Persiapan tim nasional Malaysia menghadapi rangkaian turnamen regional penting terganggu setelah sejumlah figur kunci dalam struktur tim mengundurkan diri. Pelatih kepala timnas Peter Cklamovski, resmi meninggalkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), disusul oleh pelatih tim U-23, Nafuzi Zain, serta beberapa staf penting lainnya.
Kepergian sang pelatih terjadi hanya beberapa pekan sebelum dimulainya AFF Asean Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli sehingga membuat persiapan Harimau Malaya terganggu.
Cklamovski mengonfirmasi pengunduran dirinya pada Kamis (18/6) dengan alasan ingin mencari tantangan baru setelah memimpin tim nasional dalam periode yang penuh dinamika.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak atas dukungan yang telah diberikan, serta atas pengertian terhadap keputusan saya untuk mengambil tantangan baru,” ujar Cklamovski dalam pernyataan resminya dikutip dari New Straits Times.
Cklamovski juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain dan staf yang telah bekerja keras selama masa kepemimpinannya, serta berharap sepak bola Malaysia terus berkembang di masa depan.
“Sepak bola Malaysia memiliki potensi luar biasa. Semangat para pendukung, bakat para pemain, dan kecintaan terhadap olahraga ini adalah hal yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Selain Cklamovski, Nafuzi Zain juga menyampaikan salam perpisahan kepada tim U-23 Malaysia. Nafuzi mengaku keputusan yang diambilnya bukan hal mudah, mengingat kedekatannya dengan para pemain muda.
“Sangat tidak mudah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tim yang begitu dekat di hati saya,” kata Nafuzi. Nafuzi menyampaikan keyakinannya bahwa tim U-23 Malaysia akan terus berkembang dan menjadi aset penting bagi masa depan sepak bola nasional.
Selain dua nama itu, FAM juga mengumumkan perpisahan dengan beberapa figur lainnya, termasuk CEO tim nasional Rob Friend, staf teknis senior Matthew Smith dan Seiya Imazaki, serta pelatih kiper tim U-23 Yazid Yassin.
Dalam pernyataan resmi, FAM menjelaskan bahwa kontrak Rob Friend berakhir berdasarkan kesepakatan bersama per 1 Juni. Sementara itu, kontrak Cklamovski, Smith, dan Imazaki dihentikan per 16 Juni, sedangkan Nafuzi dan Yazid meninggalkan jabatan mereka pada 15 Juni.
“FAM menghormati setiap keputusan yang diambil dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan komitmen mereka selama bertugas bersama tim nasional,” tulis federasi dalam pernyataan resminya.
FAM juga menegaskan tengah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kelangsungan program tim nasional, termasuk mencari pengganti untuk posisi-posisi yang kosong.
Gelombang pengunduran diri itu sekaligus menandai berakhirnya proyek restrukturisasi besar yang diluncurkan FAM pada akhir 2024. Saat itu, Rob Friend ditunjuk sebagai CEO tim nasional dengan tugas membangun struktur baru guna memperkuat ekosistem sepak bola Malaysia.
Cklamovski sendiri didatangkan dengan reputasi apik, termasuk pengalaman bekerja bersama pelatih ternama Ange Postecoglou. Cklamovski pun dipercaya untuk memimpin Malaysia dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Namun, proyek ambisius itu kemudian dibayangi skandal besar terkait naturalisasi tujuh pemain yang memicu polemik dalam sepak bola Malaysia.
Meski FAM tidak secara langsung mengaitkan pengunduran diri para staf kepelatihan dengan kasus pemain naturalisasi, situasi itu menjadi perombakan terbesar sejak skandal mencuat.
Dengan jadwal padat di depan mata, termasuk AFF Asean Championship dan rencana FIFA Asean Cup yang akan digelar akhir tahun ini, FAM saat ini berpacu dengan waktu untuk menunjuk pelatih baru atau pelatih interim.(jpc)


