Persebaya Surabaya benar-benar menunjukkan wajah berbeda saat menjamu PSBS Biak pada pekan ke-31 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026), Green Force mengamuk dan menang telak 4-0.
Kemenangan ini terasa spesial karena Persebaya Surabaya sempat dibuat frustrasi sepanjang babak pertama. Namun, ledakan di babak kedua menjadi bukti kualitas dan mentalitas tim asuhan Bernardo Tavares.
Sejak menit awal, Persebaya Surabaya langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir lewat Milos Raickovic pada menit ke-5, tetapi masih mampu diblok pemain bertahan PSBS Biak.
PSBS Biak bukan tanpa perlawanan dan sempat mengancam lewat Mohcine Hassan Nader pada menit ke-9. Bahkan, peluang itu lahir dari kreativitas Iqbal Hadi Perdana yang cukup merepotkan lini tengah Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya terus menekan dengan variasi serangan yang cukup rapi. Risto Mitrevski, Paulo Gali, hingga Toni Firmansyah silih berganti mencoba peruntungan, meski belum membuahkan hasil.
Francisco Rivera menjadi motor serangan yang aktif menciptakan peluang sepanjang babak pertama. Namun, rapatnya pertahanan PSBS Biak membuat setiap peluang selalu gagal dikonversi menjadi gol.
Memasuki pertengahan babak pertama, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan meski penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
PSBS Biak juga beberapa kali mengancam melalui Mohcine Hassan Nader. Namun, lini belakang Persebaya Surabaya tetap disiplin dan mampu meredam ancaman tersebut.
Menit ke-22 menjadi salah satu momen penting saat Persebaya Surabaya menciptakan tiga peluang beruntun. Sayangnya, eksekusi akhir dari Risto Mitrevski dan Toni Firmansyah masih belum menemui sasaran.
Ketegangan sempat memuncak saat Mohcine Hassan Nader menerima kartu kuning pada menit ke-26. Tak lama berselang, Arief Catur Pamungkas juga mendapatkan kartu kuning dari wasit.
Menjelang akhir babak pertama, Persebaya Surabaya semakin intens menekan. Milos Raickovic berkali-kali mencoba menembus pertahanan lawan, tetapi selalu gagal karena blok pemain belakang.
Hingga tambahan waktu tiga menit, skor tetap tidak berubah. Babak pertama ditutup dengan hasil imbang tanpa gol antara Persebaya Surabaya dan PSBS Biak.
Memasuki babak kedua, perubahan langsung dilakukan Persebaya Surabaya. Masuknya Bruno Moreira dan Malik Risaldi menjadi titik balik permainan Green Force.
Baru satu menit setelah restart, Bruno Moreira langsung memberi ancaman serius ke gawang PSBS Biak. Malik Risaldi juga menunjukkan peran pentingnya dalam membangun serangan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52 melalui Milos Raickovic. Gol tersebut lahir dari assist Bruno Moreira yang langsung memberi dampak instan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Persebaya Surabaya semakin percaya diri, sementara PSBS Biak mulai kehilangan organisasi permainan.
Hanya berselang 13 menit, Milos Raickovic kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia memanfaatkan assist dari Malik Risaldi untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Dominasi Persebaya Surabaya semakin tidak terbendung setelah unggul dua gol. Serangan demi serangan terus dilancarkan tanpa memberi ruang bagi PSBS Biak untuk berkembang.
Masuknya Bruno Pereira de Alberquerque juga menambah daya gedor lini depan. Ia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang membuat pertahanan PSBS Biak kocar-kacir.
Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-74 lewat aksi Francisco Rivera. Pemain asal Amerika Latin itu memanfaatkan assist Bruno Pereira untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-0.
Tidak berhenti sampai di situ, Rivera kembali mencetak gol pada menit ke-80. Kali ini, ia memanfaatkan umpan dari Bruno Moreira untuk memastikan keunggulan 4-0.
PSBS Biak benar-benar tidak mampu keluar dari tekanan pada 15 menit terakhir. Serangan mereka mudah dipatahkan, sementara Persebaya Surabaya terus tampil agresif.
Beberapa peluang tambahan sempat tercipta melalui Bruno Pereira dan Jefferson. Namun, hingga laga berakhir, skor 4-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persebaya Surabaya.
Hasil ini menegaskan kekuatan Persebaya Surabaya saat bermain di kandang sendiri. Gelora Bung Tomo kembali menjadi saksi dominasi Green Force atas lawan-lawannya.
Kemenangan telak ini juga menjadi pesan serius bagi pesaing di papan atas klasemen. Persebaya Surabaya menunjukkan konsistensi dan efektivitas yang semakin matang jelang akhir musim.
Dengan performa seperti ini, peluang Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di jalur juara semakin terbuka. Terlebih, kontribusi pemain pengganti terbukti menjadi pembeda dalam pertandingan ini.(jpc)


