28.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Permainan Cerdas The Daddies, Bikin Peraih Emas SEA Games Biasa Saja

Ganda
putra andalan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan meraih kemenangan
penting pada laga perdana turnamen puncak akhir tahun, BWF World Tour Finals
2019.

Pada
penyisihan Grup B di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok hari ini (11/12),
Hendra/Ahsan memukul ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor nyaman
21-19, 21-16.

Hendra/Ahsan
menang dalam waktu yang relatif singkat, cuma 27 menit.

”Alhamdulillah nggak ada
kendala, mungkin dari kaminya saja yang harus bermain lebih
lepas lagi di pertandingan berikutnya,” kata Ahsan dalam siaran pers PP PBSI
yang diterima Jawa Pos.

”Pada game pertama,
kami agak gampang dapat poinnya, tapi memang kami masih ada beberapa kesalahan
sendiri yang sebetulnya kami juga nggak mau. Di game kedua
saya lihat permainan lawan sudah mulai in, mereka juga sudah
mulai menekan kita. Tapi Alhamdulillah bisa kami atasi. Pokoknya fokus gimana
caranya kami harus menang,” imbuh Ahsan.

Memang,
walau game pertama skornya terlihat ketat, sejatinya
Hendra/Ahsan mengendalikan total permainan. Hendra/Ahsan secara cerdik terus
mendominasi ganda peraih emas SEA Games 2019 tersebut. Tak perlu memukul keras,
tetapi sangat efisien dalam mematikan lawan.

Baca Juga :  PSSI dan PT LIB Diingatkan Cekatan Bikin Aturan Jelas soal Laga di Ma

Ganda
nomor dua dunia itu sempat unggul jauh 16-9. Walaupun Aaron/Soh menyusul dan
mendekat sampai kedudukan 16-17, tetapi mereka tidak benar-benar megancam
Hendra/Ahsan.

Pada game kedua,
Hendra/Ahsan juga mayoritas selalu unggul. Aaron/Soh terus memberikan
perlawanan dan mendekat hingga 9-10. Namun, setelah itu, juara dunia 2019
tersebut berhasil melepaskan diri. Mereka memimpin jauh 18-12 dan akhirnya
memungkasi pertandingan dengan kemenangan.

Walau
menang mudah, Ahsan mengatakan bahwa tensi pertandingan sudah langsung memanas.
Maklum setiap pertandingan bernilai sangat penting dan menentukan langkah
mereka ke fase selanjutnya.

”Tekanannya
sudah besar sekali, apalagi ini world tour finals. Semua pemain top dunia
berusaha mendapatkan hasil terbaik. Begitu juga dengan kami. Kami harus tetap
waspada karena masih ada pertandingan berikutnya di fase penyisihan grup,”
ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions

Hendra
menambahkan bahwa kemenangan pada laga perdana Grup B ini bisa menjadi modal
penting untuk merebut kemenangan-kemenangan berikutnya.

Setelah
laga ini, Hendra/Ahsan akan menghadapi dua ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin
dan Lu Ching-yao/Yang Po-han pada pertandingan sisa Grup B. Kalau menang,
mereka akan melaju ke semifinal dengan predikat juara grup.

”Kemenangan
ini kami jadikan motivasi saja untuk pertandingan selanjutnya,”ucap Hendra.

”Ya ini
jadi modal buat kami juga lah. Tapi yang penting penting kami harus tetap fokus
dulu sampai selesai. Karena walupun menang di pertandingan pertama kan belum
tentu lolos penyisihan grup. Perjuangan masih panjang, masih ada dua
pertandingan lagi, jadi kami maunya siap terus,” tambah pemain berusia 35 tahun
kelahiran Pemalang, Jawa Tengah itu.

Selain
Hendra/Ahsan, Indonesia juga mengirimkan ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi
Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada turnamen yang berisikan delapan pemain
terbaik dunia itu.(jpc)

 

Ganda
putra andalan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan meraih kemenangan
penting pada laga perdana turnamen puncak akhir tahun, BWF World Tour Finals
2019.

Pada
penyisihan Grup B di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok hari ini (11/12),
Hendra/Ahsan memukul ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor nyaman
21-19, 21-16.

Hendra/Ahsan
menang dalam waktu yang relatif singkat, cuma 27 menit.

”Alhamdulillah nggak ada
kendala, mungkin dari kaminya saja yang harus bermain lebih
lepas lagi di pertandingan berikutnya,” kata Ahsan dalam siaran pers PP PBSI
yang diterima Jawa Pos.

”Pada game pertama,
kami agak gampang dapat poinnya, tapi memang kami masih ada beberapa kesalahan
sendiri yang sebetulnya kami juga nggak mau. Di game kedua
saya lihat permainan lawan sudah mulai in, mereka juga sudah
mulai menekan kita. Tapi Alhamdulillah bisa kami atasi. Pokoknya fokus gimana
caranya kami harus menang,” imbuh Ahsan.

Memang,
walau game pertama skornya terlihat ketat, sejatinya
Hendra/Ahsan mengendalikan total permainan. Hendra/Ahsan secara cerdik terus
mendominasi ganda peraih emas SEA Games 2019 tersebut. Tak perlu memukul keras,
tetapi sangat efisien dalam mematikan lawan.

Baca Juga :  PSSI dan PT LIB Diingatkan Cekatan Bikin Aturan Jelas soal Laga di Ma

Ganda
nomor dua dunia itu sempat unggul jauh 16-9. Walaupun Aaron/Soh menyusul dan
mendekat sampai kedudukan 16-17, tetapi mereka tidak benar-benar megancam
Hendra/Ahsan.

Pada game kedua,
Hendra/Ahsan juga mayoritas selalu unggul. Aaron/Soh terus memberikan
perlawanan dan mendekat hingga 9-10. Namun, setelah itu, juara dunia 2019
tersebut berhasil melepaskan diri. Mereka memimpin jauh 18-12 dan akhirnya
memungkasi pertandingan dengan kemenangan.

Walau
menang mudah, Ahsan mengatakan bahwa tensi pertandingan sudah langsung memanas.
Maklum setiap pertandingan bernilai sangat penting dan menentukan langkah
mereka ke fase selanjutnya.

”Tekanannya
sudah besar sekali, apalagi ini world tour finals. Semua pemain top dunia
berusaha mendapatkan hasil terbaik. Begitu juga dengan kami. Kami harus tetap
waspada karena masih ada pertandingan berikutnya di fase penyisihan grup,”
ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions

Hendra
menambahkan bahwa kemenangan pada laga perdana Grup B ini bisa menjadi modal
penting untuk merebut kemenangan-kemenangan berikutnya.

Setelah
laga ini, Hendra/Ahsan akan menghadapi dua ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin
dan Lu Ching-yao/Yang Po-han pada pertandingan sisa Grup B. Kalau menang,
mereka akan melaju ke semifinal dengan predikat juara grup.

”Kemenangan
ini kami jadikan motivasi saja untuk pertandingan selanjutnya,”ucap Hendra.

”Ya ini
jadi modal buat kami juga lah. Tapi yang penting penting kami harus tetap fokus
dulu sampai selesai. Karena walupun menang di pertandingan pertama kan belum
tentu lolos penyisihan grup. Perjuangan masih panjang, masih ada dua
pertandingan lagi, jadi kami maunya siap terus,” tambah pemain berusia 35 tahun
kelahiran Pemalang, Jawa Tengah itu.

Selain
Hendra/Ahsan, Indonesia juga mengirimkan ganda nomor satu dunia Marcus Fernaldi
Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada turnamen yang berisikan delapan pemain
terbaik dunia itu.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru