28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

BAYERN PERKASA, BARCA BINASA

KEMENANGAN Bayern Muenchen atas Barcelona
dengan skor 8-2 di perempat final Liga Champions, Sabtu (15/8) dini hari WIB,
menempati urutan ketiga skor terbesar dalam dalam laga Liga Champions.
Keberhasilan Bayern membinasakan Barca dengan 8-2 itu adalah skor tertinggi
dalam pertandingan sistem gugur di era Liga Champions, tetapi itu belum menjadi
pertandingan dengan gol terbanyak dalam sejarah kompetisi. Gol terbanyak atau
skor tertinggi dicetak dalam laga Borussia Dortmund, yang mengalahkan Legia
Warszawa 8-4 dalam pertandingan grup pada November 2016.

Kemenangan terkenal Monaco 8-3 melawan
Deportivo pada tahun 2003 menempati posisi kedua.

Kemudian, barulah Bayern duduk di posisi
ketiga, yang dengan sadis mencukur Barca 8-2. Pelatih Bayern Muenchen Hansi
Flick mengatakan para pemainnya layak mendapat waktu merayakan kemenangan atas
Barca itu.

Namun, Flick mengatakan para pemainnya tidak
boleh jemawa, lantaran hasil tersebut baru sebatas mengantar mereka ke
semifinal.

Flick merupakan asisten pelatih timnas Jerman
yang menghancurkan tim tuan rumah Brasil 7-1 di Piala Dunia 2014, sebelum
akhirnya finis menjadi juara di ajang tertinggi sepak bola tersebut. “Anda
tahu bahwa saya tidak melihat ke belakang karena hanya saat ini dan sekarang
yang penting,” kata Flick kepada wartawan ketika ditanya perbandingan
dengan kemenangan timnas Jerman pada 2014. “Ya, kami memainkan permainan
yang luar biasa dan kami bisa bahagia, tetapi kami semua tahu kami masih
memiliki kerja keras yang harus dilakukan bila kami ingin berdiri di tempat
yang kami inginkan,” tutur pelatih asal Jerman berusia 55 tahun tersebut.
Bayern telah memenangi liga dan piala domestik musim ini dan berpeluang
mencetak treble (jika juara gelar Liga Champions), seperti yang mereka lakukan
pada pada 2013.

Baca Juga :  Babak Pertama, 1 Gol Yanto Basna Bawa Kalteng Putra Ungguli Persewar

KEMENANGAN Bayern Muenchen atas Barcelona
dengan skor 8-2 di perempat final Liga Champions, Sabtu (15/8) dini hari WIB,
menempati urutan ketiga skor terbesar dalam dalam laga Liga Champions.
Keberhasilan Bayern membinasakan Barca dengan 8-2 itu adalah skor tertinggi
dalam pertandingan sistem gugur di era Liga Champions, tetapi itu belum menjadi
pertandingan dengan gol terbanyak dalam sejarah kompetisi. Gol terbanyak atau
skor tertinggi dicetak dalam laga Borussia Dortmund, yang mengalahkan Legia
Warszawa 8-4 dalam pertandingan grup pada November 2016.

Kemenangan terkenal Monaco 8-3 melawan
Deportivo pada tahun 2003 menempati posisi kedua.

Kemudian, barulah Bayern duduk di posisi
ketiga, yang dengan sadis mencukur Barca 8-2. Pelatih Bayern Muenchen Hansi
Flick mengatakan para pemainnya layak mendapat waktu merayakan kemenangan atas
Barca itu.

Namun, Flick mengatakan para pemainnya tidak
boleh jemawa, lantaran hasil tersebut baru sebatas mengantar mereka ke
semifinal.

Flick merupakan asisten pelatih timnas Jerman
yang menghancurkan tim tuan rumah Brasil 7-1 di Piala Dunia 2014, sebelum
akhirnya finis menjadi juara di ajang tertinggi sepak bola tersebut. “Anda
tahu bahwa saya tidak melihat ke belakang karena hanya saat ini dan sekarang
yang penting,” kata Flick kepada wartawan ketika ditanya perbandingan
dengan kemenangan timnas Jerman pada 2014. “Ya, kami memainkan permainan
yang luar biasa dan kami bisa bahagia, tetapi kami semua tahu kami masih
memiliki kerja keras yang harus dilakukan bila kami ingin berdiri di tempat
yang kami inginkan,” tutur pelatih asal Jerman berusia 55 tahun tersebut.
Bayern telah memenangi liga dan piala domestik musim ini dan berpeluang
mencetak treble (jika juara gelar Liga Champions), seperti yang mereka lakukan
pada pada 2013.

Baca Juga :  Babak Pertama, 1 Gol Yanto Basna Bawa Kalteng Putra Ungguli Persewar
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru