28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

GP Catalunya Sarat Kutukan pada Rider Senior

KANS Fabio Quartararo mengulang kemenangan di GP Catalunya tahun lalu sebenarnya cukup besar. Pembalap Monster Yamaha asal Prancis itu jadi yang terdepan dalam sesi kualifikasi. Tetapi, yang terjadi kemarin bak antiklimaks. Quartararo harus finis di posisi keempat.

Kegagalan El Diablo −julukan Quartararo− kemarin juga diwarnai kontroversi. Sebenarnya dia menyudahi race dengan finis ketiga. Tetapi, akhirnya posisinya melorot ke tempat keempat lantaran dihukum penalti 3 detik.

Pemicunya, dia melakukan shortcut di tikungan pertama dan kedua ketika memasuki lap ke-23. Quartararo melebar ketika berusaha menyalip pembalap Pramac Ducati Johann Zarco.

Aksi kontroversial pembalap 22 tahun itu sebenarnya sudah terjadi satu putaran sebelumnya. Yakni, ketika dia sempat membuka baju balapnya. Aksi tersebut ditengarai lantaran ada gangguan pada airbag di pelindung dada baju balapnya.

Baca Juga :  Mantan Asisten Pelatih Kalteng Putra Ini Melatih Tim Liga 3

Serangkaian kendala tersebut mampu dimanfaatkan pembalap Red Bull KTM Miguel Oliveira yang bablas juara. Kemenangan kemarin merupakan yang pertama bagi pembalap asal Portugal sekaligus KTM tahun ini tersebut. Padahal, Oliveira memulai race dari posisi keempat. Atau bertukar posisi dengan Quartararo pada akhir race.

Memang, hasil kemarin belum menggoyahkan posisi Quartararo di puncak klasemen. Tetapi, jarak dengan pembalap di bawahnya menyempit. Kini, Zarco yang ada di posisi runner-up hanya defisit 17 poin dari Quartararo (101 poin berbanding 118 poin).

’’Aku mencoba tetap tenang meski dia (Quartararo, Red) menyalipku sebelum membalasnya. Kemenangan ini semakin istimewa karena penonton ada di sini,’’ ucap Oliveira seperti dilansir AP. Race kemarin jadi debut MotoGP dihadiri penonton dan tercatat ada 19.352 penonton.

Baca Juga :  Maria Shumilina, Wanita Seksi Penyusup Pertandingan Euro 2020

Selain kejutan, GP Catalunya kemarin sarat ’’kutukan’’. Terutama bagi pembalap senior.

Bagaimana tidak, pembalap Petronas Yamaha Valentino Rossi, jagoan Repsol Honda Marc Marquez, dan pembalap Aprilia Gresini Aleix Espargaro gagal finis. Lebih jauh, ini jadi yang pertama bagi Marquez tiga kali beruntun gagal finis dalam kariernya.

KANS Fabio Quartararo mengulang kemenangan di GP Catalunya tahun lalu sebenarnya cukup besar. Pembalap Monster Yamaha asal Prancis itu jadi yang terdepan dalam sesi kualifikasi. Tetapi, yang terjadi kemarin bak antiklimaks. Quartararo harus finis di posisi keempat.

Kegagalan El Diablo −julukan Quartararo− kemarin juga diwarnai kontroversi. Sebenarnya dia menyudahi race dengan finis ketiga. Tetapi, akhirnya posisinya melorot ke tempat keempat lantaran dihukum penalti 3 detik.

Pemicunya, dia melakukan shortcut di tikungan pertama dan kedua ketika memasuki lap ke-23. Quartararo melebar ketika berusaha menyalip pembalap Pramac Ducati Johann Zarco.

Aksi kontroversial pembalap 22 tahun itu sebenarnya sudah terjadi satu putaran sebelumnya. Yakni, ketika dia sempat membuka baju balapnya. Aksi tersebut ditengarai lantaran ada gangguan pada airbag di pelindung dada baju balapnya.

Baca Juga :  Mantan Asisten Pelatih Kalteng Putra Ini Melatih Tim Liga 3

Serangkaian kendala tersebut mampu dimanfaatkan pembalap Red Bull KTM Miguel Oliveira yang bablas juara. Kemenangan kemarin merupakan yang pertama bagi pembalap asal Portugal sekaligus KTM tahun ini tersebut. Padahal, Oliveira memulai race dari posisi keempat. Atau bertukar posisi dengan Quartararo pada akhir race.

Memang, hasil kemarin belum menggoyahkan posisi Quartararo di puncak klasemen. Tetapi, jarak dengan pembalap di bawahnya menyempit. Kini, Zarco yang ada di posisi runner-up hanya defisit 17 poin dari Quartararo (101 poin berbanding 118 poin).

’’Aku mencoba tetap tenang meski dia (Quartararo, Red) menyalipku sebelum membalasnya. Kemenangan ini semakin istimewa karena penonton ada di sini,’’ ucap Oliveira seperti dilansir AP. Race kemarin jadi debut MotoGP dihadiri penonton dan tercatat ada 19.352 penonton.

Baca Juga :  Maria Shumilina, Wanita Seksi Penyusup Pertandingan Euro 2020

Selain kejutan, GP Catalunya kemarin sarat ’’kutukan’’. Terutama bagi pembalap senior.

Bagaimana tidak, pembalap Petronas Yamaha Valentino Rossi, jagoan Repsol Honda Marc Marquez, dan pembalap Aprilia Gresini Aleix Espargaro gagal finis. Lebih jauh, ini jadi yang pertama bagi Marquez tiga kali beruntun gagal finis dalam kariernya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru