Irak akhirnya memastikan satu tempat di panggung terbesar sepak bola dunia usai menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam playoff interkontinental. Kemenangan dramatis ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Singa Mesopotamia untuk kembali tampil di ajang empat tahunan tersebut.
Bermain di Estadio BBVA pada Rabu (1/4/2026) pagi WIB, Irak tampil penuh determinasi sejak menit awal. Mereka langsung menekan pertahanan Bolivia demi mencuri keunggulan cepat yang terbukti menjadi kunci kemenangan.
Irak membuka keunggulan saat laga baru berjalan 10 menit melalui Ali Al-Hamadi. Sundulannya memanfaatkan sepak pojok dari Amir Al-Ammari sukses menjebol gawang yang dikawal Guillermo Viscarra.
Gol cepat itu membuat Irak semakin percaya diri dalam mengendalikan tempo permainan. Namun Bolivia tak tinggal diam dan perlahan mulai menemukan ritme untuk membalas tekanan.
Tim asal Amerika Selatan itu akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lewat aksi Moises Paniagua.
Ia dengan tenang mengontrol umpan terobosan dari Ramiro Vaca sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut kanan atas gawang Irak.
Kiper Ahmed Basil tak mampu menghalau bola yang meluncur deras tersebut. Skor 1-1 pun menutup babak pertama dalam tensi pertandingan yang semakin meningkat.
Memasuki babak kedua, Irak kembali menunjukkan mentalitas kuat mereka. Tim asuhan pelatihnya langsung mengambil inisiatif serangan untuk kembali unggul.
Gol penentu kemenangan datang pada menit ke-53 melalui Aymen Hussein. Ia menyambar umpan silang rendah dari Marko Farji dalam skema serangan cepat yang tak mampu dibendung lini belakang Bolivia.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Bolivia yang sebelumnya mulai percaya diri. Irak pun semakin solid dalam bertahan sambil sesekali mengancam lewat serangan balik cepat.
Bolivia berusaha keras mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. Namun rapatnya lini pertahanan Irak membuat setiap peluang yang dibangun selalu kandas sebelum menjadi ancaman serius.
Tambahan waktu sembilan menit yang diberikan wasit tak mampu dimanfaatkan Bolivia untuk mencetak gol penyeimbang. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Irak yang akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah terakhir tampil pada 1986. Penantian hampir empat dekade itu kini terbayar lunas lewat perjuangan penuh determinasi di babak playoff.
Dengan hasil ini, Irak resmi melengkapi daftar 48 peserta Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Irak nantinya akan menghadapi tantangan berat di fase grup. Mereka tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal.
Komposisi grup tersebut jelas menjadi ujian sesungguhnya bagi Irak. Namun dengan semangat juang yang ditunjukkan saat melawan Bolivia, Singa Mesopotamia punya modal penting untuk memberi kejutan.
Susunan pemain kedua tim juga menunjukkan betapa sengitnya duel ini sejak awal.
Irak mengandalkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, sementara Bolivia tampil dengan kekuatan terbaik mereka demi mengamankan tiket terakhir.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Irak di level internasional. Kini, mereka siap menatap panggung dunia dengan penuh optimisme dan ambisi besar.(jpc)


