jiwa berlangsung lama dan dibutuhkan konsultasi yang
rutin.

Baca Juga :  Alasan WHO Mewajibkan Anak Mulai Usia 12 Tahun Pakai Masker

“Dengan
melakukan deteksi dini dan pemeriksaan maka gangguan jiwa yang berat dapat
dihindari sehingga bahaya juga bisa dicegah,” paparnya.

Dalam
laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan beberapa metode
prinsip perawatan ODGJ. Perawatan berbasis komunitas ternyata solusi yang
terbaik. Layanan semacam ini menyebar di beberapa negara Eropa, di beberapa
negara bagian Amerika Serikat, di Australia, Kanada, dan Tiongkok. Beberapa
negara di Amerika Latin, Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik
Barat.

1.
Diagnosa

Diagnosis
objektif yang benar sangat penting untuk perencanaan perawatan individu, dan
untuk pilihan perawatan yang tepat. Karena perawatan yang berbeda diindikasikan
untuk penyakit yang berbeda, diagnosis merupakan titik awal yang penting dari
setiap intervensi.

Intervensi
dini sangat penting dalam mencegah parahnya suatu penyakit, dalam mengendalikan
gejala dan meningkatkan hasil. Semakin awal dilakukan pengobatan yang tepat,
semakin baik prognosisnya.

2.
Perawatan Kontinyu

Beberapa
gangguan mental dan perilaku mengikuti perjalanan kronis, meskipun dengan
periode remisi dan kekambuhan yang mungkin menyerupai gangguan akut. Namun
demikian, sejauh menyangkut penatalaksanaannya, penyakit ini mirip dengan
penyakit fisik kronis. Oleh karena itu, paradigma perawatan kronis lebih cocok
untuk mereka. Maka kesinambungan perawatan itu penting.

Misalnya
ada klinik khusus untuk kelompok pasien dengan diagnosis atau masalah yang
sama; memberikan keterampilan merawat kepada pengasuh; tim pengobatan yang sama
memberikan perawatan kepada pasien dan keluarganya; pendidikan kelompok pasien
dan keluarganya; desentralisasi layanan; integrasi perawatan ke dalam perawatan
kesehatan primer.

Baca Juga :  Ponsel Bisa Menyebabkan Kelebihan Berat Badan?

3.
Rehabilitasi

Berbagai
macam layanan diperlukan untuk memberikan perawatan komprehensif bagi beberapa
orang dengan penyakit mental. Diperlukan rehabilitasi pada pasien. Layanan ini
dapat memberikan pengobatan atau menyediakan program rehabilitasi khusus,
bantuan hukum atau bentuk lain dari dukungan sosial ekonomi. Personel khusus,
seperti perawat, psikolog klinis, pekerja sosial, terapis okupasi dan
sukarelawan, juga dibutuhkan

4.
Pendekatan Keluarga

Penting
untuk mengedukasi perawatan berbasis keluarga. Bagaimana para penderita
gangguan jiwa dan keluarganya bisa mendukung pengobatan dan perawatan.

5.
Melibatkan Komunitas Lokal

Keyakinan,
sikap, dan tanggapan masyarakat menentukan banyak aspek perawatan kesehatan
mental. Orang dengan penyakit mental sangat dipengaruhi dukungan masyarakat.
Jika lingkungan sosial mendukung, itu berkontribusi pada pemulihan lebih cepat.

6.
Perawatan Kesehatan Dasar

Prinsip
penting lainnya yang memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan mental
adalah integrasi ke dalam perawatan kesehatan primer. Sebab gangguan mental
bisa terlihat dari deteksi pasien di perawatan primer.

Kualitas
dan kuantitas layanan kesehatan jiwa spesialis yang dibutuhkan bergantung pada
layanan yang diberikan di tingkat perawatan kesehatan primer. Dengan kata lain,
pemberian pelayanan perlu diimbangi antara community care dan hospital care.

Most Read

Artikel Terbaru

/