Real Madrid secara resmi mengumumkan kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih kepala untuk periode kedua, setelah klub mengakhiri kerja sama dengan Alvaro Arbeloa. Kepastian itu disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada Jumat (12/6).
Real Madrid menyebut bahwa Jose Mourinho telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Portugal itu kembali ke ibu kota Spanyol setelah sempat menangani Benfica selama satu musim terakhir.
Benfica sebelumnya mengonfirmasi bahwa Real Madrid bersedia membayar kompensasi sebesar 15 juta euro (sekitar Rp 309 miliar) guna menebus sisa kontrak Jose Mourinho di klub asal Portugal itu.
Kembalinya Mourinho juga tidak lepas dari peran Florentino Perez yang pernah berjanji akan membawa sang pelatih kembali jika terpilih lagi menjadi presiden klub. Selain itu, Perez juga menjanjikan perekrutan sejumlah pemain anyar, termasuk Ibrahima Konate dan Denzel Dumfries, serta berkomitmen mengajukan tawaran sebesar 150 juta euro (sekitar tiga triliun rupiah) untuk mendatangkan pemain bintang.
Sebagai bagian dari realisasi janji tersebut, Real Madrid sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai 150 juta euro kepada Atletico Madrid untuk penyerang Julian Alvarez. Namun, tawaran itu ditolak oleh klub rival sekotanya.
Mourinho kembali ke Madrid dengan tugas berat, yakni mengangkat kembali performa tim setelah mengalami dua musim berturut-turut tanpa gelar. Kondisi itu terjadi di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti, dilanjutkan Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa. Mourinho pernah menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013.
Pada periode pertamanya bersama Real Madrid, Mourinho mencatatkan sejumlah prestasi penting, termasuk satu gelar La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Supercopa de Espana. Pelatih berusia 63 tahun itu juga berhasil membawa tim mencapai semifinal Liga Champions selama tiga musim beruntun.
Dilansir dari ESPN, sejak meninggalkan Madrid pada 2013, Mourinho telah melatih sejumlah klub besar Eropa, seperti Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahce, hingga Benfica.
Namun, catatan prestasinya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan dengan trofi terakhir yang diraihnya adalah UEFA Europa Conference League bersama AS Roma empat tahun lalu. Sementara itu, gelar liga terakhirnya diraih lebih dari satu dekade lalu bersama Chelsea pada 2015.
Bersama Benfica musim lalu, Mourinho mencatatkan rekor tak terkalahkan di liga domestik Portugal. Meskipun demikian, performa itu hanya mampu mengantarkan tim finis di peringkat ketiga, di bawah Porto dan Sporting CP. Di kompetisi Eropa, Benfica yang ditangani Mourinho juga harus tersingkir setelah dikalahkan oleh Real Madrid pada babak playoff fase gugur Liga Champions.(jpc)


