Memasuki lap kedua, Veda masih nyaman di posisi keenam. Jarak dengan kelompok depan juga belum terlalu jauh sehingga peluang untuk bertarung memperebutkan podium masih terbuka.
Long Lap Penalty Jadi Titik Balik Balapan Veda
Masalah mulai datang pada lap ketiga ketika Veda menjalani hukuman Long Lap Penalty. Sanksi itu diberikan akibat dianggap melambat dan menghalangi pembalap lain saat sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Hukuman tersebut langsung berdampak besar terhadap jalannya balapan. Dari posisi keenam, Veda terlempar hingga ke posisi ke-17 dan harus memulai perjuangan dari belakang untuk kembali masuk zona poin.
Di depan, persaingan antara David Almansa dan Maximo Quiles terus berlangsung.
Almansa sempat mempertahankan posisi terdepan cukup lama sebelum akhirnya Quiles berhasil mengambil alih pimpinan lomba pada lap kedelapan.
Berbeda dengan karakter khas Moto3 yang biasanya penuh aksi saling salip, balapan kali ini berlangsung lebih terpecah.
Jarak antarpembalap cukup lebar sehingga peluang Veda untuk mengejar rombongan depan menjadi semakin sulit.
Meski begitu, pembalap Honda Team Asia tersebut tidak menyerah. Pada lap ketujuh, Veda berhasil naik ke posisi ke-15 setelah melewati Rusei Yamanaka dan Casey Buchanan untuk kembali masuk zona poin sementara.
Persaingan Podium Memanas, Veda Berjuang di Belakang
Memasuki pertengahan balapan, Maximo Quiles mulai membangun keunggulan atas Almansa.
Di belakang mereka, pertarungan perebutan podium ketiga berlangsung ketat melibatkan Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Rico Salmela, Brian Uriarte, dan David Munoz.
Di sisi lain, Veda mengalami kesulitan mempertahankan posisinya. Ia sempat disalip Rusei Yamanaka dan turun ke posisi ke-16 sebelum kembali terlempar ke urutan ke-19 saat balapan memasuki fase krusial.
Dengan enam lap tersisa, Quiles sudah unggul 1,4 detik atas Almansa. Keduanya bahkan meninggalkan kelompok perebut podium ketiga dengan selisih lebih dari empat detik.
Situasi tersebut membuat perhatian beralih ke pertarungan di belakang. Veda terus berusaha memangkas jarak dan menjaga peluang untuk mendapatkan poin meski berada di luar 15 besar.
Perjuangan itu tidak mudah karena mayoritas pembalap di depannya masih mampu menjaga konsistensi lap.
Namun Veda tetap bertahan hingga lap-lap terakhir dan menunggu peluang yang mungkin muncul dari drama penutup balapan.


