27.2 C
Jakarta
Tuesday, January 20, 2026

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak : Jadi Juara di Setengah Musim Liga Tidak Terlalu Penting

Persib Bandung memuncaki klasemen Super League 2025/2026 hingga pekan ke-17. Maung Bandung mengumpulkan 38 poin, unggul tipis satu angka atas posisi kedua Borneo FC Samarinda.

Namun, meski jadi juara paruh musim, Pelatih Persib Bojan Hodak menyambut situasi itu dengan ‘dingin’. Tak ada selebrasi berlebih untuk status itu.

“Ini baru separuh musim dan kompetisi ini baru akan berakhir pada bulan Mei. Jadi, juara di setengah musim liga tidak terlalu penting. Sekarang kami punya beberapa hari jeda sebelum memulai putaran kedua,” papar Hodak dikutip dari situs resmi liga.

Jadi, juara di paruh musim memang tak memberi garansi jadi juara. Lihat saja dalam lima musim terakhir Liga Indonesia hanya Persib, PSM Makassar, dan Bali United yang bablas jadi juara setelah memuncaki klasemen di paruh musim.

Persib, PSM, dan Bali United jadi juara di paruh musim serta akhir musim pada musim 2024/2025, 2022/2023, serta 2019.

Baca Juga :  Mentalitas Monster Bruno Moreira Bikin Pelatih Bernardo Tavares Penuh Senyum

Bagaimana dengan para juara paruh musim yang tak jadi juara di akhir musim? Data di Flashscore menunjukkan Borneo FC serta Bhayangkara FC adalah tim yang apes pada musim 2023/2024 serta 2021/2022.

Sebab, setelah jadi ‘juara tanpa piala’ di paruh musim, mereka justru menangis karena kehilangan gelar di akhir musim. Di akhir 2023/2024, Persib yang jadi juara. Sedangkan Bali United yang memegang trofi juara musim 2021-2022.

Electronic money exchangers listing

Di musim 2023/2024, Borneo FC sebetulnya memuncaki paruh dan akhir musim reguler. Namun, karena di musim itu format Championship diperkenalkan, yaitu empat besar seri reguler bertanding lagi dengan sistem home-away, Borneo FC malah gagal di fase menentukan.

Justru Persib yang kemudian moncer di babak Championship 2023/2024. Kita tahu Persib jadi juara di musim itu dengan mengalahkan Madura United dengan agregat 6-1 di final Championship.

Padahal, saat babak reguler, Persib ada di bawah Borneo FC. Maung Bandung finis di posisi runner-up di bawah Borneo FC di babak yang mempertandingkan 34 laga itu. Di sisi lain, putaran kedua musim ini akan semakin menantang bagi Persib. Sebab, selain berkompetisi di dalam negeri, Persib juga masih bertanding di level Asia.

Baca Juga :  Malut United FC Kembali ke Puncak, Dewa United Banten Terperosok di Papan Bawah

Bulan depan, Persib akan melakoni laga 16 besar Champions League Two 2025/2026. Di fase knock-out ini, Mark Klok dkk menghadapi wakil Thailand Ratchaburi FC.

Dikutip dari situs liga, Hodak memberikan waktu libur kepada pemainnya hingga Kamis (15/1). Tim akan kembali intensif berlatih mulai Jumat (16/1) guna mempersiapkan duel melawan PSBS Biak pada 25 Januari.

“Sekarang kami punya waktu dua pekan untuk pemulihan agar pemain bugar sepenuhnya lalu menatap putaran kedua. Kami juga masih akan bermain di AFC Champions League Two dan memiliki laga tambahan, mungkin bisa dua atau empat,” bebernya.(jpc)

 

Persib Bandung memuncaki klasemen Super League 2025/2026 hingga pekan ke-17. Maung Bandung mengumpulkan 38 poin, unggul tipis satu angka atas posisi kedua Borneo FC Samarinda.

Namun, meski jadi juara paruh musim, Pelatih Persib Bojan Hodak menyambut situasi itu dengan ‘dingin’. Tak ada selebrasi berlebih untuk status itu.

“Ini baru separuh musim dan kompetisi ini baru akan berakhir pada bulan Mei. Jadi, juara di setengah musim liga tidak terlalu penting. Sekarang kami punya beberapa hari jeda sebelum memulai putaran kedua,” papar Hodak dikutip dari situs resmi liga.

Electronic money exchangers listing

Jadi, juara di paruh musim memang tak memberi garansi jadi juara. Lihat saja dalam lima musim terakhir Liga Indonesia hanya Persib, PSM Makassar, dan Bali United yang bablas jadi juara setelah memuncaki klasemen di paruh musim.

Persib, PSM, dan Bali United jadi juara di paruh musim serta akhir musim pada musim 2024/2025, 2022/2023, serta 2019.

Baca Juga :  Mentalitas Monster Bruno Moreira Bikin Pelatih Bernardo Tavares Penuh Senyum

Bagaimana dengan para juara paruh musim yang tak jadi juara di akhir musim? Data di Flashscore menunjukkan Borneo FC serta Bhayangkara FC adalah tim yang apes pada musim 2023/2024 serta 2021/2022.

Sebab, setelah jadi ‘juara tanpa piala’ di paruh musim, mereka justru menangis karena kehilangan gelar di akhir musim. Di akhir 2023/2024, Persib yang jadi juara. Sedangkan Bali United yang memegang trofi juara musim 2021-2022.

Di musim 2023/2024, Borneo FC sebetulnya memuncaki paruh dan akhir musim reguler. Namun, karena di musim itu format Championship diperkenalkan, yaitu empat besar seri reguler bertanding lagi dengan sistem home-away, Borneo FC malah gagal di fase menentukan.

Justru Persib yang kemudian moncer di babak Championship 2023/2024. Kita tahu Persib jadi juara di musim itu dengan mengalahkan Madura United dengan agregat 6-1 di final Championship.

Padahal, saat babak reguler, Persib ada di bawah Borneo FC. Maung Bandung finis di posisi runner-up di bawah Borneo FC di babak yang mempertandingkan 34 laga itu. Di sisi lain, putaran kedua musim ini akan semakin menantang bagi Persib. Sebab, selain berkompetisi di dalam negeri, Persib juga masih bertanding di level Asia.

Baca Juga :  Malut United FC Kembali ke Puncak, Dewa United Banten Terperosok di Papan Bawah

Bulan depan, Persib akan melakoni laga 16 besar Champions League Two 2025/2026. Di fase knock-out ini, Mark Klok dkk menghadapi wakil Thailand Ratchaburi FC.

Dikutip dari situs liga, Hodak memberikan waktu libur kepada pemainnya hingga Kamis (15/1). Tim akan kembali intensif berlatih mulai Jumat (16/1) guna mempersiapkan duel melawan PSBS Biak pada 25 Januari.

“Sekarang kami punya waktu dua pekan untuk pemulihan agar pemain bugar sepenuhnya lalu menatap putaran kedua. Kami juga masih akan bermain di AFC Champions League Two dan memiliki laga tambahan, mungkin bisa dua atau empat,” bebernya.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru