Hubungan Jokowi-JK Memanas Akibat Isu Dugaan Ijazah Palsu, Berpengaruh ke PSI?

PROKALTENG.CO– Pengamat politik sekaligus Guru Besar London School of Public Relations (LSPR), Lely Arrianie, menilai fenomena ‘JK Effect’ dapat menjadi ujian serius bagi masa depan politik trah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), termasuk bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Lely, polemik yang muncul setelah pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terkait isu ijazah Jokowi memperluas tekanan politik terhadap lingkaran kekuasaan Jokowi.

“Peristiwa dengan Pak JK ini adalah batu ujian yang menurut saya justru lebih luas daripada sekadar anekdot-anekdot politik picisan yang dibangun selama ini tentang keberadaan Pak Jokowi,” kata Lely dalam diskusi publik Obor Rakyat Reborn bertajuk ‘JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

Baca Juga :  Diusung Golkar dan NasDem, Nurhidayah-Suyanto Siap Mendaftar ke KPU

Ia juga menilai, PSI akan menghadapi tantangan besar untuk bangkit menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, strategi branding PSI sebagai ‘partainya Jokowi’ pada Pemilu 2024 dinilai belum mampu mendongkrak elektabilitas partai tersebut.

“Ketika PSI mengklaim diri sebagai partai Jokowi, ternyata tidak menang. Artinya, tidak ada branding nama Pak Jokowi di sana yang bisa dilihat oleh pemilih,” tuturnya.

Selain itu, Lely menyoroti perilaku sejumlah relawan dan elite politik di sekitar Jokowi yang dinilai berpotensi memengaruhi citra politik mantan kepala negara tersebut.

“Kelakuan-kelakuan politiknya inilah yang bisa membuat Pak Jokowi itu bersinar atau tenggelam,” tuturnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum Pro Jokowi, Budianto Tarigan, menilai Jokowi dan PSI berpotensi mengalami tekanan politik akibat munculnya isu SARA yang dikaitkan dengan Jusuf Kalla (JK).

Menurut Budianto, hubungan Jokowi dan JK mulai memanas setelah JK meminta agar ijazah Jokowi diperlihatkan kepada publik.

Baca Juga :  SKY Siap Maju Pilkada Kalteng, Jika dapat Penugasan Partai

“Begitu Pak JK mengatakan ‘tunjukkan saja ijazahnya kalau ada,’ ya udah berentet semua nih pelaporan-pelaporan ini dan pemotongan-pemotongan video pidato Pak JK,” bebernya.

Ia menilai, langkah memainkan isu agama dalam dinamika politik merupakan kesalahan yang dapat berdampak negatif.

“Jadi kesimpulan saya, hari ini PSI kedodoran, Pak Jokowi juga babak belur. Ketiga, jangan coba-coba memainkan isu agama dalam kepentingan politik,” ucapnya.

Budianto juga berharap, Jokowi dapat menunjukkan ijazah secara langsung setelah adanya permintaan dari JK, demi mengakhiri polemik terkait keabsahan ijazah tersebut.

“Mereka ini kan pernah relasi yang dekat kan. Berdua nih, satu presiden, satu wakil. Masa sih susah-susah, Pak Jokowi?” pungkasnya.(jpg)

 

PROKALTENG.CO– Pengamat politik sekaligus Guru Besar London School of Public Relations (LSPR), Lely Arrianie, menilai fenomena ‘JK Effect’ dapat menjadi ujian serius bagi masa depan politik trah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), termasuk bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Lely, polemik yang muncul setelah pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terkait isu ijazah Jokowi memperluas tekanan politik terhadap lingkaran kekuasaan Jokowi.

“Peristiwa dengan Pak JK ini adalah batu ujian yang menurut saya justru lebih luas daripada sekadar anekdot-anekdot politik picisan yang dibangun selama ini tentang keberadaan Pak Jokowi,” kata Lely dalam diskusi publik Obor Rakyat Reborn bertajuk ‘JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Diusung Golkar dan NasDem, Nurhidayah-Suyanto Siap Mendaftar ke KPU

Ia juga menilai, PSI akan menghadapi tantangan besar untuk bangkit menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, strategi branding PSI sebagai ‘partainya Jokowi’ pada Pemilu 2024 dinilai belum mampu mendongkrak elektabilitas partai tersebut.

“Ketika PSI mengklaim diri sebagai partai Jokowi, ternyata tidak menang. Artinya, tidak ada branding nama Pak Jokowi di sana yang bisa dilihat oleh pemilih,” tuturnya.

Selain itu, Lely menyoroti perilaku sejumlah relawan dan elite politik di sekitar Jokowi yang dinilai berpotensi memengaruhi citra politik mantan kepala negara tersebut.

“Kelakuan-kelakuan politiknya inilah yang bisa membuat Pak Jokowi itu bersinar atau tenggelam,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum Pro Jokowi, Budianto Tarigan, menilai Jokowi dan PSI berpotensi mengalami tekanan politik akibat munculnya isu SARA yang dikaitkan dengan Jusuf Kalla (JK).

Menurut Budianto, hubungan Jokowi dan JK mulai memanas setelah JK meminta agar ijazah Jokowi diperlihatkan kepada publik.

Baca Juga :  SKY Siap Maju Pilkada Kalteng, Jika dapat Penugasan Partai

“Begitu Pak JK mengatakan ‘tunjukkan saja ijazahnya kalau ada,’ ya udah berentet semua nih pelaporan-pelaporan ini dan pemotongan-pemotongan video pidato Pak JK,” bebernya.

Ia menilai, langkah memainkan isu agama dalam dinamika politik merupakan kesalahan yang dapat berdampak negatif.

“Jadi kesimpulan saya, hari ini PSI kedodoran, Pak Jokowi juga babak belur. Ketiga, jangan coba-coba memainkan isu agama dalam kepentingan politik,” ucapnya.

Budianto juga berharap, Jokowi dapat menunjukkan ijazah secara langsung setelah adanya permintaan dari JK, demi mengakhiri polemik terkait keabsahan ijazah tersebut.

“Mereka ini kan pernah relasi yang dekat kan. Berdua nih, satu presiden, satu wakil. Masa sih susah-susah, Pak Jokowi?” pungkasnya.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru