34 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Lewat Strategi Jitu, Hendra/Ahsan Kalahkan No 1 Korea dan Capai Final

PROKALTENG.CO-Ganda putra nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
sukses besar menembus partai puncak BWF World Tour Finals dalam dua edisi
secara beruntun.

Dalam pertandingan semifinal edisi 2020 di Impact Arena,
Bangkok, hari ini (30/1), Hendra/Ahsan menumbangkan ganda putra nomor satu
Korea Selatan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae dalam dua game dengan
skor 23-21 dan 21-13. Hendra/Ahsan menyelesaikan pertandingan dalam tempo 34 menit.

Ini adalah kemenangan pertama Hendra/Ahsan dalam empat
pertemuan dengan Choi/Seo. Tiga pertandingan sebelumnya, berakhir dengan
kekalahan bagi Hendra/Ahsan. Hasil negatif itu terjadi di final Hongkong Open
2019, perempat final Thailand Open I, dan penyisihan grup B BWF World Tour
Finals 2020.

“Akhirnya, kami berhasil mengalahkan ganda Korea,” kata
Ahsan dikutip dari media resmi BWF. “Strategi kami hari ini adalah menikmati
pertandingan. Sebab, jika kami bisa menikmati pertandingan, taktik kami berjalan
lancar dan kami leluasa menyerang mereka,” tambah Ahsan.

Pada game pertama,
pertandingan berjalan dengan sangat seru. Hendra/Ahsan mengendalikan permainan
dan memimpin dalam kondisi 12-9. Choi/Seo sempat menyamakan kedudukan dalam
posisi 18-18. Tetapi, Hendra/Ahsan mampu mencapai game point lebih
dulu dengan skor 20-18.

Pertandingan semakin menegangkan karena Choi/Seo berhasil
mengejar dan menyamakan kedudukan dengan skor 20-20 lalu 21-21. Dan setelah
empat kali mencapai game point, Hendra/Ahsan
merebut game pembuka itu dengan skor 23-21. Pertandingan yang
berjalan sangat intens tersebut, berlangsung dalam tempo 17 menit.

Baca Juga :  Ricuh Arena Tinju PON Papua, Petinju DKI Jakarta Digebuki Panitia

“Jangan buru-buru. Dorong ke tengah, setelah itu taruh
saja. Kita yang mainin arahnya,” begitu instruksi pelatih kepala ganda putra
Herry Iman Pierngadi kepada Hendra/Ahsan.

Arahan Herry IP itu jelas menyesuaikan dengan kekuatan
pertahanan Choi/Seo. Salah satu cara agar Hendra/Ahsan sukses membongkar
pertahanan lawan adalah smes-smes keras yang mengarah ke tengah.

Setelah itu, ketika melihat Choi/Seo masih bertahan dan
berdiri agak ke belakang, Hendra/Ahsan bisa menciptakan peluang mencetak angka
melalui variasi drop shot yang
mematikan. Cara itu sukses besar diaplikasikan pada game kedua.

Dan pasca kemenangan sulit di game pertama,
Hendra/Ahsan benar-benar mengontrol total pertandingan di game kedua. Mereka memimpin jauh dalam posisi 6-1,
10-3, dan 13-5. Choi/Seo sejatinya tidak menyerah begitu saja. Mereka terus
mengejar dan memberikan tekanan.

Tetapi, dalam posisi 15-11, lewat permainan taktis,
efektif, dan minim melakukan kesalahan sendiri, Hendra/Ahsan berhasil
melepaskan diri. Mereka mencetak tiga angka beruntun, terus melaju, dan
akhirnya memungkasi perlawanan Choi/Seo dengan skor 21-13 di game kedua.

Baca Juga :  Kalahkan 3 Provinsi Ini, Sofbol Kalteng Lolos PON

“Pasangan Korea sangat kuat dalam defense dan drive. Tetapi
hari ini kami berinisiatif menyerang lebih dulu untuk mendulang poin. Kami
hanya mencoba untuk menikmatinya,” ucap Ahsan.

“Taktik kami berjalan dengan lancar terutama dalam servis
dan pengembalian. Pertahanan mereka sangat bagus, jadi kami harus terus
mengubah arah pukulan bola, jadi tidak cuma menyerang,” imbuh Ahsan.

Ini adalah final keempat bagi Hendra/Ahsan pada ajang BWF
Superseries/World Tour Finals. Sebelumnya, mereka menembus final pada 2013,
2015, dan 2019. Ketiga final itu, sukses The Daddies tuntaskan
menjadi juara.

Besok, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan pemenang antara
ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin melawan pasangan Inggris Ben Lane/Sean
Vendy.

“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk besok.
Rasanya menyenangkan sekali bisa mencapai final lagi,” kata Hendra.

“Mungkin mereka (Choi/Seo) agak kelelahan karena Seo juga
bermain di ganda campuran. Tetapi hari ini kami terus mencoba bermain dengan
strategi kami. Kami kira, level kami semakin membaik dan membaik. Dan paling
penting adalah kami sangat menikmati pertandingan ini,” tambah Hendra.

PROKALTENG.CO-Ganda putra nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
sukses besar menembus partai puncak BWF World Tour Finals dalam dua edisi
secara beruntun.

Dalam pertandingan semifinal edisi 2020 di Impact Arena,
Bangkok, hari ini (30/1), Hendra/Ahsan menumbangkan ganda putra nomor satu
Korea Selatan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae dalam dua game dengan
skor 23-21 dan 21-13. Hendra/Ahsan menyelesaikan pertandingan dalam tempo 34 menit.

Ini adalah kemenangan pertama Hendra/Ahsan dalam empat
pertemuan dengan Choi/Seo. Tiga pertandingan sebelumnya, berakhir dengan
kekalahan bagi Hendra/Ahsan. Hasil negatif itu terjadi di final Hongkong Open
2019, perempat final Thailand Open I, dan penyisihan grup B BWF World Tour
Finals 2020.

“Akhirnya, kami berhasil mengalahkan ganda Korea,” kata
Ahsan dikutip dari media resmi BWF. “Strategi kami hari ini adalah menikmati
pertandingan. Sebab, jika kami bisa menikmati pertandingan, taktik kami berjalan
lancar dan kami leluasa menyerang mereka,” tambah Ahsan.

Pada game pertama,
pertandingan berjalan dengan sangat seru. Hendra/Ahsan mengendalikan permainan
dan memimpin dalam kondisi 12-9. Choi/Seo sempat menyamakan kedudukan dalam
posisi 18-18. Tetapi, Hendra/Ahsan mampu mencapai game point lebih
dulu dengan skor 20-18.

Pertandingan semakin menegangkan karena Choi/Seo berhasil
mengejar dan menyamakan kedudukan dengan skor 20-20 lalu 21-21. Dan setelah
empat kali mencapai game point, Hendra/Ahsan
merebut game pembuka itu dengan skor 23-21. Pertandingan yang
berjalan sangat intens tersebut, berlangsung dalam tempo 17 menit.

Baca Juga :  Ricuh Arena Tinju PON Papua, Petinju DKI Jakarta Digebuki Panitia

“Jangan buru-buru. Dorong ke tengah, setelah itu taruh
saja. Kita yang mainin arahnya,” begitu instruksi pelatih kepala ganda putra
Herry Iman Pierngadi kepada Hendra/Ahsan.

Arahan Herry IP itu jelas menyesuaikan dengan kekuatan
pertahanan Choi/Seo. Salah satu cara agar Hendra/Ahsan sukses membongkar
pertahanan lawan adalah smes-smes keras yang mengarah ke tengah.

Setelah itu, ketika melihat Choi/Seo masih bertahan dan
berdiri agak ke belakang, Hendra/Ahsan bisa menciptakan peluang mencetak angka
melalui variasi drop shot yang
mematikan. Cara itu sukses besar diaplikasikan pada game kedua.

Dan pasca kemenangan sulit di game pertama,
Hendra/Ahsan benar-benar mengontrol total pertandingan di game kedua. Mereka memimpin jauh dalam posisi 6-1,
10-3, dan 13-5. Choi/Seo sejatinya tidak menyerah begitu saja. Mereka terus
mengejar dan memberikan tekanan.

Tetapi, dalam posisi 15-11, lewat permainan taktis,
efektif, dan minim melakukan kesalahan sendiri, Hendra/Ahsan berhasil
melepaskan diri. Mereka mencetak tiga angka beruntun, terus melaju, dan
akhirnya memungkasi perlawanan Choi/Seo dengan skor 21-13 di game kedua.

Baca Juga :  Kalahkan 3 Provinsi Ini, Sofbol Kalteng Lolos PON

“Pasangan Korea sangat kuat dalam defense dan drive. Tetapi
hari ini kami berinisiatif menyerang lebih dulu untuk mendulang poin. Kami
hanya mencoba untuk menikmatinya,” ucap Ahsan.

“Taktik kami berjalan dengan lancar terutama dalam servis
dan pengembalian. Pertahanan mereka sangat bagus, jadi kami harus terus
mengubah arah pukulan bola, jadi tidak cuma menyerang,” imbuh Ahsan.

Ini adalah final keempat bagi Hendra/Ahsan pada ajang BWF
Superseries/World Tour Finals. Sebelumnya, mereka menembus final pada 2013,
2015, dan 2019. Ketiga final itu, sukses The Daddies tuntaskan
menjadi juara.

Besok, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan pemenang antara
ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin melawan pasangan Inggris Ben Lane/Sean
Vendy.

“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk besok.
Rasanya menyenangkan sekali bisa mencapai final lagi,” kata Hendra.

“Mungkin mereka (Choi/Seo) agak kelelahan karena Seo juga
bermain di ganda campuran. Tetapi hari ini kami terus mencoba bermain dengan
strategi kami. Kami kira, level kami semakin membaik dan membaik. Dan paling
penting adalah kami sangat menikmati pertandingan ini,” tambah Hendra.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru