Garudayaksa FC mulai melakukan perombakan skuad setelah sukses mengamankan tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2026/27. Klub juara Championship 2025/26 itu resmi mengumumkan sejumlah pemain yang dilepas, termasuk dua pemain asing yang memiliki peran penting dalam perjalanan promosi mereka.
Dua nama yang dipastikan berpisah dengan Garudayaksa FC adalah striker asal Brasil Everton Nascimento de Mendonça serta bek tengah asal Lithuania Vytas Gašpuitis. Keduanya menjadi sosok yang berkontribusi besar sepanjang musim 2025/26.
Everton tampil produktif di lini depan dengan catatan 14 gol dari 24 pertandingan. Pengalamannya bermain di berbagai negara, termasuk karirnya di Indonesia bersama PSM Makassar dan Bali United, menjadikannya salah satu pemain yang cukup berpengaruh dalam perjalanan Garudayaksa menuju kasta tertinggi sepak bola nasional.
Sementara itu, Vytas Gašpuitis yang datang diputaran kedua Pengadaian Championship musim 2025/2026 memberikan kestabilan di sektor pertahanan. Bek berpostur 197 sentimeter tersebut memiliki rekam jejak yang cukup mentereng, termasuk pengalaman membela Tim Nasional Lithuania sebanyak 11 kali pada periode 2020 hingga 2021.
Meski hanya mencatatkan 10 penampilan bersama Garudayaksa, kehadirannya dinilai mampu menambah kualitas lini belakang tim sepanjang musim promosi. Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak kedua pemain asing tersebut menandai dimulainya proses evaluasi skuad jelang menghadapi persaingan yang lebih ketat di ISL musim depan.
Hingga kini, manajemen Garudayaksa belum mengumumkan siapa saja pemain asing yang akan direkrut sebagai pengganti. Selain kabar mengenai pemain asing, perhatian juga tertuju pada sejumlah pemain lokal Garudayaksa yang dikabarkan berpotensi meninggalkan klub.
Rumor yang berkembang menyebutkan beberapa pemain inti berpeluang mengikuti jejak pelatih Widodo Cahyono Putro yang lebih dahulu bergabung dengan PSIS Semarang. Widodo merupakan sosok yang berperan besar dalam keberhasilan Garudayaksa meraih gelar juara Championship 2025/26 sekaligus promosi ke kasta tertinggi.
Tak lama setelah musim berakhir, PSIS mengumumkan penunjukan pelatih berusia 55 tahun tersebut sebagai nahkoda baru tim untuk musim 2026/27. Sejumlah nama yang ramai dikaitkan dengan PSIS antara lain Agus Nova, Komang Tri, Ray Redondo, hingga Andik Vermansyah. Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua klub, rumor perpindahan tersebut terus menjadi perbincangan di kalangan suporter.
Apabila kabar tersebut menjadi kenyataan, PSIS berpotensi mendapatkan tambahan pemain yang sudah memahami filosofi permainan Widodo. Faktor kedekatan dengan sang pelatih dinilai bisa menjadi salah satu alasan yang membuka peluang terjadinya perpindahan pemain pada bursa transfer mendatang.
Di sisi lain, Garudayaksa tentu harus bergerak cepat untuk mempertahankan kekuatan tim. Sebagai klub promosi, mereka membutuhkan skuad yang kompetitif agar mampu bersaing dan bertahan di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Bursa transfer masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, menarik untuk menantikan langkah Garudayaksa FC dalam membangun tim baru sekaligus melihat apakah rumor kepindahan sejumlah pemain ke PSIS benar-benar akan terwujud.(jpc)


