NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dampak kekeringan serta bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng) memantik keprihatinan mendalam.
Menanggapi kondisi tersebut, ratusan siswa dan guru SMKN 2 Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, menggelar sholat Istisqa di halaman sekolah.
Ibadah sholat minta hujan ini diikuti dengan khidmat oleh warga sekolah yang beragama Islam, dipimpin langsung oleh salah satu guru, Hernawan, M.Pd.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera mengguyur wilayah yang terdampak karhutla.
Menariknya, aksi spiritual ini juga menjadi potret toleransi antarumat beragama yang kuat.
Di saat siswa Muslim melaksanakan sholat Istisqa, para siswa dan guru yang beragama Kristen serta Katolik turut menggelar doa bersama sesuai ajaran kepercayaan masing-masing.
Mereka bersatu memohon pertolongan Tuhan demi berakhirnya bencana kabut asap.
Kepala SMKN 2 Nanga Bulik, Toto Subagio, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan para siswa.
Momen ini juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Tujuannya agar siswa memahami bahwa hanya kepada Allah kita berserah diri dan meminta pertolongan. Kondisi bencana karhutla dan asap saat ini merupakan keprihatinan kita bersama. Selain usaha fisik, doa adalah bagian penting sebagai bentuk kepasrahan kita agar hujan segera turun,” ujar Toto saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (28/8).
Pelaksanaan ibadah ini sekaligus menjalankan instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng melalui surat edaran resminya.
Surat tersebut mengimbau seluruh satuan pendidikan (SMA, SMK, dan SKh) di Kalteng untuk memfasilitasi sholat Istisqa sebagai langkah ikhtiar bersama menghadapi krisis iklim dan kabut asap.


