Harapan bangkit di kandang sendiri berubah jadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya. Menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026), Green Force justru tumbang dengan skor 1-2 dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/2026.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya Surabaya sebenarnya mencoba tampil agresif. Namun, efektivitas justru menjadi milik tim tamu yang mampu mencuri gol cepat di awal laga.
Petaka datang saat laga baru berjalan 11 menit. Luiz Marcelo Morais dos Reis sukses memanfaatkan peluang hasil assist Roger Bonet Badia dan membawa Madura United unggul 0-1.
Gol cepat itu langsung membuat ritme permainan Persebaya Surabaya terganggu. Meski mencoba merespons, penyelesaian akhir yang buruk menjadi masalah klasik yang kembali muncul.
Francisco Israel Rivera Davalos sempat mengancam pada menit ke-13. Namun, peluang tersebut gagal menemui sasaran meski skema serangan dibangun dengan cukup rapi.
Tekanan terus dilancarkan Green Force melalui Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas. Sayangnya, beberapa tembakan yang dilepaskan masih bisa diamankan atau diblok lini pertahanan Madura United.
Peluang demi peluang terus tercipta sepanjang babak pertama. Namun, ketenangan di depan gawang menjadi pembeda mencolok antara kedua tim.
Bahkan, kartu kuning yang diterima Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas di menit ke-26 semakin menambah beban tim. Hingga turun minum, skor 0-1 untuk keunggulan Madura United tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Akan tetapi, justru Madura United yang kembali menunjukkan efektivitas luar biasa.
Gol kedua lahir pada menit ke-63 melalui pemain pengganti Riquelme Sousa Silva. Baru beberapa menit masuk, ia langsung mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan assist Fransiskus Alesandro Nimo Olepue.
Tertinggal dua gol membuat Persebaya Surabaya semakin tertekan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk mengubah jalannya pertandingan.
Masuknya Riyan Ardiansyah menjadi titik terang bagi Green Force. Ia mampu memberikan energi baru di lini depan yang sebelumnya terlihat buntu.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82. Riyan Ardiansyah sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah memaksimalkan assist Milos Raickovic.
Gol itu sempat membangkitkan harapan kebangkitan di sisa waktu pertandingan. Apalagi, Persebaya Surabaya terus menggempur pertahanan Madura United hingga menit akhir.
Namun, rapatnya lini belakang tim tamu membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol tambahan. Bahkan hingga tambahan waktu delapan menit, tidak ada gol penyama kedudukan yang tercipta.
Beberapa peluang emas di menit-menit akhir juga kembali terbuang sia-sia. Gustavo Fernandes Henrique Querino hingga Mihailo Perovic gagal memaksimalkan kesempatan yang ada.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Green Force justru tampil tidak efektif dan kurang tajam.
Hasil ini sekaligus memperpanjang tren negatif yang tengah dialami Persebaya Surabaya. Harapan untuk kembali ke jalur kemenangan kini semakin berat di tengah ketatnya persaingan.
Di sisi lain, Madura United tampil lebih disiplin dan efisien. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal dan menjaga keunggulan hingga akhir laga.
Kekalahan ini jelas menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih Persebaya Surabaya. Terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan sepanjang 90 menit.
Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin posisi Persebaya Surabaya akan semakin terancam. Apalagi, kompetisi Super League 2025/2026 kini memasuki fase krusial.
Bagi Bonek, hasil ini tentu sulit diterima. Harapan melihat tim kebanggaan bangkit justru berujung kekecewaan mendalam di kandang sendiri.
Persebaya Surabaya kini dituntut segera bangkit di laga berikutnya. Jika tidak, musim ini bisa menjadi salah satu yang paling mengecewakan bagi Green Force.(jpc)


