24.3 C
Jakarta
Sunday, January 18, 2026

Pernah Jadi Bagian Penting Persebaya Surabaya, 3 Pemain Ini Siap Taklukan Mantan Klubnya

David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin kembali ke Surabaya dengan balutan cerita lama dan misi baru. Kali ini, tiga nama yang pernah jadi bagian penting Persebaya Surabaya pulang sebagai lawan bersama Malut United dengan satu tekad menaklukkan mantan klubnya.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Duel sarat emosi ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1/2026).

Laga ini sejak awal diprediksi tidak berjalan mudah bagi tuan rumah. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengakui kualitas lawan yang akan dihadapi timnya.

Pelatih asal Portugal itu menilai Malut United sebagai salah satu tim kuat dengan komposisi pemain berpengalaman. Ia menyebut kekuatan mereka merata, baik dari deretan pemain asing maupun lokal.

“Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman. Mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus. Jadi, mereka dalam kondisi prima,” ujar Bernardo Tavares.

Penilaian itu menjadi sinyal jelas Persebaya harus tampil dengan fokus penuh sepanjang laga.

Malut United juga membawa modal psikologis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rekam jejak pertemuan musim lalu menunjukkan Persebaya belum pernah mampu menundukkan Laskar Kie Raha.

Electronic money exchangers listing

“Tahun lalu Persebaya tidak pernah bisa mengalahkan tim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” lanjut Bernardo. Statistik tersebut menempatkan Malut United sebagai lawan yang kerap menyulitkan Green Force.

Atmosfer pertandingan dipastikan semakin panas dengan kehadiran tiga mantan pemain Persebaya Surabaya di kubu tamu. David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin bukan nama asing bagi publik Gelora Bung Tomo.

Baca Juga :  Bonek Geram! Denda Flare Persebaya Surabaya Rp200 Juta

David da Silva

Nama David da Silva menjadi sorotan utama dalam laga ini. Striker asal Brasil tersebut masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak Persebaya Surabaya sejak era Liga 1 dengan koleksi 39 gol.

Selama berseragam hijau, David tampil dalam 43 pertandingan dengan produktivitas yang luar biasa. Ia mencetak 39 gol, menyumbang enam assist, dan bermain selama 3.372 menit untuk Persebaya Surabaya.

Rekam jejak itu membuat David dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah modern Persebaya Surabaya. Kini, ia kembali ke Surabaya dengan seragam berbeda dan peran sebagai ancaman utama bagi lini belakang tuan rumah.

Alwi Slamat

Alwi Slamat juga membawa cerita emosional tersendiri. Ia dikenal sebagai pemain penting di era Aji Santoso dan menjadi bagian dari duet gelandang ikonik bersama Muhammad Hidayat.

Peran Alwi sebagai jangkar lini tengah membuatnya dipercaya mengemban ban kapten Persebaya Surabaya. Karakter kepemimpinannya menjadi fondasi permainan Green Force pada masa itu.

Selama membela Persebaya Surabaya, Alwi mencatatkan 84 penampilan dengan total waktu bermain mencapai 6.135 menit. Ia menyumbang satu gol, sembilan assist, serta menerima tujuh kartu kuning dan satu kartu kuning kedua.

Kehadiran Alwi di lini tengah Malut United memberi keseimbangan permainan yang solid. Pengalamannya membaca permainan Persebaya Surabaya bisa menjadi senjata berbahaya bagi tim tamu.

Baca Juga :  Arief Catur Pamungkas Bersyukur Persebaya Surabaya Sukses Kalahkan Madura United

Riswan Lauhin

Sementara itu, kisah Riswan Lauhin menghadirkan nuansa human interest yang kuat. Ia merupakan pemain asli daerah yang lolos seleksi Persebaya Surabaya bermodalkan keberanian dan uang Rp 500 ribu untuk berangkat ke Surabaya.

Perjalanan Riswan dari trial hingga tampil reguler bersama Persebaya Surabaya menjadi cerita inspiratif bagi banyak pemain muda. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu bermain penuh determinasi.

Riswan membukukan 56 penampilan bersama Persebaya Surabaya dengan total menit bermain 2.638 menit. Catatan disiplin menunjukkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah selama membela klub kebanggaannya itu.

Kini, Riswan kembali ke Gelora Bung Tomo sebagai bagian dari Malut United. Laga ini menjadi momen pembuktian sekaligus ujian emosional menghadapi klub yang membesarkan namanya.

Pertemuan Persebaya Surabaya melawan Malut United bukan sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan ini sarat nostalgia, rivalitas, dan ambisi pribadi para mantan pemain.

Bagi David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin, laga ini adalah kepulangan dengan misi berbeda. Mereka datang bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk membawa pulang kemenangan bagi Malut United.

Pertanyaan besar pun mengemuka jelang laga. Apakah trio mantan idola ini mampu menjadi mimpi buruk Persebaya Surabaya, atau justru takluk di hadapan publik yang dulu mengelukannya (jpc)

David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin kembali ke Surabaya dengan balutan cerita lama dan misi baru. Kali ini, tiga nama yang pernah jadi bagian penting Persebaya Surabaya pulang sebagai lawan bersama Malut United dengan satu tekad menaklukkan mantan klubnya.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Duel sarat emosi ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1/2026).

Laga ini sejak awal diprediksi tidak berjalan mudah bagi tuan rumah. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengakui kualitas lawan yang akan dihadapi timnya.

Electronic money exchangers listing

Pelatih asal Portugal itu menilai Malut United sebagai salah satu tim kuat dengan komposisi pemain berpengalaman. Ia menyebut kekuatan mereka merata, baik dari deretan pemain asing maupun lokal.

“Mereka memiliki banyak pemain berpengalaman. Mereka juga memiliki pemain lokal yang bagus. Jadi, mereka dalam kondisi prima,” ujar Bernardo Tavares.

Penilaian itu menjadi sinyal jelas Persebaya harus tampil dengan fokus penuh sepanjang laga.

Malut United juga membawa modal psikologis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rekam jejak pertemuan musim lalu menunjukkan Persebaya belum pernah mampu menundukkan Laskar Kie Raha.

“Tahun lalu Persebaya tidak pernah bisa mengalahkan tim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” lanjut Bernardo. Statistik tersebut menempatkan Malut United sebagai lawan yang kerap menyulitkan Green Force.

Atmosfer pertandingan dipastikan semakin panas dengan kehadiran tiga mantan pemain Persebaya Surabaya di kubu tamu. David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin bukan nama asing bagi publik Gelora Bung Tomo.

Baca Juga :  Bonek Geram! Denda Flare Persebaya Surabaya Rp200 Juta

David da Silva

Nama David da Silva menjadi sorotan utama dalam laga ini. Striker asal Brasil tersebut masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak Persebaya Surabaya sejak era Liga 1 dengan koleksi 39 gol.

Selama berseragam hijau, David tampil dalam 43 pertandingan dengan produktivitas yang luar biasa. Ia mencetak 39 gol, menyumbang enam assist, dan bermain selama 3.372 menit untuk Persebaya Surabaya.

Rekam jejak itu membuat David dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah modern Persebaya Surabaya. Kini, ia kembali ke Surabaya dengan seragam berbeda dan peran sebagai ancaman utama bagi lini belakang tuan rumah.

Alwi Slamat

Alwi Slamat juga membawa cerita emosional tersendiri. Ia dikenal sebagai pemain penting di era Aji Santoso dan menjadi bagian dari duet gelandang ikonik bersama Muhammad Hidayat.

Peran Alwi sebagai jangkar lini tengah membuatnya dipercaya mengemban ban kapten Persebaya Surabaya. Karakter kepemimpinannya menjadi fondasi permainan Green Force pada masa itu.

Selama membela Persebaya Surabaya, Alwi mencatatkan 84 penampilan dengan total waktu bermain mencapai 6.135 menit. Ia menyumbang satu gol, sembilan assist, serta menerima tujuh kartu kuning dan satu kartu kuning kedua.

Kehadiran Alwi di lini tengah Malut United memberi keseimbangan permainan yang solid. Pengalamannya membaca permainan Persebaya Surabaya bisa menjadi senjata berbahaya bagi tim tamu.

Baca Juga :  Arief Catur Pamungkas Bersyukur Persebaya Surabaya Sukses Kalahkan Madura United

Riswan Lauhin

Sementara itu, kisah Riswan Lauhin menghadirkan nuansa human interest yang kuat. Ia merupakan pemain asli daerah yang lolos seleksi Persebaya Surabaya bermodalkan keberanian dan uang Rp 500 ribu untuk berangkat ke Surabaya.

Perjalanan Riswan dari trial hingga tampil reguler bersama Persebaya Surabaya menjadi cerita inspiratif bagi banyak pemain muda. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu bermain penuh determinasi.

Riswan membukukan 56 penampilan bersama Persebaya Surabaya dengan total menit bermain 2.638 menit. Catatan disiplin menunjukkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah selama membela klub kebanggaannya itu.

Kini, Riswan kembali ke Gelora Bung Tomo sebagai bagian dari Malut United. Laga ini menjadi momen pembuktian sekaligus ujian emosional menghadapi klub yang membesarkan namanya.

Pertemuan Persebaya Surabaya melawan Malut United bukan sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan ini sarat nostalgia, rivalitas, dan ambisi pribadi para mantan pemain.

Bagi David da Silva, Alwi Slamat, dan Riswan Lauhin, laga ini adalah kepulangan dengan misi berbeda. Mereka datang bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk membawa pulang kemenangan bagi Malut United.

Pertanyaan besar pun mengemuka jelang laga. Apakah trio mantan idola ini mampu menjadi mimpi buruk Persebaya Surabaya, atau justru takluk di hadapan publik yang dulu mengelukannya (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru