Keajaiban Sihir Lionel Messi yang Belum Memudar
Laju impresif Argentina dalam mempertahankan trofi emas Piala Dunia tidak lepas dari kontribusi masif sang kapten. Lewat torehan tiga gol ke gawang Aljazair, Messi kini berhasil menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Catatan emas tersebut juga menandai hat-trick pertama Messi sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen akbar FIFA. Ia bahkan nyaris menambah pundi-pundi golnya jika wasit tidak menganulir satu sepakan lainnya karena jebakan offside.
Hingga saat ini, mantan penyerang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) yang kini membela klub Major League Soccer (MLS) Inter Miami tersebut sudah mengoleksi total 16 gol di panggung Piala Dunia.
Laga melawan Aljazair kemarin juga menorehkan tinta emas tersendiri bagi perjalanan karier internasional Messi yang luar biasa. Pertandingan tersebut menjadi penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional Argentina sejak memulai debutnya pada tahun 2005 silam saat masih berusia 18 tahun.
Kendati demikian, aksi heroik sang megabintang sempat menyisakan kontroversi bagi kubu lawan. Timnas Aljazair melayangkan protes keras dan mengklaim bahwa wasit seharusnya mengusir Messi dari lapangan akibat insiden menginjak betis kapten mereka, Aissa Mandi. Aljazair bahkan telah meneruskan pengaduan resmi ini kepada komisi wasit FIFA.
Keajaiban Sihir Lionel Messi yang Belum Memudar
Laju impresif Argentina dalam mempertahankan trofi emas Piala Dunia tidak lepas dari kontribusi masif sang kapten. Lewat torehan tiga gol ke gawang Aljazair, Messi kini berhasil menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Catatan emas tersebut juga menandai hat-trick pertama Messi sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen akbar FIFA. Ia bahkan nyaris menambah pundi-pundi golnya jika wasit tidak menganulir satu sepakan lainnya karena jebakan offside.
Hingga saat ini, mantan penyerang Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) yang kini membela klub Major League Soccer (MLS) Inter Miami tersebut sudah mengoleksi total 16 gol di panggung Piala Dunia.
Laga melawan Aljazair kemarin juga menorehkan tinta emas tersendiri bagi perjalanan karier internasional Messi yang luar biasa. Pertandingan tersebut menjadi penampilannya yang ke-200 bersama tim nasional Argentina sejak memulai debutnya pada tahun 2005 silam saat masih berusia 18 tahun.
Kendati demikian, aksi heroik sang megabintang sempat menyisakan kontroversi bagi kubu lawan. Timnas Aljazair melayangkan protes keras dan mengklaim bahwa wasit seharusnya mengusir Messi dari lapangan akibat insiden menginjak betis kapten mereka, Aissa Mandi. Aljazair bahkan telah meneruskan pengaduan resmi ini kepada komisi wasit FIFA.