Mimpi Timnas Italia untuk kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia kembali pupus. Skuad berjuluk Azzurri dipastikan absen dari putaran final Piala Dunia 2026 setelah hasil pahit di laga penentuan.
Kegagalan ini bukan sekadar hasil pertandingan biasa, melainkan catatan kelam yang terus membayangi sejarah sepak bola Italia.
Publik negeri pizza harus kembali menelan kenyataan pahit setelah tim kesayangannya absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Langkah pasukan yang kini ditangani Gennaro Gattuso terhenti secara dramatis. Mereka kalah dari Bosnia Herzegovina dalam duel sengit yang harus ditentukan lewat adu penalti.
Padahal, harapan sempat membumbung tinggi saat Italia membuka keunggulan lebih dulu di babak pertama. Gol dari Moise Kean membuat Azzurri unggul 1-0 hingga turun minum.
Namun, situasi berubah drastis di babak kedua saat Bosnia Herzegovina bangkit memberikan tekanan. Haris Tabakovic sukses mencetak gol penyeimbang yang membuat skor menjadi 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Petaka bagi Italia sebenarnya sudah mulai terlihat sejak akhir babak pertama. Bek andalan Alessandro Bastoni harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung.
Bermain dengan 10 orang jelas menjadi pukulan telak bagi Italia dalam laga sepenting ini. Kondisi tersebut membuat permainan mereka kehilangan keseimbangan dan memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Selepas pertandingan, Gattuso mencoba tetap tegar di tengah kekecewaan mendalam. Ia memberikan pembelaan terhadap para pemain yang dinilainya sudah berjuang maksimal di atas lapangan.
“Para pemain ini tidak pantas menerima ini, atas usaha, cinta, dan tekad mereka. Kami memiliki tiga peluang, dan sebagian besar umpan silang mereka hampir tidak menyentuh kami,” kata Gattuso dikutip dari RAI Sport.
Kegagalan ini sekaligus memperpanjang penantian panjang Italia untuk kembali tampil di Piala Dunia. Terakhir kali mereka tampil di ajang tersebut terjadi pada edisi 2014 di Brasil, yang kini terasa semakin jauh dari jangkauan.
Sejak saat itu, Italia terus mengalami kegagalan menyakitkan di fase kualifikasi. Pada 2018, mereka tersingkir setelah kalah dari Swedia di babak play-off.
Luka yang sama kembali terulang pada 2022 ketika mereka secara mengejutkan dikalahkan Makedonia Utara. Kini, kegagalan menuju 2026 semakin menegaskan Italia sedang mengalami masa sulit yang berkepanjangan.
Gattuso pun tidak lari dari tanggung jawab atas hasil buruk ini. Ia secara terbuka meminta maaf kepada publik Italia karena gagal membawa tim kembali ke kompetisi elite dunia.
“Saya pribadi meminta maaf karena tidak berhasil, tetapi para pemain ini telah memberikan segalanya,” ujar Gattuso.
Situasi ini tentu menjadi alarm keras bagi federasi sepak bola Italia untuk segera berbenah. Reformasi menyeluruh, mulai dari pembinaan pemain muda hingga sistem kompetisi, tampaknya menjadi kebutuhan mendesak.
Bagi para tifosi, kegagalan ini bukan sekadar kehilangan kesempatan menonton tim kesayangan di Piala Dunia. Ini juga menyentuh harga diri sebagai salah satu negara dengan sejarah sepak bola terbesar di dunia.
Kini, pertanyaan besar muncul: kapan Azzurri bisa bangkit dari keterpurukan ini? Atau justru, kutukan absen dari Piala Dunia akan terus menghantui salah satu raksasa sepak bola Eropa tersebut?
Jawabannya masih menjadi misteri, namun satu hal yang pasti, pekerjaan rumah Italia semakin menumpuk. Tanpa perubahan besar, mimpi kembali ke panggung dunia bisa saja kembali menjadi angan semata.(jpc)


