Pembalap Marco Bezzecchi tampil dominan pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Rider tim Aprilia Racing itu mengamankan kemenangan setelah memulai balapan dari posisi pole. Ia menuntaskan lomba dengan keunggulan lebih dari lima detik atas pesaing terdekatnya.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (3/3), Bezzecchi langsung merebut holeshot sejak lampu start padam. Ia kemudian menjaga ritme balapan sepanjang 26 lap tanpa tekanan berarti dari rival. Konsistensinya membuat jarak dengan para pengejar terus melebar.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bezzecchi pada musim 2026. Sehari sebelumnya, ia sempat terjatuh saat sprint meski memulai dari posisi terdepan. Namun, ia mampu bangkit dan menebus kegagalan tersebut pada balapan utama.
Di belakang Bezzecchi, Pedro Acosta finis di posisi kedua bersama KTM. Sementara itu, Raul Fernandez melengkapi podium setelah bertahan dari tekanan di fase akhir lomba. Dominasi Aprilia semakin terlihat dengan beberapa pembalapnya finis di posisi lima besar.
Sejak dua lap awal, Bezzecchi telah membangun keunggulan signifikan. Jaraknya sempat mendekati dua detik sebelum pertengahan balapan. Kecepatan stabil dan manajemen ban yang baik menjadi kunci keberhasilannya.
Balapan di Buriram juga diwarnai insiden yang menimpa Marc Marquez. Pembalap Ducati itu mengalami kerusakan ban belakang pada lap ke-21 dan gagal melanjutkan lomba. Kondisi tersebut semakin menegaskan keunggulan Bezzecchi yang tak tersentuh hingga garis finis.
Dengan kemenangan ini, Bezzecchi mencatatkan prestasi penting bagi Aprilia. Ia menjadi pembalap pertama pabrikan tersebut yang meraih tiga kemenangan beruntun. Hasil di Thailand sekaligus menegaskan ambisinya dalam perburuan gelar musim 2026.(jpc)
Pembalap Marco Bezzecchi tampil dominan pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Rider tim Aprilia Racing itu mengamankan kemenangan setelah memulai balapan dari posisi pole. Ia menuntaskan lomba dengan keunggulan lebih dari lima detik atas pesaing terdekatnya.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (3/3), Bezzecchi langsung merebut holeshot sejak lampu start padam. Ia kemudian menjaga ritme balapan sepanjang 26 lap tanpa tekanan berarti dari rival. Konsistensinya membuat jarak dengan para pengejar terus melebar.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bezzecchi pada musim 2026. Sehari sebelumnya, ia sempat terjatuh saat sprint meski memulai dari posisi terdepan. Namun, ia mampu bangkit dan menebus kegagalan tersebut pada balapan utama.
Di belakang Bezzecchi, Pedro Acosta finis di posisi kedua bersama KTM. Sementara itu, Raul Fernandez melengkapi podium setelah bertahan dari tekanan di fase akhir lomba. Dominasi Aprilia semakin terlihat dengan beberapa pembalapnya finis di posisi lima besar.
Sejak dua lap awal, Bezzecchi telah membangun keunggulan signifikan. Jaraknya sempat mendekati dua detik sebelum pertengahan balapan. Kecepatan stabil dan manajemen ban yang baik menjadi kunci keberhasilannya.
Balapan di Buriram juga diwarnai insiden yang menimpa Marc Marquez. Pembalap Ducati itu mengalami kerusakan ban belakang pada lap ke-21 dan gagal melanjutkan lomba. Kondisi tersebut semakin menegaskan keunggulan Bezzecchi yang tak tersentuh hingga garis finis.
Dengan kemenangan ini, Bezzecchi mencatatkan prestasi penting bagi Aprilia. Ia menjadi pembalap pertama pabrikan tersebut yang meraih tiga kemenangan beruntun. Hasil di Thailand sekaligus menegaskan ambisinya dalam perburuan gelar musim 2026.(jpc)