Semifinal Prancis vs Spanyol: Final yang Terlalu Cepat!

Mereka menjadi kiblat sepak bola banyak tim Piala Dunia 2026

Oleh karena itu, pertemuan di antara mereka adalah adu gengsi dan adu supremasi antara dua kiblat sepak bola, yang sama-sama menyerang tapi dengan penekanan penguasaan bola yang berbeda.

Jika penguasaan bola yang dilakukan Prancis lebih cair dan lebih vertikal, serta mengandalkan fisik yang kekar, maka Spanyol melakukannya lebih horisontal, yang berpusat pada umpan-umpan pendek, kendali posisi, dan penguasaan teknik, yang dikenal dengan tiki-taka.

Rodri vs Michael Olise

Namun berbeda dengan pelatih-pelatih Spanyol sebelumnya, Luis de la Fuente lebih pragmatis.

Pragmatisme itu terlihat saat menghadapi Belgia, yang kuat di lapangan tengah.

Baca Juga :  Ronaldo Sebut Portugal Harus Belajar Menderita Jika Ingin Juara Piala Dunia 2026

Biasa menempatkan poros tunggal Rodri dalam formasi 4-1-2-3, de la Fuente mengubah pola ini dengan menyandingkan Rodri dengan Fabian Ruiz dalam pola 4-2-3-1.

Electronic money exchangers listing

Seperti Belgia, Prancis juga memiliki duet lapangan yang kuat, yang sejauh ini efektif dijalankan oleh Adrien Rabiot dan Auriel Tchouameni atau Manu Kone.

Untuk itu, mungkin saja de la Fuente mempertahankan pola bermain seperti saat mengalahkan Belgia dalam perempat final.

Jika itu yang terjadi, maka akan ada persaingan terbuka untuk adu klinis, antara kuartet serang Les Bleus dan la Roja.

Apakah kuartet Desire Doue, Michael Olise dan Ousmane Dembele dengan ujung tombak Kylian Mbappe lebih tajam dari pada kuartet Alex Baena, Dani Olmo dan Lamine Yamal dengan ujung tombak Mikel Oyarzabal?

Baca Juga :  KESEMPATAN MEMBALAS

Semua akan tergantung bagaimana lini tengah dikuasai, dan bagaimana lini belakang bereaksi dari sengatan para kuartet serang kedua tim.

Mereka menjadi kiblat sepak bola banyak tim Piala Dunia 2026

Oleh karena itu, pertemuan di antara mereka adalah adu gengsi dan adu supremasi antara dua kiblat sepak bola, yang sama-sama menyerang tapi dengan penekanan penguasaan bola yang berbeda.

Jika penguasaan bola yang dilakukan Prancis lebih cair dan lebih vertikal, serta mengandalkan fisik yang kekar, maka Spanyol melakukannya lebih horisontal, yang berpusat pada umpan-umpan pendek, kendali posisi, dan penguasaan teknik, yang dikenal dengan tiki-taka.

Electronic money exchangers listing

Rodri vs Michael Olise

Namun berbeda dengan pelatih-pelatih Spanyol sebelumnya, Luis de la Fuente lebih pragmatis.

Pragmatisme itu terlihat saat menghadapi Belgia, yang kuat di lapangan tengah.

Baca Juga :  Ronaldo Sebut Portugal Harus Belajar Menderita Jika Ingin Juara Piala Dunia 2026

Biasa menempatkan poros tunggal Rodri dalam formasi 4-1-2-3, de la Fuente mengubah pola ini dengan menyandingkan Rodri dengan Fabian Ruiz dalam pola 4-2-3-1.

Seperti Belgia, Prancis juga memiliki duet lapangan yang kuat, yang sejauh ini efektif dijalankan oleh Adrien Rabiot dan Auriel Tchouameni atau Manu Kone.

Untuk itu, mungkin saja de la Fuente mempertahankan pola bermain seperti saat mengalahkan Belgia dalam perempat final.

Jika itu yang terjadi, maka akan ada persaingan terbuka untuk adu klinis, antara kuartet serang Les Bleus dan la Roja.

Apakah kuartet Desire Doue, Michael Olise dan Ousmane Dembele dengan ujung tombak Kylian Mbappe lebih tajam dari pada kuartet Alex Baena, Dani Olmo dan Lamine Yamal dengan ujung tombak Mikel Oyarzabal?

Baca Juga :  KESEMPATAN MEMBALAS

Semua akan tergantung bagaimana lini tengah dikuasai, dan bagaimana lini belakang bereaksi dari sengatan para kuartet serang kedua tim.

Terpopuler

Artikel Terbaru