SAMPIT, PROKALTENG.CO – Sebanyak 120 pelajar tingkat SD hingga SMA dari Sekolah Bina Bangsa di Sampit, Kalimantan Tengah, mengikuti lomba gambar bertema My Peace Story yang diselenggarakan oleh Wilmar Central Kalimantan Project bekerja sama dengan International Women Peace Group (IWPG).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan pemahaman tentang perdamaian melalui media seni dan kreativitas.
Lomba tersebut mengajak para peserta menuangkan pandangan serta harapan mereka mengenai perdamaian, kepedulian, dan kehidupan yang harmonis dalam bentuk karya gambar. Seluruh peserta berasal dari Sekolah Bina Bangsa yang dikelola oleh Wilmar Central Kalimantan Project.
Koordinator Women on Working Group (WoW) Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan karakter dan kreativitas generasi muda.
“Melalui tema My Peace Story, para peserta diajak menuangkan pandangan dan harapan mereka mengenai perdamaian, kepedulian, serta kehidupan yang harmonis dalam bentuk karya gambar,” kata Sarimanah melalui keterangan pers, Minggu (1/6).
Menurutnya, seni menjadi sarana positif untuk membantu siswa memahami nilai-nilai empati dan kepedulian sejak dini. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat karakter para peserta.
“Kami berharap para siswa dapat belajar mengekspresikan nilai-nilai empati, kepedulian, dan perdamaian sejak dini. Seni menjadi salah satu media positif untuk membangun rasa saling memahami dan menghargai,” ujarnya.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas para ahli gambar serta perwakilan juri dari Korea Selatan. Para pemenang nantinya akan mengikuti tahap penyisihan lanjutan di Jakarta sebelum berkompetisi di tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Korea Selatan.
Sarimanah berharap kolaborasi antara Wilmar Central Kalimantan Project, IWPG, dan pihak sekolah dapat terus berlanjut guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter generasi muda secara positif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi bersama IWPG dan pihak sekolah dapat terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter generasi muda secara positif dan berkelanjutan,” katanya.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Lomba gambar dinilai tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana membangun nilai sosial dan emosional melalui pendekatan yang menyenangkan. (bah/b-2)


