Ramadhan Sananta mengungkap dua alasan utama yang membuatnya mantap bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk Super League 2026/2027, yakni proyek dan ambisi klub yang dinilai sangat jelas serta kehadiran pelatih Bernardo Tavares.
Penyerang Timnas Indonesia itu resmi diperkenalkan di Surabaya pada Rabu (17/6/2026), menambah kekuatan lini depan Green Force untuk menghadapi musim baru dengan target tinggi.
Persebaya Surabaya kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad kompetitif menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Setelah aktif di bursa transfer, Green Force kini sukses mengamankan tanda tangan salah satu striker lokal terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Pemain berusia 23 tahun tersebut datang setelah menyelesaikan petualangannya bersama DPMM FC di Liga Malaysia.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor lini serang Persebaya Surabaya yang tengah dipersiapkan untuk bersaing di papan atas.
Mengapa Ramadhan Sananta Memilih Persebaya Surabaya?
Sananta menegaskan keputusan bergabung dengan Persebaya Surabaya bukan diambil secara sembarangan. Ada dua faktor besar yang membuat dirinya yakin menerima pinangan Green Force.
Menurut pemain kelahiran Daik, Kepulauan Riau, itu, proyek dan ambisi yang sedang dibangun Persebaya Surabaya menjadi daya tarik utama.
Ia melihat klub memiliki arah yang jelas untuk berkembang dan bersaing dalam beberapa musim ke depan.
“Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Selain itu, kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya,” ujar Sananta.
Kehadiran Bernardo Tavares menjadi faktor kedua yang tidak kalah penting. Hubungan baik yang sudah terjalin sebelumnya membuat Sananta memahami metode kerja pelatih asal Portugal tersebut.
Kepercayaan yang pernah diberikan Bernardo Tavares kepada dirinya menjadi modal berharga untuk kembali bekerja sama. Sananta percaya dirinya masih bisa berkembang lebih jauh di bawah arahan sang pelatih.
Kerinduan pada Atmosfer Kompetisi Indonesia
Sebelum kembali ke Tanah Air, Sananta menghabiskan satu musim bersama DPMM FC di Malaysia.
Pengalaman bermain di luar negeri memberinya banyak pelajaran yang memperkaya perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Meski demikian, ia mengaku merindukan atmosfer sepak bola Indonesia yang selama ini membesarkan namanya. Keinginan untuk kembali merasakan ketatnya persaingan kompetisi domestik menjadi salah satu alasan dirinya pulang.
“Setelah bermain di Malaysia, saya memang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia,” katanya.
Sananta juga menilai kualitas kompetisi nasional terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk kembali tampil di hadapan publik sepak bola Indonesia.
“Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini. Liga Indonesia juga sangat kompetitif karena setiap pertandingan selalu sulit diprediksi,” jelasnya.
Sebagai pemain yang sudah mencatatkan 18 penampilan bersama Timnas Indonesia, Sananta memahami tantangan yang akan dihadapi di kompetisi domestik.Namun, justru persaingan yang ketat itulah yang membuatnya semakin termotivasi.
Tak Sabar Merasakan Atmosfer GBT
Selain faktor proyek klub dan kehadiran Bernardo Tavares, Sananta juga mengaku antusias menyambut pengalaman bermain di Stadion Gelora Bung Tomo.
Stadion kebanggaan warga Surabaya tersebut sudah lama dikenal sebagai salah satu venue terbaik di Indonesia.
Menurutnya, GBT memiliki atmosfer pertandingan yang berbeda dibanding banyak stadion lain. Dukungan suporter yang memenuhi tribune selalu menciptakan energi besar bagi para pemain di lapangan.
“GBT merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia. Saya sudah tidak sabar bermain di sana dan merasakan langsung dukungan puluhan ribu Bonek dan Bonita, terutama saat pertandingan-pertandingan besar maupun laga derby,” tuturnya.
Antusiasme tersebut menjadi modal penting bagi Sananta untuk cepat beradaptasi. Bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatik diyakini akan menjadi pengalaman berharga dalam kariernya.
Janji untuk Bonek dan Bonita
Bergabung dengan Persebaya Surabaya berarti Sananta akan berada di bawah sorotan besar setiap pekannya. Sebab, Green Force memiliki salah satu basis pendukung terbesar dan paling loyal di Indonesia.
Sananta menyadari ekspektasi tinggi yang akan mengiringi setiap penampilannya bersama tim. Karena itu, ia bertekad menjawab kepercayaan tersebut dengan kerja keras dan kontribusi maksimal di atas lapangan.
“Bonek dan Bonita adalah salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. Dukungan mereka menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk selalu memberikan performa terbaik di setiap pertandingan. Saya ingin membalas kepercayaan mereka dengan kerja keras di lapangan,” tandasnya.
Kehadiran Sananta menjadi sinyal kuat ambisi Persebaya Surabaya untuk membangun skuad yang lebih kompetitif musim depan.
Dengan usia yang masih 23 tahun, pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia, serta hubungan baik dengan Bernardo Tavares, ia diharapkan menjadi salah satu tumpuan utama Green Force dalam perburuan prestasi di Super League 2026/2027.(jpc)


