2 Madrasah Terdampak Kebakaran di Kasongan Jadi Perhatian Serius

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran di Kelurahan Kasongan Lama tidak hanya menghanguskan pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas dua fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Ya, setidaknya Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Badar itu ludes rata dengan tanah.

​Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin mengungkapkan bahwa langkah cepat telah diambil untuk memastikan proses belajar mengajar (KBM) tidak berhenti total, meskipun fasilitas kelas tidak lagi bisa digunakan.

Menurutnya, MIN 1 yang ruang kelasnya terbakar akan direlokasi ke gedung MIN 2. Sementara itu, pelajar MTS Al-Badar akan menggunakan bekas Aula Kantor Kecamatan Katingan Hilir sebagai ruang kelas sementara.

Kerusakan dua bangunan sekolah tersebut, menjadi sorotan khusus karena mengganggu aktivitas belajar mengajar bagi peserta didik di sekolah tersebut.

“MTS Al-Badar direlokasi ke bekas aula kantor kecamatan. Rencananya besok akan dibuat sekat untuk dua ruangan agar proses belajar mengajar bisa segera dimulai kembali,” terang Zainal kepada awak media, Kamis (29/1/26)

Baca Juga :  Rumah Kosong di Palangka Raya Berkobar Dini Hari

Menyinggung soal pembangunan kembali rumah warga yang hangus, Zainal menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki niat untuk membantu pembangunan kembali (bedah rumah). Namun, proses tersebut harus mengikuti mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Kita usulkan tahun ini, kemungkinan baru bisa dieksekusi atau dilaksanakan pembangunannya pada anggaran tahun depan,”paparnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara di sisi lain, dikutip dari Laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenag Kalteng) Kakanwil Kemenag Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian bersama para pejabat eselon III Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah meninjau langsung lokasi kebakaran tersebut, Rabu (27/1/2026).

Kegiatan peninjauan turut didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan beserta jajaran. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab Kementerian Agama terhadap satuan pendidikan madrasah yang terdampak musibah kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Kalteng menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa kedua madrasah itu. Ia memastikan bahwa Kanwil Kemenag Kalteng akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti dampak kebakaran, khususnya terkait kelangsungan proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Ledakan Gas Elpiji Dikira Kembang Api, Beruntung Berhasil Selamat dari Kobaran Api

“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran ini. Kehadiran kami di sini adalah untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta memastikan bahwa madrasah tetap mendapat perhatian dan pendampingan dari Kementerian Agama,” ujar H. Muhammad Yusi Abdhian.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah strategis, termasuk pendataan kerusakan serta upaya percepatan penanganan agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik.

“Madrasah harus tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Insyaallah, kami akan mengupayakan solusi terbaik agar proses pembelajaran tidak terhenti dan dapat segera pulih,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Katingan H. Khairil Anwar menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kakanwil beserta jajaran. Ia berharap sinergi dan dukungan dari Kanwil Kemenag Kalteng dapat membantu percepatan pemulihan pascakebakaran. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran di Kelurahan Kasongan Lama tidak hanya menghanguskan pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas dua fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Ya, setidaknya Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Badar itu ludes rata dengan tanah.

​Lurah Kasongan Lama, Zainal Fahrudin mengungkapkan bahwa langkah cepat telah diambil untuk memastikan proses belajar mengajar (KBM) tidak berhenti total, meskipun fasilitas kelas tidak lagi bisa digunakan.

Menurutnya, MIN 1 yang ruang kelasnya terbakar akan direlokasi ke gedung MIN 2. Sementara itu, pelajar MTS Al-Badar akan menggunakan bekas Aula Kantor Kecamatan Katingan Hilir sebagai ruang kelas sementara.

Electronic money exchangers listing

Kerusakan dua bangunan sekolah tersebut, menjadi sorotan khusus karena mengganggu aktivitas belajar mengajar bagi peserta didik di sekolah tersebut.

“MTS Al-Badar direlokasi ke bekas aula kantor kecamatan. Rencananya besok akan dibuat sekat untuk dua ruangan agar proses belajar mengajar bisa segera dimulai kembali,” terang Zainal kepada awak media, Kamis (29/1/26)

Baca Juga :  Rumah Kosong di Palangka Raya Berkobar Dini Hari

Menyinggung soal pembangunan kembali rumah warga yang hangus, Zainal menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki niat untuk membantu pembangunan kembali (bedah rumah). Namun, proses tersebut harus mengikuti mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Kita usulkan tahun ini, kemungkinan baru bisa dieksekusi atau dilaksanakan pembangunannya pada anggaran tahun depan,”paparnya.

Sementara di sisi lain, dikutip dari Laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenag Kalteng) Kakanwil Kemenag Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian bersama para pejabat eselon III Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah meninjau langsung lokasi kebakaran tersebut, Rabu (27/1/2026).

Kegiatan peninjauan turut didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan beserta jajaran. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab Kementerian Agama terhadap satuan pendidikan madrasah yang terdampak musibah kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Kalteng menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa kedua madrasah itu. Ia memastikan bahwa Kanwil Kemenag Kalteng akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti dampak kebakaran, khususnya terkait kelangsungan proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Ledakan Gas Elpiji Dikira Kembang Api, Beruntung Berhasil Selamat dari Kobaran Api

“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran ini. Kehadiran kami di sini adalah untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta memastikan bahwa madrasah tetap mendapat perhatian dan pendampingan dari Kementerian Agama,” ujar H. Muhammad Yusi Abdhian.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah strategis, termasuk pendataan kerusakan serta upaya percepatan penanganan agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik.

“Madrasah harus tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Insyaallah, kami akan mengupayakan solusi terbaik agar proses pembelajaran tidak terhenti dan dapat segera pulih,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Katingan H. Khairil Anwar menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kakanwil beserta jajaran. Ia berharap sinergi dan dukungan dari Kanwil Kemenag Kalteng dapat membantu percepatan pemulihan pascakebakaran. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru