PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K. Yunianto memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU masih aman. Dia meminta masyarakat tidak terpancing isu kelangkaan BBM maupun kabar kenaikan harga yang belakangan ramai beredar di media sosial.
Menurut Sigit, antrean panjang kendaraan di SPBU beberapa hari terakhir lebih dipicu kepanikan warga akibat informasi simpang siur. Kondisi itu membuat masyarakat membeli BBM secara berlebihan atau panic buying.
“Pasokan aman dan distribusi tetap berjalan. Isu soal kekosongan BBM ini yang bikin masyarakat resah, akhirnya warga panik dan terjadi antrean panjang di SPBU,” kata Sigit saat diwawancarai awak media di Rumah Aspirasi, Kamis (7/5/2026).
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak di tengah situasi global yang belum stabil.
Sigit juga menyinggung kebijakan pembatasan pembelian BBM yang diterapkan Pertamina. Untuk kendaraan roda dua, pembelian dibatasi maksimal Rp100 ribu dan dinilai masih cukup untuk kebutuhan harian masyarakat.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya di wilayah yang membutuhkan biaya distribusi lebih tinggi karena faktor geografis.
“Kalau soal HET jangan terlalu tinggi juga. Harga BBM di SPBU itu sama, enggak ada bedanya,” ujarnya.
Sigit meminta kepala daerah mengeluarkan kebijakan yang menenangkan masyarakat agar situasi tidak makin gaduh.
“Kebijakannya harus menyejukkan, jangan malah bikin panic buying. Masyarakat enggak perlu resah karena semuanya sudah diatur. Pertamina juga berusaha maksimal memenuhi kebutuhan warga,” tegasnya.
Dia juga mempersilakan pedagang BBM eceran tetap berjualan selama mengikuti aturan HET yang wajar.
“Kalau ada masyarakat yang usaha kecil-kecilan jual BBM eceran silakan saja, tapi tetap perhatikan batas HET-nya,” pungkasnya. (her)


