27.2 C
Jakarta
Wednesday, January 7, 2026

Perut Buncit Susah Hilang? Ahli Ungkap 4 Kebiasaan Ini Biang Lemak Visceral

PROKALTENG.CO – Lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di sekitar organ perut, bukan sekadar soal penampilan. Jenis lemak ini berkaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, hingga penyakit jantung.

Pendiri Wise Bite Nutrition, Raksha Shah, M.A., RDN, menegaskan bahwa tingginya lemak di area perut menjadi sinyal risiko kesehatan jangka panjang. Karena itu, memahami kebiasaan yang justru memicu penumpukan lemak visceral menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengecilkan perut sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Seperti dikutip dari Eating Well, Minggu (4/1), para ahli gizi menyarankan ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika ingin menurunkan lemak perut. Berikut empat di antaranya.

1. Terlalu sering minum soda manis
Minuman bersoda dengan gula tambahan tinggi memberi lonjakan kalori tanpa rasa kenyang atau nilai gizi. Gula berlebih ini akan diproses hati menjadi lemak dan lama-kelamaan menumpuk di sekitar organ perut. Tak heran, konsumsi soda manis kerap dikaitkan dengan peningkatan lemak visceral. Air putih atau teh tanpa gula menjadi pilihan yang jauh lebih aman.

Baca Juga :  9.381 Warga Palangka Raya Nikmati Program Cek Kesehatan Gratis, Kini Fokus kepada Anak Sekolah

2. Stres dibiarkan menumpuk
Stres kronis yang tak terkelola membuat usaha mengecilkan perut makin berat. Praktisi nutrisi Toby Amidor, M.S., RD, menjelaskan stres memicu pelepasan hormon kortisol yang mendorong penyimpanan lemak di perut. Studi menunjukkan orang dengan tingkat stres tinggi cenderung memiliki lemak visceral lebih banyak. Olahraga ringan atau melakukan aktivitas yang disukai bisa membantu menurunkan stres.

3. Kebiasaan merokok
Merokok dalam jangka panjang, terutama dengan ketergantungan nikotin tinggi, juga berkontribusi pada peningkatan lemak visceral. Nikotin menaikkan kadar kortisol dan mengubah distribusi lemak tubuh. Bahkan orang yang tampak kurus pun bisa menyimpan lemak berbahaya di perut akibat kebiasaan ini.

4. Kurang tidur
Kurang tidur kronis mengacaukan hormon pengatur nafsu makan dan stres. Saat waktu tidur tidak cukup, tubuh memproduksi lebih banyak ghrelin (hormon lapar) dan lebih sedikit leptin (hormon kenyang). Akibatnya, keinginan makan meningkat dan asupan kalori berlebih sulit dihindari. Kurang tidur juga menaikkan kadar kortisol.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tanda Orang Matang Secara Emosional, Salah Satunya Berempati

Amidor menyarankan tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jadwal tidur yang konsisten dan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan dinilai efektif membantu menyeimbangkan hormon, mengendalikan nafsu makan, serta menciptakan kondisi ideal untuk mengurangi lemak perut. (ant)

PROKALTENG.CO – Lemak visceral, yakni lemak yang menumpuk di sekitar organ perut, bukan sekadar soal penampilan. Jenis lemak ini berkaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, hingga penyakit jantung.

Pendiri Wise Bite Nutrition, Raksha Shah, M.A., RDN, menegaskan bahwa tingginya lemak di area perut menjadi sinyal risiko kesehatan jangka panjang. Karena itu, memahami kebiasaan yang justru memicu penumpukan lemak visceral menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengecilkan perut sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Seperti dikutip dari Eating Well, Minggu (4/1), para ahli gizi menyarankan ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika ingin menurunkan lemak perut. Berikut empat di antaranya.

Electronic money exchangers listing

1. Terlalu sering minum soda manis
Minuman bersoda dengan gula tambahan tinggi memberi lonjakan kalori tanpa rasa kenyang atau nilai gizi. Gula berlebih ini akan diproses hati menjadi lemak dan lama-kelamaan menumpuk di sekitar organ perut. Tak heran, konsumsi soda manis kerap dikaitkan dengan peningkatan lemak visceral. Air putih atau teh tanpa gula menjadi pilihan yang jauh lebih aman.

Baca Juga :  9.381 Warga Palangka Raya Nikmati Program Cek Kesehatan Gratis, Kini Fokus kepada Anak Sekolah

2. Stres dibiarkan menumpuk
Stres kronis yang tak terkelola membuat usaha mengecilkan perut makin berat. Praktisi nutrisi Toby Amidor, M.S., RD, menjelaskan stres memicu pelepasan hormon kortisol yang mendorong penyimpanan lemak di perut. Studi menunjukkan orang dengan tingkat stres tinggi cenderung memiliki lemak visceral lebih banyak. Olahraga ringan atau melakukan aktivitas yang disukai bisa membantu menurunkan stres.

3. Kebiasaan merokok
Merokok dalam jangka panjang, terutama dengan ketergantungan nikotin tinggi, juga berkontribusi pada peningkatan lemak visceral. Nikotin menaikkan kadar kortisol dan mengubah distribusi lemak tubuh. Bahkan orang yang tampak kurus pun bisa menyimpan lemak berbahaya di perut akibat kebiasaan ini.

4. Kurang tidur
Kurang tidur kronis mengacaukan hormon pengatur nafsu makan dan stres. Saat waktu tidur tidak cukup, tubuh memproduksi lebih banyak ghrelin (hormon lapar) dan lebih sedikit leptin (hormon kenyang). Akibatnya, keinginan makan meningkat dan asupan kalori berlebih sulit dihindari. Kurang tidur juga menaikkan kadar kortisol.

Baca Juga :  Tanda Orang Matang Secara Emosional, Salah Satunya Berempati

Amidor menyarankan tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jadwal tidur yang konsisten dan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan dinilai efektif membantu menyeimbangkan hormon, mengendalikan nafsu makan, serta menciptakan kondisi ideal untuk mengurangi lemak perut. (ant)

Terpopuler

Artikel Terbaru