Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga gaya hidup. Memang ada risiko yang tidak bisa dikendalikan, namun sejumlah kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat meningkatkan peluang terkena kanker dalam jangka panjang.
Beberapa kebiasaan tersebut sering terlihat sepele, padahal jika dilakukan terus-menerus bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Dengan mengetahui hal ini, seseorang bisa lebih bijak dalam menjaga pola hidup demi kesehatan jangka panjang.
Melansir English Jagran, berikut enam kebiasaan yang diam-diam dapat meningkatkan risiko kanker.
- Gaya hidup kurang gerak
Duduk dalam waktu lama dan kurangnya olahraga tidak hanya dapat menyebabkan obesitas, tetapi juga peradangan ringan dan perubahan profil hormonal.
Hal ini pada gilirannya menciptakan lingkungan biologis yang mendukung inisiasi dan perkembangan kanker.
- Kebiasaan tidur yang buruk
Kurang tidur atau tidur yang tidak teratur merupakan salah satu penyebab penurunan produksi melatonin.
Melatonin adalah hormon dengan efek antikanker dan perlindungan.
Pola tidur-bangun yang terganggu mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga regulasi berkurang dan sel-sel ganas lebih leluasa berkembang biak.
- Stres kronis
Stres yang berkepanjangan berdampak pada kortisol serta kekuatan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, paparan stres yang berlebihan akan mengubah seseorang menjadi pasien kanker karena kondisi sistem kekebalan tubuh yang terganggu.
- Konsumsi alkohol
Bahkan jumlah alkohol yang sedang pun dapat menjadi faktor risiko kanker.
Mekanisme konversi alkohol yang lama mengubahnya menjadi asetaldehida, karsinogen yang sangat berbahaya yang sering ditemukan pada kanker payudara, kanker hati, dan kanker mulut.
- Penggunaan tembakau
Baik dihisap atau dikunyah, tembakau tetap menjadi salah satu agen penyebab kanker yang paling ampuh.
Ini adalah salah satu alasan utama mengapa risiko kanker meningkat di berbagai sistem organ sebagai akibat dari tindakannya langsung pada kerusakan DNA seluler.
- Melewatkan pemeriksaan pencegahan
Dengan menunda pemeriksaan kesehatan dan skrining yang diperlukan secara teratur, sebagian besar orang baru mendiagnosis penyakit pada stadium lanjut ketika situasinya sudah rumit.


