26.6 C
Jakarta
Saturday, January 17, 2026

Pesan Bruno Paraiba ke Bonek Bakar Optimisme Persebaya Surabaya Tembus Papan Atas

Religius dan pekerja keras menjadi dua kesan kuat yang langsung ditangkap Bonek dari sosok Bruno Paraiba. Pesan penuh iman yang disampaikan pemain asal Brasil itu membuat optimisme baru tumbuh di kalangan pendukung Persebaya Surabaya untuk menembus papan atas Super League 2025/2026.

Bruno Paraiba menjadi salah satu rekrutan asing yang dibawa Bernardo Tavares pada putaran kedua musim ini.

Kehadirannya menandai keseriusan Persebaya Surabaya membangun kekuatan baru demi memperbaiki performa kompetitif tim.

Selain Bruno Paraiba, manajemen Persebaya Surabaya juga mendatangkan Jefferson Silva dan Gustavo Fernandes di era Bernardo Tavares.

Tiga nama ini diproyeksikan memberi warna baru dalam struktur permainan tim, baik dari segi kualitas maupun karakter.

Bruno Paraiba sendiri didatangkan untuk menggantikan Diego Mauricio yang hengkang dari Persebaya Surabaya.

Kini, Persebaya Surabaya memiliki tiga striker asing yang siap menjadi mesin gol baru bersama Dejan Tumbas dan Mihailo Perovic.

Electronic money exchangers listing

Kesan mendalam langsung diberikan Bruno Paraiba saat menyapa Bonek melalui kanal media pribadinya.

Pemain berusia 31 tahun itu menegaskan nilai religiusitas dan etos kerja sebagai fondasi utama perjalanannya bersama Persebaya Surabaya.

“Dengan Tuhan membimbing setiap langkah perjalanan saya, saya datang untuk menghormati klub ini dengan kerja, disiplin, dan iman, percaya bahwa di mana Dia telah menempatkan saya persis di mana saya harus berjuang, bertumbuh dan memberikan yang terbaik setiap hari,” tulis Bruno Paraiba.

Pesan tersebut langsung mendapat respons positif dari suporter yang merindukan figur pemain berkarakter kuat di dalam dan luar lapangan.

Baca Juga :  Man City dan Bayern Favorit Utama, Hati-Hati Kuda Hitam di Lisbon

Bruno Paraiba memiliki nama lengkap Bruno Pereira de Albuquerque dan lahir di João Pessoa, Brasil, pada 20 Juli 1994.

Dengan tinggi badan 1,89 meter, ia menjadi salah satu pemain dengan postur paling ideal di skuad Persebaya Surabaya saat ini.

Secara posisi, Bruno Paraiba beroperasi sebagai gelandang tengah dengan fleksibilitas bermain di posisi striker.

Kemampuan ini memberi Bernardo Tavares banyak opsi taktis, terutama saat menghadapi situasi krusial dalam pertandingan.

Nilai pasar Bruno Paraiba saat ini mencapai Rp 3,04 miliar, angka yang mencerminkan pengalaman dan kualitasnya.

Ia resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026 dan langsung diproyeksikan sebagai pemain inti.

Rekam jejak karier Bruno Paraiba juga terbilang panjang dan matang. Total 195 pertandingan telah ia jalani di level profesional dengan kontribusi 40 gol dan 12 assist.

Catatan disiplin Bruno Paraiba tergolong cukup terkontrol. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi 36 kartu kuning dan dua kartu merah dalam total 10.901 menit bermain.

Deretan klub yang pernah dibelanya menunjukkan pengalaman lintas kompetisi yang luas. Nama-nama seperti Gimpo FC, Ventforet Kofu, FC Anyang, hingga Botafogo FC pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Bernardo Tavares memiliki alasan kuat merekrut Bruno Paraiba ke Persebaya Surabaya. Pelatih asal Portugal itu menegaskan pilihan pemain asing dilakukan dengan perhitungan matang sesuai anggaran klub.

“Ya, ada tiga pemain yang saya lihat. Saya pikir dengan anggaran yang diberikan klub, kami bisa mendapatkan tiga pemain ini. Kami berharap ketiga pemain ini dapat membantu kami,” ujar Bernardo Tavares.

Baca Juga :  Manajemen Persebaya Surabaya Siapkan Jurus Jitu Membangun Kekompakan Tim yang Solid

Pernyataan itu menegaskan Bruno Paraiba bukan rekrutan instan tanpa perencanaan.

Salah satu pertimbangan utama Bernardo Tavares adalah kebutuhan akan keseimbangan komposisi pemain. Persebaya Surabaya dinilai kerap kesulitan mengantisipasi situasi bola mati pada paruh pertama musim.

“Salah satu hal yang saya lihat di tim ini adalah kami tidak memiliki terlalu banyak pemain jangkung. Inilah sebabnya kami kebobolan banyak gol dari bola mati. Dan saya pikir penting untuk memiliki keseimbangan,” imbuhnya.

Postur tinggi Bruno Paraiba menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Bernardo Tavares juga menilai keseimbangan antara kecepatan dan tinggi badan sangat krusial di kompetisi Indonesia. Kombinasi dua aspek itu menjadi kunci menghadapi dinamika pertandingan yang intens.

“Penting untuk memiliki pemain yang tidak terlalu tinggi karena mereka memiliki kecepatan, tetapi juga penting untuk memiliki pemain yang tinggi untuk mereka,” ucap Bernardo Tavares.

Ia menekankan banyak momen penentu laga di Indonesia lahir dari situasi bola mati.

Kehadiran Bruno Paraiba membawa harapan baru bagi Persebaya Surabaya. Karakter religius, pekerja keras, serta pengalaman panjangnya membuat optimisme Bonek kian menguat.

Dengan komposisi pemain yang semakin seimbang dan pesan penuh iman dari Bruno Paraiba, Persebaya Surabaya diyakini punya modal kuat menembus papan atas.

Musim ini menjadi momentum pembuktian kerja keras dan keyakinan bisa berjalan beriringan di lapangan hijau. (jpc)

Religius dan pekerja keras menjadi dua kesan kuat yang langsung ditangkap Bonek dari sosok Bruno Paraiba. Pesan penuh iman yang disampaikan pemain asal Brasil itu membuat optimisme baru tumbuh di kalangan pendukung Persebaya Surabaya untuk menembus papan atas Super League 2025/2026.

Bruno Paraiba menjadi salah satu rekrutan asing yang dibawa Bernardo Tavares pada putaran kedua musim ini.

Kehadirannya menandai keseriusan Persebaya Surabaya membangun kekuatan baru demi memperbaiki performa kompetitif tim.

Electronic money exchangers listing

Selain Bruno Paraiba, manajemen Persebaya Surabaya juga mendatangkan Jefferson Silva dan Gustavo Fernandes di era Bernardo Tavares.

Tiga nama ini diproyeksikan memberi warna baru dalam struktur permainan tim, baik dari segi kualitas maupun karakter.

Bruno Paraiba sendiri didatangkan untuk menggantikan Diego Mauricio yang hengkang dari Persebaya Surabaya.

Kini, Persebaya Surabaya memiliki tiga striker asing yang siap menjadi mesin gol baru bersama Dejan Tumbas dan Mihailo Perovic.

Kesan mendalam langsung diberikan Bruno Paraiba saat menyapa Bonek melalui kanal media pribadinya.

Pemain berusia 31 tahun itu menegaskan nilai religiusitas dan etos kerja sebagai fondasi utama perjalanannya bersama Persebaya Surabaya.

“Dengan Tuhan membimbing setiap langkah perjalanan saya, saya datang untuk menghormati klub ini dengan kerja, disiplin, dan iman, percaya bahwa di mana Dia telah menempatkan saya persis di mana saya harus berjuang, bertumbuh dan memberikan yang terbaik setiap hari,” tulis Bruno Paraiba.

Pesan tersebut langsung mendapat respons positif dari suporter yang merindukan figur pemain berkarakter kuat di dalam dan luar lapangan.

Baca Juga :  Man City dan Bayern Favorit Utama, Hati-Hati Kuda Hitam di Lisbon

Bruno Paraiba memiliki nama lengkap Bruno Pereira de Albuquerque dan lahir di João Pessoa, Brasil, pada 20 Juli 1994.

Dengan tinggi badan 1,89 meter, ia menjadi salah satu pemain dengan postur paling ideal di skuad Persebaya Surabaya saat ini.

Secara posisi, Bruno Paraiba beroperasi sebagai gelandang tengah dengan fleksibilitas bermain di posisi striker.

Kemampuan ini memberi Bernardo Tavares banyak opsi taktis, terutama saat menghadapi situasi krusial dalam pertandingan.

Nilai pasar Bruno Paraiba saat ini mencapai Rp 3,04 miliar, angka yang mencerminkan pengalaman dan kualitasnya.

Ia resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026 dan langsung diproyeksikan sebagai pemain inti.

Rekam jejak karier Bruno Paraiba juga terbilang panjang dan matang. Total 195 pertandingan telah ia jalani di level profesional dengan kontribusi 40 gol dan 12 assist.

Catatan disiplin Bruno Paraiba tergolong cukup terkontrol. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi 36 kartu kuning dan dua kartu merah dalam total 10.901 menit bermain.

Deretan klub yang pernah dibelanya menunjukkan pengalaman lintas kompetisi yang luas. Nama-nama seperti Gimpo FC, Ventforet Kofu, FC Anyang, hingga Botafogo FC pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Bernardo Tavares memiliki alasan kuat merekrut Bruno Paraiba ke Persebaya Surabaya. Pelatih asal Portugal itu menegaskan pilihan pemain asing dilakukan dengan perhitungan matang sesuai anggaran klub.

“Ya, ada tiga pemain yang saya lihat. Saya pikir dengan anggaran yang diberikan klub, kami bisa mendapatkan tiga pemain ini. Kami berharap ketiga pemain ini dapat membantu kami,” ujar Bernardo Tavares.

Baca Juga :  Manajemen Persebaya Surabaya Siapkan Jurus Jitu Membangun Kekompakan Tim yang Solid

Pernyataan itu menegaskan Bruno Paraiba bukan rekrutan instan tanpa perencanaan.

Salah satu pertimbangan utama Bernardo Tavares adalah kebutuhan akan keseimbangan komposisi pemain. Persebaya Surabaya dinilai kerap kesulitan mengantisipasi situasi bola mati pada paruh pertama musim.

“Salah satu hal yang saya lihat di tim ini adalah kami tidak memiliki terlalu banyak pemain jangkung. Inilah sebabnya kami kebobolan banyak gol dari bola mati. Dan saya pikir penting untuk memiliki keseimbangan,” imbuhnya.

Postur tinggi Bruno Paraiba menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Bernardo Tavares juga menilai keseimbangan antara kecepatan dan tinggi badan sangat krusial di kompetisi Indonesia. Kombinasi dua aspek itu menjadi kunci menghadapi dinamika pertandingan yang intens.

“Penting untuk memiliki pemain yang tidak terlalu tinggi karena mereka memiliki kecepatan, tetapi juga penting untuk memiliki pemain yang tinggi untuk mereka,” ucap Bernardo Tavares.

Ia menekankan banyak momen penentu laga di Indonesia lahir dari situasi bola mati.

Kehadiran Bruno Paraiba membawa harapan baru bagi Persebaya Surabaya. Karakter religius, pekerja keras, serta pengalaman panjangnya membuat optimisme Bonek kian menguat.

Dengan komposisi pemain yang semakin seimbang dan pesan penuh iman dari Bruno Paraiba, Persebaya Surabaya diyakini punya modal kuat menembus papan atas.

Musim ini menjadi momentum pembuktian kerja keras dan keyakinan bisa berjalan beriringan di lapangan hijau. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/