Peta persaingan Liga 2 musim 2026/2027 diperkirakan mengalami perubahan cukup signifikan setelah beberapa klub memutuskan berpindah homebase. Perubahan tersebut berimbas langsung pada pembagian grup kompetisi yang kini juga dikenal dengan nama Pegadaian Championship.
Musim depan, Liga 2 akan diikuti oleh 20 tim yang dibagi ke dalam dua wilayah, yakni Grup Barat dan Grup Timur.
Masing-masing grup berisi 10 tim dengan pembagian yang mempertimbangkan faktor geografis untuk menekan biaya perjalanan selama kompetisi berlangsung.
Perubahan mulai terlihat setelah Dejan FC dikabarkan memindahkan markasnya ke Jawa Timur. Klub tersebut disebut akan menggunakan Stadion Gelora 10 November di Surabaya sebagai kandang untuk musim baru.
Sementara itu, RANS Nusantara FC juga berencana berpindah homebase ke Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah sebelumnya sempat dikaitkan dengan opsi bermarkas di Mataram.
Masuknya Dejan FC dan RANS Nusantara FC ke kawasan Jawa Timur membuat komposisi wilayah Timur bertambah padat. Dampaknya, sejumlah klub yang sebelumnya berada di Grup Timur harus mengalami pergeseran wilayah.
Dua tim asal Jawa Tengah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus, menjadi klub yang terdampak dari perubahan tersebut. Keduanya diproyeksikan bergabung ke Grup Barat untuk musim 2026/2027.
Perpindahan ini menghadirkan tantangan baru bagi PSIS maupun Persiku. Di Grup Barat, kedua tim diperkirakan akan menghadapi lima klub asal Pulau Sumatera serta tiga tim dari Jawa Barat.
Situasi ini tentu membuat persaingan semakin menarik karena karakter permainan dan atmosfer pertandingan di wilayah Barat dikenal cukup kompetitif.
Di sisi lain, dua klub Jawa Tengah lainnya tetap berada di Grup Timur. Kendal Tornado FC tidak mengalami perubahan grup, begitu pula dengan pendatang baru Liga 2, Persis Solo, yang tetap menjadi bagian dari wilayah Timur.
Meski pembagian grup resmi masih menunggu pengumuman dari operator kompetisi, gambaran sementara ini sudah mulai memberikan gambaran mengenai peta persaingan Liga 2 musim depan.
Perubahan homebase yang dilakukan sejumlah klub ternyata tidak hanya berdampak pada lokasi pertandingan kandang, tetapi juga memengaruhi komposisi grup dan calon lawan yang akan dihadapi sepanjang musim.
Dengan potensi pertemuan klub-klub kuat di masing-masing wilayah, Liga 2 2026/2027 diprediksi kembali menyajikan persaingan ketat sejak pekan pertama kompetisi.(jpc)


