NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Nolungan, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, masih berkobar hingga Jumat (28/8/2026) malam. Kondisi medan yang ekstrem membuat petugas kesulitan menjangkau titik api melalui jalur darat.
Kawasan bukit yang relatif terisolasi dan jarang terambah masyarakat tersebut kini terbilang parah dilalap si jago merah, yang diduga kuat akibat ulah oknum warga tak bertanggung jawab.
Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, kepulan asap pekat mulai terpantau membubung tinggi dari arah bukit sekitar pukul 15.30 WIB.
“Kondisi siang ini di Bukit Nolungan terbakar,” ujar Camat Bulik Timur, Nozul, saat mengabarkan situasi darurat melalui pesan di Grup WhatsApp Kesiapsiagaan Bencana.
Hingga Jumat malam pukul 22.00 WIB, kobaran api dilaporkan masih terus berkobar.
Ketinggian serta kondisi medan yang ekstrem membuat warga setempat beserta petugas gabungan mengalami kendala besar dan kewalahan untuk menembus titik lokasi kejadian melalui jalur darat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa personelnya saat ini terbagi di berbagai penjuru wilayah akibat banyaknya pemunculan titik api yang terjadi secara bersamaan.
“Belum diketahui berapa total luas lahan yang terbakar, karena tim gabungan saat ini masih memprioritaskan penanganan di penanganan lokasi karhutla yang jaraknya lebih terjangkau,” tutur Hendikel.
Menanggapi situasi darurat yang kian memprihatinkan, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meluasnya sebaran karhutla di wilayahnya.
Menurut Bupati, penanganan khusus sangat dibutuhkan untuk memadamkan api di titik-titik sulit seperti Bukit Nolungan.


