BEKASI, PROKALTENG.CO – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga Muaythai melalui Sertifikasi Nasional Pelatih, Wasit, dan Juri yang diikuti 80 peserta dari seluruh Indonesia, di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Minggu (2/8/2026).
Program ini menjadi langkah strategis PBMI untuk mencetak tenaga profesional berstandar internasional demi meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan penyelenggaraan pertandingan.
Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, sertifikasi tersebut bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan bagian dari langkah strategis untuk membawa Muaythai Indonesia semakin dekat dengan standar internasional.
“Ini bukan pelatihan biasa. Kita sedang membangun kualitas manusia yang akan menjadi ujung tombak pembinaan atlet sekaligus menjaga integritas pertandingan. Karena atlet yang hebat lahir dari pelatih yang berkualitas, sementara pertandingan yang bermartabat membutuhkan wasit dan juri yang memiliki integritas serta memahami standar global,” ujar LaNyalla.
Menurutnya, kehadiran instruktur dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA) menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kualitas tersebut.
Para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat berstandar internasional yang diakui secara resmi oleh IFMA.

Rangkaian sertifikasi berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Agustus 2026. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Ajarn Thanong selaku Head of WMC Technical Commission dan IFMA International Technical Official (ITO), termasuk pembahasan mengenai perbedaan IFMA dan WMC.
Peserta juga mendapatkan materi dari Sekjend IFMA Stephan Fox, dengan topik “One World, One Muaythai”.
Untuk peserta pelatih, agenda dilanjutkan dengan materi dan praktik latihan bersama Ajarn Chao dan Khru Id selaku Muaythai Masters.
Sementara peserta wasit dan juri mendapatkan materi pelatihan serta simulasi pertandingan sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknis.


