Mohamed Salah Buka Alasan Tinggalkan Liverpool dan Ungkap Banyak Opsi

Keputusan besar akhirnya diambil Mohamed Salah. Penyerang andalan Liverpool itu memastikan dirinya akan meninggalkan Anfield pada akhir musim, sembari mengungkap alasan yang cukup mengejutkan di balik kepergiannya.

Dalam wawancara bersama legenda Liverpool, Steven Gerrard, Salah secara jujur mengakui bahwa situasi yang terjadi di dalam tim musim ini membuatnya semakin yakin untuk angkat kaki.

Salah menegaskan bahwa keputusannya bukan diambil secara emosional, melainkan melalui proses panjang sepanjang musim yang sulit bagi Liverpool.

“Setelah menjalani musim ini, saya merasa ini adalah keputusan yang tepat. Saya sudah damai dengan itu,” ujar Salah.

“Musim ini berat bagi kami semua. Apa yang terjadi membuat saya merasa, ‘Tidak, ini sudah waktunya pergi.’ dan saya bahagia dengan keputusan ini,” lanjutnya.

Musim ini memang jauh dari kata ideal bagi Salah maupun Liverpool. Setelah tampil luar biasa musim lalu dengan 29 gol dan 18 assist, performa pemain asal Mesir itu menurun drastis.

Baca Juga :  Uji Kemampuan, Takraw Putri Kalteng Jajal Atlet Putri Bali, Jatim dan Yogyakarta

Hingga saat ini, ia baru mencatatkan 7 gol dan 6 assist dari 25 pertandingan Liga Inggris. Penurunan performa ini berjalan seiring dengan inkonsistensi Liverpool yang kini tercecer di posisi keempat klasemen.

Electronic money exchangers listing

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Salah untuk mencari tantangan baru.

Meski akan berpisah, Salah menegaskan bahwa dirinya meninggalkan Liverpool bukan karena tersisih, melainkan atas keinginannya sendiri.

“Saya senang bisa pergi melalui pintu besar. Seperti yang pernah Anda katakan kepada saya, pergi dengan cara sendiri,” ungkapnya kepada Gerrard.

“Saya masih merasa punya banyak hal untuk diberikan. Secara fisik saya sangat baik, saya bermain banyak pertandingan musim ini,” tambahnya.

Menariknya, Salah juga mengisyaratkan bahwa masa depannya masih terbuka lebar. Ia mengaku belum mengambil keputusan final terkait klub berikutnya.

“Sejujurnya, saya belum memutuskan akan ke mana. Saya punya banyak opsi, dan itu opsi yang bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  Mohamed Salah Jadi Favorit Utama Meraih Golden Boot Musim Ini

Di akhir wawancara, Salah turut mengenang era kejayaan Liverpool di bawah Juergen Klopp, saat mereka sukses meraih gelar Premier League dan Liga Champions secara beruntun.

Ia menyoroti kekompakan tim sebagai kunci utama kesuksesan saat itu menjadi sesuatu yang menurutnya mulai berubah seiring perombakan skuad.

“Dulu semua pemain punya tujuan yang sama. Tidak ada ego, semua tahu perannya. Kalau ada yang tidak maksimal, yang lain akan mendorongnya,” tuturnya.

“Kami punya itu selama 10 tahun, dan saya berharap hal itu tidak berubah. Sekarang banyak pemain baru dan ikatan tim berubah. Saya harap mereka bisa menjaganya untuk masa depan,” harap Salah.

Kepergian Mohamed Salah menandai berakhirnya sebuah era di Anfield. Kini, Liverpool menghadapi tantangan besar untuk mencari pengganti yang sepadan, sekaligus membangun kembali fondasi tim yang sempat begitu kuat dalam satu dekade terakhir.(jpc)

Keputusan besar akhirnya diambil Mohamed Salah. Penyerang andalan Liverpool itu memastikan dirinya akan meninggalkan Anfield pada akhir musim, sembari mengungkap alasan yang cukup mengejutkan di balik kepergiannya.

Dalam wawancara bersama legenda Liverpool, Steven Gerrard, Salah secara jujur mengakui bahwa situasi yang terjadi di dalam tim musim ini membuatnya semakin yakin untuk angkat kaki.

Salah menegaskan bahwa keputusannya bukan diambil secara emosional, melainkan melalui proses panjang sepanjang musim yang sulit bagi Liverpool.

Electronic money exchangers listing

“Setelah menjalani musim ini, saya merasa ini adalah keputusan yang tepat. Saya sudah damai dengan itu,” ujar Salah.

“Musim ini berat bagi kami semua. Apa yang terjadi membuat saya merasa, ‘Tidak, ini sudah waktunya pergi.’ dan saya bahagia dengan keputusan ini,” lanjutnya.

Musim ini memang jauh dari kata ideal bagi Salah maupun Liverpool. Setelah tampil luar biasa musim lalu dengan 29 gol dan 18 assist, performa pemain asal Mesir itu menurun drastis.

Baca Juga :  Uji Kemampuan, Takraw Putri Kalteng Jajal Atlet Putri Bali, Jatim dan Yogyakarta

Hingga saat ini, ia baru mencatatkan 7 gol dan 6 assist dari 25 pertandingan Liga Inggris. Penurunan performa ini berjalan seiring dengan inkonsistensi Liverpool yang kini tercecer di posisi keempat klasemen.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinan Salah untuk mencari tantangan baru.

Meski akan berpisah, Salah menegaskan bahwa dirinya meninggalkan Liverpool bukan karena tersisih, melainkan atas keinginannya sendiri.

“Saya senang bisa pergi melalui pintu besar. Seperti yang pernah Anda katakan kepada saya, pergi dengan cara sendiri,” ungkapnya kepada Gerrard.

“Saya masih merasa punya banyak hal untuk diberikan. Secara fisik saya sangat baik, saya bermain banyak pertandingan musim ini,” tambahnya.

Menariknya, Salah juga mengisyaratkan bahwa masa depannya masih terbuka lebar. Ia mengaku belum mengambil keputusan final terkait klub berikutnya.

“Sejujurnya, saya belum memutuskan akan ke mana. Saya punya banyak opsi, dan itu opsi yang bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  Mohamed Salah Jadi Favorit Utama Meraih Golden Boot Musim Ini

Di akhir wawancara, Salah turut mengenang era kejayaan Liverpool di bawah Juergen Klopp, saat mereka sukses meraih gelar Premier League dan Liga Champions secara beruntun.

Ia menyoroti kekompakan tim sebagai kunci utama kesuksesan saat itu menjadi sesuatu yang menurutnya mulai berubah seiring perombakan skuad.

“Dulu semua pemain punya tujuan yang sama. Tidak ada ego, semua tahu perannya. Kalau ada yang tidak maksimal, yang lain akan mendorongnya,” tuturnya.

“Kami punya itu selama 10 tahun, dan saya berharap hal itu tidak berubah. Sekarang banyak pemain baru dan ikatan tim berubah. Saya harap mereka bisa menjaganya untuk masa depan,” harap Salah.

Kepergian Mohamed Salah menandai berakhirnya sebuah era di Anfield. Kini, Liverpool menghadapi tantangan besar untuk mencari pengganti yang sepadan, sekaligus membangun kembali fondasi tim yang sempat begitu kuat dalam satu dekade terakhir.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru