PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belakangan ini, mulai membuat masyarakat resah.
Kondisi “Byar Pet” ini, sudah berlangsung cukup lama dan dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga menghambat roda perekonomian.
Merespons keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar bergerak cepat dengan memanggil jajaran manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meminta penjelasan resmi. Rapat koordinasi ini digelar langsung, di Aula Rapat Bupati, Senin (27/7).
Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, menyampaikan, pemanggilan ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti akar masalah dari pemadaman bergilir tersebut. Informasi detail dari pihak PLN dinilai sangat krusial, untuk menjawab keluhan dan aspirasi yang selama ini disampaikan warga kepada pemda.
Ia menginginkan, adanya gambaran utuh mengenai kondisi sistem kelistrikan saat ini, agar pemerintah dapat memberikan in formasi yang transparan kepada masyarakat.
“Kami ingin mendapat kepastian terkait krisis listrik yang melanda wilayah Kobar. Jangan sampai masyarakat terus-menerus resah, sehingga mutlak diperlukan penjelasan mengenai sampai kapan pasokan kelistrikan ini akan kembali normal,” tegas Nurhidayah
Menanggapi hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun, Saut Pardumoan, membeberkan sistem kelistrikan di Kabupaten Kobar saat ini, memang tengah mengalami defisit daya.
Kondisi krisis ini, melanda wilayah kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) akibat adanya gangguan teknis pada tiga unit pembangkit. (son/kpg)


