TAMIANG LAYANG, PROKALTENG.CO – Nama Nursulistyo menguat sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Barito Timur. Dukungan disebut mengalir dari hampir seluruh pengurus kecamatan yang memiliki hak suara.
Konfigurasi dukungan tersebut membuka peluang Nursulistyo memimpin Partai Golkar Barito Timur periode mendatang melalui mekanisme aklamasi. Musda VI menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Partai Golkar di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalteng Edy Pratowo mengatakan, Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga momentum mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta menyusun program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.
“Musda ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota,” ujar Edy Pratowo saat diwawancarai awak media usai kegiatan, Senin (24/8/2026).
Menurut Edy, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin Golkar Barito Timur harus mampu menjaga soliditas internal dan memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah.
Hal tersebut dinilai penting agar mesin organisasi partai tetap berjalan efektif dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
“Yang terpenting adalah bagaimana kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu menjaga kekompakan, memperkuat konsolidasi dan menjalankan program kerja partai secara maksimal,” ucapnya.
Dengan dukungan yang disebut telah menguat kepada Nursulistyo, Musda VI Golkar Barito Timur pun berpotensi menetapkan kepemimpinan baru tanpa melalui pemungutan suara. (hen)
TAMIANG LAYANG, PROKALTENG.CO – Nama Nursulistyo menguat sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Barito Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Barito Timur. Dukungan disebut mengalir dari hampir seluruh pengurus kecamatan yang memiliki hak suara.
Konfigurasi dukungan tersebut membuka peluang Nursulistyo memimpin Partai Golkar Barito Timur periode mendatang melalui mekanisme aklamasi. Musda VI menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Partai Golkar di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalteng Edy Pratowo mengatakan, Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga momentum mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta menyusun program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.
“Musda ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Partai Golkar di tingkat kabupaten dan kota,” ujar Edy Pratowo saat diwawancarai awak media usai kegiatan, Senin (24/8/2026).
Menurut Edy, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin Golkar Barito Timur harus mampu menjaga soliditas internal dan memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah.
Hal tersebut dinilai penting agar mesin organisasi partai tetap berjalan efektif dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
“Yang terpenting adalah bagaimana kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu menjaga kekompakan, memperkuat konsolidasi dan menjalankan program kerja partai secara maksimal,” ucapnya.
Dengan dukungan yang disebut telah menguat kepada Nursulistyo, Musda VI Golkar Barito Timur pun berpotensi menetapkan kepemimpinan baru tanpa melalui pemungutan suara. (hen)