Jelang Karhutla, GM PLN Cek Kesiapan Personel dan Peralatan di Kalteng

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, melakukan inspeksi lapangan di sejumlah titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng, 14–15 September 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta keamanan infrastruktur ketenagalistrikan menghadapi potensi Karhutla.

Didampingi jajaran manajemen Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Riko menempuh perjalanan darat dari Palangkaraya menuju Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi di sekitar jaringan transmisi dan aset kelistrikan sekaligus memastikan kesiapan personel serta peralatan tanggap darurat dalam menghadapi potensi Karhutla.

Rangkaian inspeksi difokuskan pada Gardu Induk (GI) Parenggean dan GI Nanga Bulik. Kedua lokasi tersebut merupakan aset strategis yang berada di wilayah dengan potensi ancaman Karhutla.

Selain memantau kondisi lingkungan sekitar aset, manajemen PLN juga memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan pendukung penanganan Karhutla.

Manager UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menjelaskan kesiapan personel dan peralatan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi Karhutla di sekitar aset ketenagalistrikan.

Baca Juga :  Momentum Semangat Kemerdekaan RI ke-80, PLN Dukung Smart Home di Kalimantan

“Kami menyiagakan peralatan khusus dan APD penanganan Karhutla di setiap Gardu Induk. Para personel juga telah dibekali pelatihan tanggap darurat, sehingga siap mengamankan aset kelistrikan sekaligus mendukung penanganan Karhutla bersama tim posko siaga di daerah,” ujar Eko.

Electronic money exchangers listing

Menurut Eko, kesiapan tersebut juga didukung pemantauan kondisi di sekitar aset dan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kebakaran yang mendekati infrastruktur PLN, langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Inspeksi lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kesiapan PLN menghadapi kondisi Karhutla yang dapat berubah dengan cepat. Hasil pemantauan menjadi bahan penguatan mitigasi, terutama untuk memastikan personel memahami perannya dan peralatan dapat digunakan ketika dibutuhkan.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga kesiapan personel dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kesiapan personel, kecukupan peralatan, dan penerapan standar K3 menjadi prioritas dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan memastikan seluruh perangkat dan personel siap, kami ingin setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga aset transmisi tetap terlindungi dan keselamatan petugas tetap menjadi yang utama,” jelas Riko.

Baca Juga :  Meningkatkan Kualitas Pendidikan, 59 SMK Kalteng Ajukan Status BLUD

Riko juga memastikan kesiapan tersebut benar-benar dipahami dan dapat dijalankan oleh personel di lapangan, terutama ketika kondisi Karhutla dan sebaran asap dapat berubah sewaktu-waktu.

“Bagi kami, kesiapan bukan sekadar soal peralatan yang tersedia, tetapi juga tentang orang-orang yang menggunakannya dan bagaimana mereka bekerja bersama ketika kondisi di lapangan berubah. Karena itu, saya ingin memastikan langsung bahwa rekan-rekan di lapangan memiliki perlengkapan dan dukungan yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan aman,” pungkas Riko.

Di momentum Hari Pelanggan Nasional, kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan memastikan personel siap, peralatan tersedia, dan aset terlindungi, PLN terus berupaya menjaga keberlangsungan layanan listrik sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. (tim)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, melakukan inspeksi lapangan di sejumlah titik rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng, 14–15 September 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta keamanan infrastruktur ketenagalistrikan menghadapi potensi Karhutla.

Didampingi jajaran manajemen Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, Riko menempuh perjalanan darat dari Palangkaraya menuju Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi di sekitar jaringan transmisi dan aset kelistrikan sekaligus memastikan kesiapan personel serta peralatan tanggap darurat dalam menghadapi potensi Karhutla.

Electronic money exchangers listing

Rangkaian inspeksi difokuskan pada Gardu Induk (GI) Parenggean dan GI Nanga Bulik. Kedua lokasi tersebut merupakan aset strategis yang berada di wilayah dengan potensi ancaman Karhutla.

Selain memantau kondisi lingkungan sekitar aset, manajemen PLN juga memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan pendukung penanganan Karhutla.

Manager UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menjelaskan kesiapan personel dan peralatan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi Karhutla di sekitar aset ketenagalistrikan.

Baca Juga :  Momentum Semangat Kemerdekaan RI ke-80, PLN Dukung Smart Home di Kalimantan

“Kami menyiagakan peralatan khusus dan APD penanganan Karhutla di setiap Gardu Induk. Para personel juga telah dibekali pelatihan tanggap darurat, sehingga siap mengamankan aset kelistrikan sekaligus mendukung penanganan Karhutla bersama tim posko siaga di daerah,” ujar Eko.

Menurut Eko, kesiapan tersebut juga didukung pemantauan kondisi di sekitar aset dan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kebakaran yang mendekati infrastruktur PLN, langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Inspeksi lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kesiapan PLN menghadapi kondisi Karhutla yang dapat berubah dengan cepat. Hasil pemantauan menjadi bahan penguatan mitigasi, terutama untuk memastikan personel memahami perannya dan peralatan dapat digunakan ketika dibutuhkan.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan, tetapi juga kesiapan personel dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kesiapan personel, kecukupan peralatan, dan penerapan standar K3 menjadi prioritas dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan memastikan seluruh perangkat dan personel siap, kami ingin setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga aset transmisi tetap terlindungi dan keselamatan petugas tetap menjadi yang utama,” jelas Riko.

Baca Juga :  Meningkatkan Kualitas Pendidikan, 59 SMK Kalteng Ajukan Status BLUD

Riko juga memastikan kesiapan tersebut benar-benar dipahami dan dapat dijalankan oleh personel di lapangan, terutama ketika kondisi Karhutla dan sebaran asap dapat berubah sewaktu-waktu.

“Bagi kami, kesiapan bukan sekadar soal peralatan yang tersedia, tetapi juga tentang orang-orang yang menggunakannya dan bagaimana mereka bekerja bersama ketika kondisi di lapangan berubah. Karena itu, saya ingin memastikan langsung bahwa rekan-rekan di lapangan memiliki perlengkapan dan dukungan yang cukup untuk menjalankan tugasnya dengan aman,” pungkas Riko.

Di momentum Hari Pelanggan Nasional, kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan memastikan personel siap, peralatan tersedia, dan aset terlindungi, PLN terus berupaya menjaga keberlangsungan layanan listrik sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru