Guru Besar FMIPA UPR Siap Bertarung di Pilrek, Usung Visi PTN-BH

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Liswara Neneng, resmi mendaftarkan diri dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR dengan membawa visi transformasi kampus menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Berkas pendaftaran diserahkan di Gedung Rektorat UPR pada Selasa (26/5/2026).

Usai menyerahkan dokumen pendaftaran, Prof. Liswara menyatakan seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi dan dirinya siap mengikuti tahapan selanjutnya dalam Pilrek UPR.

“Saya bersyukur karena hari ini semua kelengkapan berkas yang diperlukan sudah bisa kami penuhi dengan baik,” ungkapnya.

Sebagai putri daerah Kalimantan Tengah sekaligus akademisi senior, Prof. Liswara optimistis gagasan dan program yang telah disiapkannya memiliki nilai kompetitif untuk bersaing dengan kandidat lainnya.

“Saya adalah putri asli daerah Kalimantan Tengah dan saat ini saya adalah seorang guru besar. Saya percaya apa yang kami telah persiapkan itu akan mempunyai nilai kompetitif tersendiri dan mampu bersaing dengan para calon yang lain,” tambahnya optimistis.

Baca Juga :  Nama-Nama Kuat Pemilihan Rektor UPR Mulai Mengemuka, Pendaftaran Segera Ditutup

Dalam visinya, Prof. Liswara menilai UPR perlu melakukan lompatan besar agar mampu meningkatkan daya saing di tingkat global. Menurutnya, status Badan Layanan Umum (BLU) yang saat ini dimiliki kampus belum cukup memberikan fleksibilitas untuk berkembang lebih cepat.

“UPR tidak cukup hanya berhenti pada status BLU (Badan Layanan Umum), karena itu tidak meningkatkan fleksibilitas kita agar bisa maju dengan cepat dan bersaing secara global. Karena itu, visi yang saya bawa adalah bagaimana membawa UPR ini menuju PTN-BH,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, ia mengakui terdapat tantangan besar yang harus diselesaikan, terutama terkait capaian akreditasi program studi. Saat ini, persentase program studi dengan akreditasi unggul di UPR dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi syarat menuju PTN-BH.

“Syarat akreditasi unggul perguruan tinggi itu minimal 50 persen prodi terakreditasi unggul. Saat ini posisi kita masih 30 persen. Jika kita menuju PTN-BH, maka 60 persen program studi harus unggul. Ini yang menjadi program utama nanti untuk diupayakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunker di Tiga Provinsi, Teras: RUU PSDA Direspon Baik Daerah

Untuk mendukung visi tersebut, Prof. Liswara menyiapkan empat program unggulan yang meliputi peningkatan daya saing lulusan, revitalisasi LPPM, optimalisasi aset kampus, serta tata kelola berintegritas. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah.

“Mahasiswa itu kita tidak tunggu dia lulus baru dia siap kerja. Tetapi di dalam kurikulum betul-betul dipersiapkan, dalam satu tahun terakhir mahasiswa punya pengalaman untuk bekerja, riset, atau berwirausaha sesuai minatnya,” paparnya.

Pada aspek birokrasi, Prof. Liswara menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola kampus yang lebih transparan dan berbasis meritokrasi. Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama dalam penempatan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Kalau bicara integritas, ada transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan bersikap jujur memilih sumber daya berdasarkan meritokrasi. Siapa yang berkompeten, dia yang menempati itu. Menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” tutup Prof. Liswara. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Liswara Neneng, resmi mendaftarkan diri dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR dengan membawa visi transformasi kampus menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Berkas pendaftaran diserahkan di Gedung Rektorat UPR pada Selasa (26/5/2026).

Usai menyerahkan dokumen pendaftaran, Prof. Liswara menyatakan seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi dan dirinya siap mengikuti tahapan selanjutnya dalam Pilrek UPR.

“Saya bersyukur karena hari ini semua kelengkapan berkas yang diperlukan sudah bisa kami penuhi dengan baik,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing

Sebagai putri daerah Kalimantan Tengah sekaligus akademisi senior, Prof. Liswara optimistis gagasan dan program yang telah disiapkannya memiliki nilai kompetitif untuk bersaing dengan kandidat lainnya.

“Saya adalah putri asli daerah Kalimantan Tengah dan saat ini saya adalah seorang guru besar. Saya percaya apa yang kami telah persiapkan itu akan mempunyai nilai kompetitif tersendiri dan mampu bersaing dengan para calon yang lain,” tambahnya optimistis.

Baca Juga :  Nama-Nama Kuat Pemilihan Rektor UPR Mulai Mengemuka, Pendaftaran Segera Ditutup

Dalam visinya, Prof. Liswara menilai UPR perlu melakukan lompatan besar agar mampu meningkatkan daya saing di tingkat global. Menurutnya, status Badan Layanan Umum (BLU) yang saat ini dimiliki kampus belum cukup memberikan fleksibilitas untuk berkembang lebih cepat.

“UPR tidak cukup hanya berhenti pada status BLU (Badan Layanan Umum), karena itu tidak meningkatkan fleksibilitas kita agar bisa maju dengan cepat dan bersaing secara global. Karena itu, visi yang saya bawa adalah bagaimana membawa UPR ini menuju PTN-BH,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat tantangan besar yang harus diselesaikan, terutama terkait capaian akreditasi program studi. Saat ini, persentase program studi dengan akreditasi unggul di UPR dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi syarat menuju PTN-BH.

“Syarat akreditasi unggul perguruan tinggi itu minimal 50 persen prodi terakreditasi unggul. Saat ini posisi kita masih 30 persen. Jika kita menuju PTN-BH, maka 60 persen program studi harus unggul. Ini yang menjadi program utama nanti untuk diupayakan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunker di Tiga Provinsi, Teras: RUU PSDA Direspon Baik Daerah

Untuk mendukung visi tersebut, Prof. Liswara menyiapkan empat program unggulan yang meliputi peningkatan daya saing lulusan, revitalisasi LPPM, optimalisasi aset kampus, serta tata kelola berintegritas. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah.

“Mahasiswa itu kita tidak tunggu dia lulus baru dia siap kerja. Tetapi di dalam kurikulum betul-betul dipersiapkan, dalam satu tahun terakhir mahasiswa punya pengalaman untuk bekerja, riset, atau berwirausaha sesuai minatnya,” paparnya.

Pada aspek birokrasi, Prof. Liswara menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola kampus yang lebih transparan dan berbasis meritokrasi. Menurutnya, integritas menjadi fondasi utama dalam penempatan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Kalau bicara integritas, ada transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan bersikap jujur memilih sumber daya berdasarkan meritokrasi. Siapa yang berkompeten, dia yang menempati itu. Menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” tutup Prof. Liswara. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru