PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memengaruhi kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jarak pandang atau visibility di beberapa daerah berada pada kategori rendah, bahkan hanya berkisar 500 meter hingga 1 kilometer.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti mengatakan berdasarkan pemantauan dari lima stasiun BMKG di Kalteng, kondisi jarak pandang rendah masih terpantau sejak pagi hingga siang hari.
“Untuk jarak pandang sendiri berdasarkan lima stasiun pengamatan di wilayah Kalteng, dari pagi hingga siang tadi terpantau jarak pandang yang relatif rendah. Berkisar antara 500 meter hingga 1.000 meter, terutama di Stasiun Meteorologi Sanggu, Barito Selatan dan Stasiun Meteorologi Muara Teweh, Barito Utara,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).
Sementara itu, kondisi serupa juga sempat terjadi di Kota Palangka Raya. Berdasarkan pengamatan BMKG Tjilik Riwut, jarak pandang di ibu kota Provinsi Kalteng tersebut menurun hingga sekitar 800 meter pada pagi hari.
“Kalau untuk wilayah Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya sendiri, terpantau kondisi visibility rendah pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, yakni sekitar 800 meter,” katanya.
Berbeda dengan sejumlah daerah lainnya, kondisi jarak pandang di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur mulai menunjukkan perbaikan menjelang siang hari.
“Untuk Pangkalan Bun dan Sampit, hingga siang pukul 12.00 WIB tadi kondisi visibility sudah mengalami peningkatan atau membaik. Jarak pandangnya sudah berada pada kisaran 5 kilometer ke atas,” jelas Ika.
Namun demikian, kondisi di wilayah Barito Selatan dan Barito Utara masih perlu menjadi perhatian karena jarak pandang yang rendah berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan transportasi.
“Kalau untuk daerah Sanggu Barito Selatan dan juga Muara Teweh Barito Utara, dari pagi hingga siang tadi visibility masih cukup rendah, hanya berkisar pada rentang 500 meter hingga 1.000 meter,” ungkapnya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat berkendara. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan keselamatan di jalan.
Selain itu, kondisi tersebut juga menjadi indikasi meningkatnya konsentrasi polutan di udara yang dapat berdampak pada penurunan kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara yang disampaikan BMKG serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (adr)


