Pesona Tambun Bungai 2026 Dorong UMKM Kalteng Tembus Pasar Ekspor

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalteng terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu bersaing di pasar internasional melalui kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026 yang akan digelar pada 29–31 Mei mendatang di Duta Mall Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar produk unggulan Kalteng.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat serta membuka peluang ekspor bagi produk lokal.
“Melalui kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026, kami berharap UMKM Kalteng mampu berkembang hingga menembus pasar ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap devisa dan neraca perdagangan daerah,” ujarnya dalam kegiatan Bincang Media Pesona Tambun Bungai, Kamis (21/5/2026).
Menurut Yuliansah, sektor UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan, edukasi, hingga perluasan akses pembiayaan agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif.
Pesona Tambun Bungai 2026 mengusung konsep ekspedisi, edukasi, dan empowerment atau pemberdayaan. Melalui konsep tersebut, para pelaku UMKM tidak hanya diberikan ruang promosi, tetapi juga kesempatan meningkatkan kemampuan usaha agar siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebanyak 12 UMKM unggulan Kalteng akan terlibat dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk khas daerah, mulai dari sektor wastra hingga olahan makanan dan minuman lokal yang memiliki potensi pasar nasional maupun ekspor.
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan ini juga dirancang untuk memperluas penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Bank Indonesia menilai digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi modern.
Saat ini jumlah merchant pengguna QRIS di Kalteng telah mencapai lebih dari 433 ribu pelaku usaha. Pada tahun 2026, Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS menembus lebih dari 460 ribu orang atau meningkat sekitar 20 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, volume transaksi QRIS di Kalteng juga ditargetkan mencapai 27 juta kali transaksi pemindaian sepanjang tahun ini sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan digital di daerah.
Yuliansah menambahkan, Pesona Tambun Bungai 2026 juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Bank Indonesia menargetkan nilai transaksi penjualan selama kegiatan berlangsung mencapai Rp300 juta.
“Harapannya UMKM dapat terus bangkit dan ikut memeriahkan HUT Kalteng 2026. Melalui Pesona Tambun Bungai ini kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi di Kalteng,” kata Yuliansah.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas, Pesona Tambun Bungai 2026 diharapkan menjadi pintu bagi UMKM Kalteng untuk memperluas pasar, memperkuat kapasitas usaha, dan membuka peluang ekspor produk unggulan daerah ke tingkat global. (tim)
Baca Juga :  Potensi Pertumbuhan Ekonomi Digital Di Indonesia
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalteng terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas hingga mampu bersaing di pasar internasional melalui kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026 yang akan digelar pada 29–31 Mei mendatang di Duta Mall Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses pasar produk unggulan Kalteng.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat serta membuka peluang ekspor bagi produk lokal.
“Melalui kegiatan Pesona Tambun Bungai 2026, kami berharap UMKM Kalteng mampu berkembang hingga menembus pasar ekspor sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap devisa dan neraca perdagangan daerah,” ujarnya dalam kegiatan Bincang Media Pesona Tambun Bungai, Kamis (21/5/2026).
Menurut Yuliansah, sektor UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan, edukasi, hingga perluasan akses pembiayaan agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif.
Pesona Tambun Bungai 2026 mengusung konsep ekspedisi, edukasi, dan empowerment atau pemberdayaan. Melalui konsep tersebut, para pelaku UMKM tidak hanya diberikan ruang promosi, tetapi juga kesempatan meningkatkan kemampuan usaha agar siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebanyak 12 UMKM unggulan Kalteng akan terlibat dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk khas daerah, mulai dari sektor wastra hingga olahan makanan dan minuman lokal yang memiliki potensi pasar nasional maupun ekspor.
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan ini juga dirancang untuk memperluas penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Bank Indonesia menilai digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi modern.
Saat ini jumlah merchant pengguna QRIS di Kalteng telah mencapai lebih dari 433 ribu pelaku usaha. Pada tahun 2026, Bank Indonesia menargetkan jumlah pengguna QRIS menembus lebih dari 460 ribu orang atau meningkat sekitar 20 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, volume transaksi QRIS di Kalteng juga ditargetkan mencapai 27 juta kali transaksi pemindaian sepanjang tahun ini sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan digital di daerah.
Yuliansah menambahkan, Pesona Tambun Bungai 2026 juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Bank Indonesia menargetkan nilai transaksi penjualan selama kegiatan berlangsung mencapai Rp300 juta.
“Harapannya UMKM dapat terus bangkit dan ikut memeriahkan HUT Kalteng 2026. Melalui Pesona Tambun Bungai ini kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi di Kalteng,” kata Yuliansah.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas, Pesona Tambun Bungai 2026 diharapkan menjadi pintu bagi UMKM Kalteng untuk memperluas pasar, memperkuat kapasitas usaha, dan membuka peluang ekspor produk unggulan daerah ke tingkat global. (tim)
Baca Juga :  Potensi Pertumbuhan Ekonomi Digital Di Indonesia

Terpopuler

Artikel Terbaru