alexametrics
30.9 C
Palangkaraya
Monday, August 8, 2022

Masya Allah, Tanpa Paksaan Dua Napi di Lapupala Masuk Islam

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palangka Raya (Lapupala) mendapatkan hidayah yang begitu besar dari Allah SWT. Ya, mereka tergerak hatinya untuk masuk memeluk agama islam.

Keduanya resmi memeluk agama islam dan menjadi seorang mualaf setelah mengikuti proses syahadat dengan dipandu oleh ustaz Napiko dari Kementerian Agama Kota Palangka Raya di Masjid As-Sholihah Lapas Perempuan. Kegiatan itu, disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Palangka Raya Dyah Wandansari  Kasubag TU Subarto dan salah satu petugas P2U Baruna.

Aniek dan Merlina meskipun masih terbata-bata mengucapkan dua kalimat syahadat, namun niat hati yang dimiliki sudah begitu mantap untuk memilih masuk agama islam tanpa paksaan dari siapapun. Itu murni dari hati dan keyakinan mereka masing-masing.

Baca Juga :  Strategi Transformasi Menuju Polri yang Presisi

Kepala Lapas Dyan mengatakan, tergeraknya hati WBP untuk memeluk agama islam tentunya, pihak lapas perempuan sangat menyambut baik hal tersebut. Pihaknya mendorong dan mendukung Aniek dan Merlina untuk segera mengucapkan kalimat dua syahadat secara langsung.

"Mulai saat ini, kedua WBP ini akan diberi nama Islam yakni Siti Zahrah untuk Merlina dan Istiqomah untuk Aniek dengan harapan keduanya dapat memiliki sikap perilaku yang baik sesuai nama yang diberikan. Tentunya niatan yang tulus ikhlas untuk memeluk dan mengikuti ajaran Islam dari hati nurani mereka dapat menjadikan pribadi baru mereka yang lebih baik lagi,"katanya, Selasa (21/9/2021).

Sementara, Ustaz Napiko berpesan kepada keduanya untuk bisa istiqomah dalam keyakinannya dan tidak goyah serta tidak terpengaruh siapapun dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim.

Baca Juga :  Sepakat! Obyek Wisata Tetap Dibuka, Tapi...

"Semoga kalian selalu Istiqomah, rajin dan taat dalam beribadah kepada Allah. Untuk bacaan minta bantuan dari teman-teman lain yang lebih fasih dalam mengaji, dan tetaplah berbuat baik bagaimanapun kondisinya dengan keluarga kerabat maupun teman-teman yang sudah berbeda keyakinan dengan kalian," ungkap Napiko.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palangka Raya (Lapupala) mendapatkan hidayah yang begitu besar dari Allah SWT. Ya, mereka tergerak hatinya untuk masuk memeluk agama islam.

Keduanya resmi memeluk agama islam dan menjadi seorang mualaf setelah mengikuti proses syahadat dengan dipandu oleh ustaz Napiko dari Kementerian Agama Kota Palangka Raya di Masjid As-Sholihah Lapas Perempuan. Kegiatan itu, disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Palangka Raya Dyah Wandansari  Kasubag TU Subarto dan salah satu petugas P2U Baruna.

Aniek dan Merlina meskipun masih terbata-bata mengucapkan dua kalimat syahadat, namun niat hati yang dimiliki sudah begitu mantap untuk memilih masuk agama islam tanpa paksaan dari siapapun. Itu murni dari hati dan keyakinan mereka masing-masing.

Baca Juga :  Sepakat! Obyek Wisata Tetap Dibuka, Tapi...

Kepala Lapas Dyan mengatakan, tergeraknya hati WBP untuk memeluk agama islam tentunya, pihak lapas perempuan sangat menyambut baik hal tersebut. Pihaknya mendorong dan mendukung Aniek dan Merlina untuk segera mengucapkan kalimat dua syahadat secara langsung.

"Mulai saat ini, kedua WBP ini akan diberi nama Islam yakni Siti Zahrah untuk Merlina dan Istiqomah untuk Aniek dengan harapan keduanya dapat memiliki sikap perilaku yang baik sesuai nama yang diberikan. Tentunya niatan yang tulus ikhlas untuk memeluk dan mengikuti ajaran Islam dari hati nurani mereka dapat menjadikan pribadi baru mereka yang lebih baik lagi,"katanya, Selasa (21/9/2021).

Sementara, Ustaz Napiko berpesan kepada keduanya untuk bisa istiqomah dalam keyakinannya dan tidak goyah serta tidak terpengaruh siapapun dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Kecil di Palangka Raya Antusias Sambut Dibukanya CFD

"Semoga kalian selalu Istiqomah, rajin dan taat dalam beribadah kepada Allah. Untuk bacaan minta bantuan dari teman-teman lain yang lebih fasih dalam mengaji, dan tetaplah berbuat baik bagaimanapun kondisinya dengan keluarga kerabat maupun teman-teman yang sudah berbeda keyakinan dengan kalian," ungkap Napiko.

Most Read

Artikel Terbaru

/