28.4 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Awas “Crot” di Mulut, Jajan Klepon Ini Kerap Bikin Tegang

PROKALTENG.CO –  Klepon adalah salah satu jajan tradisional Bali yang memiliki cita rasa unik dan khas. Jajan klepon terkenal karena menggunakan bahan utama berupa beras Bali yang memberikan tekstur kenyal dan lembut.

Keistimewaan klepon Bali tak hanya terletak pada teksturnya, tetapi juga pada isian gula merah yang manis di dalamnya. Proses pembuatan klepon dimulai dengan adonan tepung beras yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan yang elastis.

Adonan ini kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil, lalu diisi dengan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil. Setelah itu, bulatan adonan ditutup rapat, membentuk bola kecil yang kemudian direbus sebentar hingga matang.

Saat pertama kali menggigit klepon, langsung dapat merasakan kelembutan dari adonan beras yang kenyal. Memakan klepon tidak bisa digigit. Harus dilahap sekaligus.

Baca Juga :  SeiSapi, Sensasi Daging Asap ala NTT yang Menggoda

Jika digigit akan mengakibatkan gula di dalamnya langsung “crot” alias muncrat, sehingga dapat menodai pakaian atau cara makan yang berantakan.

Ketika dilahap sekaligus, mulut harus ditutup agar gula yang muncrat alias “crot” di dalam mulut tidak keluar dan berantakan.

Sensasi ini memberikan pengalaman unik bagi lidah yang membuat klepon begitu istimewa. Selain itu, gula merah yang meleleh dan memberikan rasa manis di mulut , menciptakan harmoni cita rasa antara kenyal, manis, dan gurih.

Selain sebagai camilan lezat, klepon merupakan warisan kuliner tradisional Bali. Jajan ini seringkali hadir dalam acara-acara khusus seperti upacara adat, perayaan keagamaan, atau festival tradisional

Klepon menjadi bukti bahwa kearifan lokal tradisional Bali dalam memadukan bahan-bahan sederhana, dapat menciptakan cita rasa yang luar biasa. Inilah yang menjadi alasan bahwa klepon patut dijaga keberlanjutannya. (pri/baliexpress)

Baca Juga :  DJ Shacho dan Miyabi Sambangi Panti Asuhan di Bali

PROKALTENG.CO –  Klepon adalah salah satu jajan tradisional Bali yang memiliki cita rasa unik dan khas. Jajan klepon terkenal karena menggunakan bahan utama berupa beras Bali yang memberikan tekstur kenyal dan lembut.

Keistimewaan klepon Bali tak hanya terletak pada teksturnya, tetapi juga pada isian gula merah yang manis di dalamnya. Proses pembuatan klepon dimulai dengan adonan tepung beras yang dicampur dengan air hingga membentuk adonan yang elastis.

Adonan ini kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil, lalu diisi dengan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil. Setelah itu, bulatan adonan ditutup rapat, membentuk bola kecil yang kemudian direbus sebentar hingga matang.

Saat pertama kali menggigit klepon, langsung dapat merasakan kelembutan dari adonan beras yang kenyal. Memakan klepon tidak bisa digigit. Harus dilahap sekaligus.

Baca Juga :  SeiSapi, Sensasi Daging Asap ala NTT yang Menggoda

Jika digigit akan mengakibatkan gula di dalamnya langsung “crot” alias muncrat, sehingga dapat menodai pakaian atau cara makan yang berantakan.

Ketika dilahap sekaligus, mulut harus ditutup agar gula yang muncrat alias “crot” di dalam mulut tidak keluar dan berantakan.

Sensasi ini memberikan pengalaman unik bagi lidah yang membuat klepon begitu istimewa. Selain itu, gula merah yang meleleh dan memberikan rasa manis di mulut , menciptakan harmoni cita rasa antara kenyal, manis, dan gurih.

Selain sebagai camilan lezat, klepon merupakan warisan kuliner tradisional Bali. Jajan ini seringkali hadir dalam acara-acara khusus seperti upacara adat, perayaan keagamaan, atau festival tradisional

Klepon menjadi bukti bahwa kearifan lokal tradisional Bali dalam memadukan bahan-bahan sederhana, dapat menciptakan cita rasa yang luar biasa. Inilah yang menjadi alasan bahwa klepon patut dijaga keberlanjutannya. (pri/baliexpress)

Baca Juga :  DJ Shacho dan Miyabi Sambangi Panti Asuhan di Bali
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru