PROKALTENG.CO – Sambutan hangat diberikan masyarakat desa Sepang Kota yang juga mengapresiasi karya Agustin Teras Narang selama menjadi Gubernur dua periode 2005-2015 lalu. Dalam momen kampanye dialogis pada Minggu (21/1/2024) ini, petani juga menyampaikan aspirasi soal pertanian.
Bagaimana agar bibit dan pupuk tersedia, mudah diakses petani. Ini agar usaha para petani bisa dimudahkan dan masyarakat bisa lebih sejahtera. Begitu pun para peladang mendapatkan hak berladang secara aman.
Ini senada dengan harapan masyarakat desa Tampang Tumbang Anjir di Kuala Kurun yang juga memberi sambutan hangat dengan tari dan Karungut. Di sini peserta didominasi kaum ibu, karena umumnya kaum bapak pergi mendulang emas secara tradisional di sungai.
Dalam beberapa waktu terakhir, menurut tokoh masyarakat sekitar, mata pencaharian yang mengandalkan aktivitas mendulang ini, tak lagi menjanjikan. Sementara kebun tidak banyak menghasilkan sehingga perlu dipikirkan kebijakan untuk mencegah penurunan ekonomi masyarakat.
“Saya menerima seluruh aspirasi ini dan berterima kasih atas sikap masyarakat. Soal ekonomi masyarakat ini sejatinya memang menjadi atensi pemerintah. Dikaji, dicarikan alternatif kebijakan agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan kesejahteraan bisa dicapai,” jelas Teras Narang.
Ini sebagaimana soal jalan rusak yang memang harus dikawal sungguh, memperhatikan kepentingan harmonis antar kebutuhan investasi akan jalan angkut sumber daya alam, dengan kebutuhan masyarakat akan jalan umum yang nyaman dan bisa dilintasi dengan baik. Inilah peran vital pemerintah sebagai fasilitator dan penata kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat.
“Saya berharap aspirasi ini akan didengar oleh pihak berkepentingan di pusat dan di daerah. Lewat DPD RI, aspirasi ini juga akan disuarakan pada jalur yang ada untuk menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.
Sebelum meninggalkan Gunung Mas, Teras Narang mengingatkan masyarakat agar tak sembarang memilih dalam pemilu 2024. Untuk DPD RI, saya harap masyarakat masih memberi dukungan pada saya lewat coblosan untuk nomor 1. Bersama kita kawal pembangunan daerah kita tercinta.
“Kalau bukan kita, siapa lagi?
Kalau tidak sekarang, kapan lagi?,” pungkasnya. (tim)