Bias Layar Akan Bongkar Kondisi Lapas Palangka Raya, Wartawan Diajak Masuk

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi XIII DPR RI Bias Layar memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyusul insiden tewasnya seorang narapidana usai diduga melakukan percobaan pelarian diri.

Dalam sidak tersebut, Bias Layar akan meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), mengevaluasi sistem keamanan Lapas, dan mengajak wartawan masuk ke dalam Lapas sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.

Bias Layar menegaskan dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Kalteng dan Kepala Lapas terkait rencana sidak yang akan dilaksanakan.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui kondisi sebenarnya di dalam Lapas sehingga proses peninjauan akan dilakukan secara terbuka.

“Besok saya sudah minta dengan Kakanwil dan Kalapas, saya akan sidak ke sana. Saya memastikan apa yang ada di situ. Kita terbuka, beberapa orang wartawan boleh ikut saya, kita masuk ke dalam, supaya seluruh masyarakat Kalteng dan Indonesia memastikan tidak ada apa-apa,” tegasnya kepada awak media, Minggu (31/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi, ia juga telah menginstruksikan Kakanwil Ditjenpas Kalteng, Kepala Lapas, dan Kepala Keamanan Lapas agar tidak mengubah kondisi TKP. Sementara itu, pihak kepolisian dilaporkan telah melakukan olah TKP sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Ciptakan Kondisi Aman, 426 Personel Polisi Diterjunkan ke Lapangan

Ia menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan hak konstitusionalnya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI. Jika dalam peninjauan nanti ditemukan adanya dugaan pelanggaran, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan penyidik kepolisian yang memiliki kewenangan, bukan dengan pihak internal Lapas.

Electronic money exchangers listing

Selain meninjau lokasi pelarian, agenda sidak juga akan difokuskan pada pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, khususnya kamera pengawas atau CCTV.

Bias Layar menyoroti keterbatasan fasilitas keamanan yang dipengaruhi minimnya anggaran pengamanan di lembaga pemasyarakatan.

“Sekalian (cek sarana prasarana). Seperti kamera CCTV yang belum (memadai). Karena keterbatasan anggaran, apalagi tahun ini dipotong semua, dipangkas. Jadi anggaran mereka sangat tipis sekali,” jelasnya.

Ia berharap temuan di lapangan nantinya dapat menjadi dasar bagi DPR untuk mendorong perbaikan anggaran bagi lembaga pemasyarakatan.

Terkait kronologi tewasnya narapidana, Bias Layar mengaku telah meminta secara resmi rekaman CCTV di titik-titik krusial, terutama pada saat momen pelumpuhan ketika almarhum mencoba melarikan diri. Saat ini, pihak keamanan Lapas tengah memilah rekaman tersebut untuk diserahkan.

Baca Juga :  Bias Layar : Agustiar Akan Merangkul Semua dengan Kedamaian dan Persahabatan

Di sisi lain, Kakanwil Ditjenpas Kalteng  I Putu Murdiana menyatakan telah membentuk dan menurunkan tim investigasi internal yang saat ini tengah bekerja mengumpulkan data dan informasi langsung di Lapas Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur keamanan di dalam Lapas.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya hubungan langsung antara kematian korban dengan insiden pelarian diri, pihak terkait belum bersedia memberikan kesimpulan sebelum proses penyidikan selesai.

“Kami belum dapat menyimpulkan hal seperti itu karena ini juga masih dalam proses penyidikan. Kita tunggulah hasilnya seperti apa,” ujarnya.

Saat ini, fokus pihak Lapas juga tertuju pada pengurusan hak-hak jenazah korban. Kalapas dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga terkait proses serah terima jenazah.

“Tanggung jawab kami di sini adalah untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk urusan selanjutnya. Kecuali mungkin keluarga belum mau menerima, baru menjadi tugas kami untuk melakukan pemakaman,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi XIII DPR RI Bias Layar memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyusul insiden tewasnya seorang narapidana usai diduga melakukan percobaan pelarian diri.

Dalam sidak tersebut, Bias Layar akan meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), mengevaluasi sistem keamanan Lapas, dan mengajak wartawan masuk ke dalam Lapas sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.

Bias Layar menegaskan dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Kalteng dan Kepala Lapas terkait rencana sidak yang akan dilaksanakan.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui kondisi sebenarnya di dalam Lapas sehingga proses peninjauan akan dilakukan secara terbuka.

“Besok saya sudah minta dengan Kakanwil dan Kalapas, saya akan sidak ke sana. Saya memastikan apa yang ada di situ. Kita terbuka, beberapa orang wartawan boleh ikut saya, kita masuk ke dalam, supaya seluruh masyarakat Kalteng dan Indonesia memastikan tidak ada apa-apa,” tegasnya kepada awak media, Minggu (31/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi, ia juga telah menginstruksikan Kakanwil Ditjenpas Kalteng, Kepala Lapas, dan Kepala Keamanan Lapas agar tidak mengubah kondisi TKP. Sementara itu, pihak kepolisian dilaporkan telah melakukan olah TKP sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Ciptakan Kondisi Aman, 426 Personel Polisi Diterjunkan ke Lapangan

Ia menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan hak konstitusionalnya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI. Jika dalam peninjauan nanti ditemukan adanya dugaan pelanggaran, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan penyidik kepolisian yang memiliki kewenangan, bukan dengan pihak internal Lapas.

Selain meninjau lokasi pelarian, agenda sidak juga akan difokuskan pada pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, khususnya kamera pengawas atau CCTV.

Bias Layar menyoroti keterbatasan fasilitas keamanan yang dipengaruhi minimnya anggaran pengamanan di lembaga pemasyarakatan.

“Sekalian (cek sarana prasarana). Seperti kamera CCTV yang belum (memadai). Karena keterbatasan anggaran, apalagi tahun ini dipotong semua, dipangkas. Jadi anggaran mereka sangat tipis sekali,” jelasnya.

Ia berharap temuan di lapangan nantinya dapat menjadi dasar bagi DPR untuk mendorong perbaikan anggaran bagi lembaga pemasyarakatan.

Terkait kronologi tewasnya narapidana, Bias Layar mengaku telah meminta secara resmi rekaman CCTV di titik-titik krusial, terutama pada saat momen pelumpuhan ketika almarhum mencoba melarikan diri. Saat ini, pihak keamanan Lapas tengah memilah rekaman tersebut untuk diserahkan.

Baca Juga :  Bias Layar : Agustiar Akan Merangkul Semua dengan Kedamaian dan Persahabatan

Di sisi lain, Kakanwil Ditjenpas Kalteng  I Putu Murdiana menyatakan telah membentuk dan menurunkan tim investigasi internal yang saat ini tengah bekerja mengumpulkan data dan informasi langsung di Lapas Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur keamanan di dalam Lapas.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya hubungan langsung antara kematian korban dengan insiden pelarian diri, pihak terkait belum bersedia memberikan kesimpulan sebelum proses penyidikan selesai.

“Kami belum dapat menyimpulkan hal seperti itu karena ini juga masih dalam proses penyidikan. Kita tunggulah hasilnya seperti apa,” ujarnya.

Saat ini, fokus pihak Lapas juga tertuju pada pengurusan hak-hak jenazah korban. Kalapas dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga terkait proses serah terima jenazah.

“Tanggung jawab kami di sini adalah untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk urusan selanjutnya. Kecuali mungkin keluarga belum mau menerima, baru menjadi tugas kami untuk melakukan pemakaman,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru