NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Bumi Bahaum Bakuba).
Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh BBM, sementara harga Pertalite di tingkat pedagang eceran melonjak dari kisaran Rp13.000–Rp14.000 per liter menjadi Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter, meski harga resmi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap Rp10.000 per liter.
Berdasarkan pantauan Prokalteng.co, stok Pertalite di sejumlah pedagang eceran kosong dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, antrean kendaraan di SPBU terus mengular sehingga warga harus mengantre untuk mendapatkan BBM.
Seorang warga Lamandau yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan kelangkaan tersebut. Menurutnya, pengiriman BBM ke SPBU tetap berjalan, namun masyarakat justru kesulitan memperoleh Pertalite.
“Ada apa sekarang ini kok langka minyak di Lamandau? Padahal kalau menurut saya, pengiriman tangki minyak ke SPBU selalu lancar. Apakah ada penimbunan minyak oleh oknum tertentu?,” ungkapnya kepada Prokalteng.co, Selasa malam (14/7) di Nanga Bulik.
Warga tersebut meminta pihak berwenang dan aparat penegak hukum segera mengusut penyebab kelangkaan agar persoalan tidak berlarut-larut.
Kelangkaan juga dialami seorang pengendara sepeda motor yang terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan bensin.
Setelah berkeliling mencari Pertalite tanpa hasil, ia akhirnya membeli Pertamax eceran agar dapat melanjutkan perjalanan.
“Keliling saya nyari minyak Pertalite kosong semua. Aneh tapi nyata, padahal para pelangsir masih menjamur aja di SPBU itu. Kenapa jadi kosong?,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU di Lamandau menyebut stok Pertalite di tempatnya biasanya habis sejak pukul 17.00 WIB.
Menanggapi kondisi tersebut, Manajer PT Lamandau Sarana Migasindo, Okky Rudiyatama Putra, menegaskan tidak ada pengurangan kuota BBM dari Pertamina. Menurutnya, distribusi BBM ke Lamandau tetap berjalan normal dan hanya tidak ada pengiriman pada hari Minggu.
“Kalau untuk pengurangan tidak ada sama sekali, Bang. Pengiriman cuma libur di hari Minggu saja. Selebihnya aman aja Bang, tiap hari datang kok,” tutur Okky saat dikonfirmasi Prokalteng.co.
Pernyataan pihak manajemen yang menyebut distribusi berjalan normal berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Perbedaan tersebut memunculkan kecurigaan warga terhadap dugaan praktik pelangsiran skala besar dan penimbunan oleh oknum tertentu. (bib)


