31 C
Palangkaraya
Monday, November 28, 2022

Pasien Tuberkulosis di Palangka Raya Meningkat, Dinkes Beberkan Jumlahnya

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo menyebutkan kasus pasien Tuberkulosis (TBC) mengalami peningkatan jika di bandingkan tahun sebelumnya.

“Sampai November 2022, pasien TBC yang ditemukan dan diobati sebanyak 502 orang. Artinya mengalami peningkatan, karena tahun 2021 hanya 421 sampai akhir tahun,” ujarnya, Senin (14/11).

Pasien yang pernah kena TBC itu, kata Andjar didominasi oleh usia dewasa. Akan tetapi untuk penyakit TBC, jika semakin banyak yang ditemukan semakin baik. Pasalnya  akan semakin banyak yang diobati.

Untuk gejala TBC, dia menjelaskan di antaranya yakni manusia mengalami batuk yang berlangsung lama sekitar 3 minggu atau lebih. Di mana batuk tersebut, disertai dengan dahak atau batuk darah.

Baca Juga :  Di Palangka Raya Kuota PPPK Nakes 24, Baru Terisi Satu Orang Pendaftar

“Kemudian, nyeri dada saat bernapas atau batuk, berkeringat di malam hari, hilang nafsu makan, penurunan berat badan,  demam dan menggigil, serta kelelahan,” bebernya.

Upaya pencegahan TBC, menurutnya yakni dengan vaksinasi BCG, tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa. Jika dengan menggunakan tisu untuk menutup mulut, maka buang tisu segera setelah digunakan.

Selain itu, jangan membuang dahak atau meludah sembarangan dan pastikan  rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Seperti dengan sering membuka pintu dan jendela.

“Jangan tidur sekamar dengan orang lain, sampai dokter menyatakan TBC yang diderita telah sampai pada tahap tidak menular,”pungkasnya.






Reporter: Hfz

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo menyebutkan kasus pasien Tuberkulosis (TBC) mengalami peningkatan jika di bandingkan tahun sebelumnya.

“Sampai November 2022, pasien TBC yang ditemukan dan diobati sebanyak 502 orang. Artinya mengalami peningkatan, karena tahun 2021 hanya 421 sampai akhir tahun,” ujarnya, Senin (14/11).

Pasien yang pernah kena TBC itu, kata Andjar didominasi oleh usia dewasa. Akan tetapi untuk penyakit TBC, jika semakin banyak yang ditemukan semakin baik. Pasalnya  akan semakin banyak yang diobati.

Untuk gejala TBC, dia menjelaskan di antaranya yakni manusia mengalami batuk yang berlangsung lama sekitar 3 minggu atau lebih. Di mana batuk tersebut, disertai dengan dahak atau batuk darah.

Baca Juga :  Selalu Waspada! Ini Perkiraan Cuaca di Kalteng Sepekan Kedepan

“Kemudian, nyeri dada saat bernapas atau batuk, berkeringat di malam hari, hilang nafsu makan, penurunan berat badan,  demam dan menggigil, serta kelelahan,” bebernya.

Upaya pencegahan TBC, menurutnya yakni dengan vaksinasi BCG, tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa. Jika dengan menggunakan tisu untuk menutup mulut, maka buang tisu segera setelah digunakan.

Selain itu, jangan membuang dahak atau meludah sembarangan dan pastikan  rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Seperti dengan sering membuka pintu dan jendela.

“Jangan tidur sekamar dengan orang lain, sampai dokter menyatakan TBC yang diderita telah sampai pada tahap tidak menular,”pungkasnya.






Reporter: Hfz

Most Read

Korban Bangunan

Rayakan Pergantian Tahun Dengan Muasabah

Alvin Kuya

Artikel Terbaru

/