alexametrics
23.4 C
Palangkaraya
Friday, August 19, 2022

Covid-19 itu Penipu Ulung, Virusnya Bisa Nempel di Saluran Pencernaan

Seseorang
yang terinfeksi Covid-19 seringkali datang ke dokter tanpa gejala khas seperti
batuk, demam, dan sesak napas. Namun, sebagian dokter menemukan pasien Covid-19
justru memiliki gejala lain seperti masalah pencernaan atau bagian organ
lainnya.

Karena
itu Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Fahrial
Syam, menyebut virus Korona sebagai sang penipu ulung atau Great Imitator.
Sebab bukan hanya bisa mengenai paru, tetapi juga di berbagai organ lain
seperti jantung, dan lainnya.

“Covid-19
ini Great Imitator, bahwa virusnya ini kan melakukan replikasi dalam bentuk
sel. Sebelum menempel itu ada reseptor, sebagai tempat nempelnya. Virusnya bisa
menempel di mana-mana. Bisa di saluran pencernaan dan bisa di saluran
pernapasan,” kata Prof Ari secara daring, Kamis malam (8/10).

Baca Juga :  Terungkap Penyebab Pasien Long Covid Alami Rambut Rontok Meski Sembuh

Maka
tak heran, bisa saja gejala yang dialami pasien muncul di bagian pencernaan.
Misalnya seperti sakit maag, diare, atau muntah-muntah. “Karena memang tadi,
reseptor itu adanya di sepanjang saluran pernapasan dan pencernaan. Dan tadi,
ada hal-hal yang lain lagi,” katanya.

Bahkan
bisa juga pasien mengalami komplikasi pengentalan darah. Sehingga bisa memicu
terjadinya stroke. Atau menempel di jantung, sering dikira sakit jantung
ternyata terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan.

“Kalau
misalnya kena infeksi Covid-19, dalam perjalanan pekan kedua klinisnya terjadi
hiperkoagulasi maka bisa terjadi komplikasi pengentalan darah, bisa karena
stroke. Lalu ternyata setelah diusut, ada infeksi pneumonia akibat Covid-19,”
paparnya.

Selain
menempel di saluran pencernaan dan pernapasan, virus Korona bisa menempel di
tempat lain. Misalnya di bagian saraf, mata, dan kulit.

Baca Juga :  Ketahui 5 Dampak Kurang Tidur Bagi Kesehatan Kulit

“Memang
sepanjang yang saya tahu ada lokasi-lokasi yang juga disebutkan seperti gejala
Happy Hipoksia itu artinya terkena di resptor saraf. Lalu di mata juga.
Meskipun kemungkinan di mata masih dalam penelitian. Lalu pada kulit juga masih
dalam penelitian lanjutan. Paling khas yakni pada pencernaan dan pernapasan,”
tegasnya,

Seseorang
yang terinfeksi Covid-19 seringkali datang ke dokter tanpa gejala khas seperti
batuk, demam, dan sesak napas. Namun, sebagian dokter menemukan pasien Covid-19
justru memiliki gejala lain seperti masalah pencernaan atau bagian organ
lainnya.

Karena
itu Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Fahrial
Syam, menyebut virus Korona sebagai sang penipu ulung atau Great Imitator.
Sebab bukan hanya bisa mengenai paru, tetapi juga di berbagai organ lain
seperti jantung, dan lainnya.

“Covid-19
ini Great Imitator, bahwa virusnya ini kan melakukan replikasi dalam bentuk
sel. Sebelum menempel itu ada reseptor, sebagai tempat nempelnya. Virusnya bisa
menempel di mana-mana. Bisa di saluran pencernaan dan bisa di saluran
pernapasan,” kata Prof Ari secara daring, Kamis malam (8/10).

Baca Juga :  Ketergantungan Gadget saat Pandemi, Waspada Penyakit Ini

Maka
tak heran, bisa saja gejala yang dialami pasien muncul di bagian pencernaan.
Misalnya seperti sakit maag, diare, atau muntah-muntah. “Karena memang tadi,
reseptor itu adanya di sepanjang saluran pernapasan dan pencernaan. Dan tadi,
ada hal-hal yang lain lagi,” katanya.

Bahkan
bisa juga pasien mengalami komplikasi pengentalan darah. Sehingga bisa memicu
terjadinya stroke. Atau menempel di jantung, sering dikira sakit jantung
ternyata terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan.

“Kalau
misalnya kena infeksi Covid-19, dalam perjalanan pekan kedua klinisnya terjadi
hiperkoagulasi maka bisa terjadi komplikasi pengentalan darah, bisa karena
stroke. Lalu ternyata setelah diusut, ada infeksi pneumonia akibat Covid-19,”
paparnya.

Selain
menempel di saluran pencernaan dan pernapasan, virus Korona bisa menempel di
tempat lain. Misalnya di bagian saraf, mata, dan kulit.

Baca Juga :  Sigap Tangani Gerakan Tutup Mulut Anak saat Diberi Makan

“Memang
sepanjang yang saya tahu ada lokasi-lokasi yang juga disebutkan seperti gejala
Happy Hipoksia itu artinya terkena di resptor saraf. Lalu di mata juga.
Meskipun kemungkinan di mata masih dalam penelitian. Lalu pada kulit juga masih
dalam penelitian lanjutan. Paling khas yakni pada pencernaan dan pernapasan,”
tegasnya,

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/