Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Drama Adu Penalti, Singa Atlas Singkirkan The Oranje

Melihat timnya terus tertekan, Ronald Koeman melakukan perubahan taktik pada sekitar 20 menit terakhir pertandingan.

Ia kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan memasukkan Teun Koopmeiners menggantikan Nathan Ake, sementara Wout Weghorst masuk menggantikan Brian Brobbey.

Pergantian tersebut langsung memberikan dampak positif bagi Belanda. Wout Weghorst berhasil menyundul bola panjang ke depan yang diteruskan Summerville sebelum akhirnya jatuh ke kaki Cody Gakpo.

Tanpa membuang kesempatan, Gakpo melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan kiper Maroko pada menit ke-72.

Gol tersebut menjadi momen emosional bagi sang penyerang yang sebelumnya mengungkap kabar duka kehilangan calon buah hatinya, sehingga seluruh pemain Belanda ikut merayakan gol bersama dirinya.

Baca Juga :  Ranking FIFA Terbaru: Argentina Geser Prancis di Puncak

Bagaimana Maroko memaksakan extra time?

Saat Belanda tampak akan mengamankan kemenangan, Maroko menunjukkan mental luar biasa pada masa injury time.

Electronic money exchangers listing

Bek tengah Issa Diop berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke gawang Belanda pada menit 90+1 sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Gol telat tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Kedua tim sama-sama berupaya mencari gol kemenangan, tetapi pertahanan masing-masing masih mampu bertahan.

Peluang terbaik kembali dimiliki Maroko ketika Soufiane Rahimi mendapatkan kesempatan emas di depan gawang.

Namun, Bart Verbruggen melakukan penyelamatan spektakuler dari jarak dekat yang membuat Belanda tetap bertahan hingga babak tambahan waktu berakhir.

Karena tidak ada gol tambahan selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga :  Meksiko dan Korea Selatan Langsung Tancap Gas, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Memanas

Siapa penentu kemenangan Maroko lewat adu penalti?

Drama adu penalti berlangsung penuh ketegangan sejak eksekusi pertama. Maroko sebenarnya mengawali dengan buruk setelah Nabil El Aynaoui gagal menjalankan tugasnya.

Belanda memanfaatkan kesempatan tersebut ketika Teun Koopmeiners sukses mencetak gol. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama karena Justin Kluivert gagal mencetak gol pada tendangan berikutnya.

Maroko kemudian bangkit melalui keberhasilan Soufiane Rahimi dan Chemsdine Talibi. Wout Weghorst masih menjaga asa Belanda setelah menjalankan tugasnya dengan baik.

Melihat timnya terus tertekan, Ronald Koeman melakukan perubahan taktik pada sekitar 20 menit terakhir pertandingan.

Ia kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan memasukkan Teun Koopmeiners menggantikan Nathan Ake, sementara Wout Weghorst masuk menggantikan Brian Brobbey.

Pergantian tersebut langsung memberikan dampak positif bagi Belanda. Wout Weghorst berhasil menyundul bola panjang ke depan yang diteruskan Summerville sebelum akhirnya jatuh ke kaki Cody Gakpo.

Electronic money exchangers listing

Tanpa membuang kesempatan, Gakpo melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan kiper Maroko pada menit ke-72.

Gol tersebut menjadi momen emosional bagi sang penyerang yang sebelumnya mengungkap kabar duka kehilangan calon buah hatinya, sehingga seluruh pemain Belanda ikut merayakan gol bersama dirinya.

Baca Juga :  Ranking FIFA Terbaru: Argentina Geser Prancis di Puncak

Bagaimana Maroko memaksakan extra time?

Saat Belanda tampak akan mengamankan kemenangan, Maroko menunjukkan mental luar biasa pada masa injury time.

Bek tengah Issa Diop berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola ke gawang Belanda pada menit 90+1 sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Gol telat tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Kedua tim sama-sama berupaya mencari gol kemenangan, tetapi pertahanan masing-masing masih mampu bertahan.

Peluang terbaik kembali dimiliki Maroko ketika Soufiane Rahimi mendapatkan kesempatan emas di depan gawang.

Namun, Bart Verbruggen melakukan penyelamatan spektakuler dari jarak dekat yang membuat Belanda tetap bertahan hingga babak tambahan waktu berakhir.

Karena tidak ada gol tambahan selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga :  Meksiko dan Korea Selatan Langsung Tancap Gas, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Memanas

Siapa penentu kemenangan Maroko lewat adu penalti?

Drama adu penalti berlangsung penuh ketegangan sejak eksekusi pertama. Maroko sebenarnya mengawali dengan buruk setelah Nabil El Aynaoui gagal menjalankan tugasnya.

Belanda memanfaatkan kesempatan tersebut ketika Teun Koopmeiners sukses mencetak gol. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama karena Justin Kluivert gagal mencetak gol pada tendangan berikutnya.

Maroko kemudian bangkit melalui keberhasilan Soufiane Rahimi dan Chemsdine Talibi. Wout Weghorst masih menjaga asa Belanda setelah menjalankan tugasnya dengan baik.

Terpopuler

Artikel Terbaru