PORTO ALEGRE- Argentina
terhindar dari bencana usai mengalahkan Qatar 2-0 pada matchday terakhir Grup B
Copa America di Arena do Gremio, Porto Alegre, Senin (24/6) dini hari WIB.
Kemenangan itu membuat
La Albiceleste lolos ke perempat final. Sebelum laga tersebut, Lionel Messi cs
di bawah tekanan dan kritik, lantaran tampil buruk di dua pertandingan yakni
saat menghadapi Kolombia (kalah 0-2) dan imbang dengan Paraguay (1-1).
“Buat kami
Copa America 2019 baru dimulai setelah kemenangan ini,” kata Messi,
superstar Barcelona yang hari ini genap berusia 32 tahun.
Dalam laga melawan Qatar,
Messi tak mencetak gol. Dua gol Argentina disumbang Lautaro Martinez dan Sergio
Aguero.
“Yang penting
menang, melewati penyisihan grup dan lolos ke babak berikutnya,” ujar
Messi.
Messi menyinggung lapangan
yang menjadi tempat laga Tim Tango selama penyisihan Grup B Copa America 2019
buruk.
Dalam laga tersebut
Messi gagal mencetak gol. Sejumlah peluang emas, termasuk saat di depan gawang
dan mendapat ruang untuk menembak, juga gagal dikonversi Messi menjadi gol.
“Bola memantul banyak dan Anda perlu kontrol ekstra untuk
menghentikannya,” imbuh superstar milik Barcelona itu.
Pelatih Argentina
Lionel Scaloni juga sepakat dengan Messi soal lapangan. “Mungkin orang
menganggap saya cuma mengarang, seolah saya mencari alasan. Namun, memang
buktinya seperti itu,” ujar Scaloni.
“Semua lapangan
tempat kami bermain buruk,” kata Messi seperti dikutip dari Marca.
Di perempat final,
Argentina akan meladeni Venezuela (runner-up Grup A). “Saya pikir selama
ini kami terlalu tegang. Kemenangan atas Qatar memberikan kekuatan baru sebagai
tim,” pungkas Messi. Sementara, di laga lain, Kolombia menang atas Paraguay.
Dengan hasil ini, peluang lolos Paraguay bergantung dari pertandingan Ekuador
melawan Jepang.(adk/jpnn)